Apa Itu Sekolah Rakyat? Ini Syarat, Fasilitas, dan Cara Masuknya
astakom.com, Jakarta - Sekolah Rakyat menjadi salah satu program pemerintah buat membuka kesempatan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Nggak cuma sekolah gratis, siswa juga bisa mendapatkan berbagai fasilitas untuk mendukung kegiatan belajar dan kehidupan sehari-hari.
Di kondisi sekarang, masih ada keluarga yang harus berpikir berkali-kali buat memenuhi kebutuhan sekolah anak. Mulai dari membeli seragam, buku pelajaran, membayar biaya transportasi, sampai memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Buat keluarga yang kondisi ekonominya terbatas, biaya-biaya itu semua bisa menjadi tantangan tersendiri. Bahkan, ada anak yang terpaksa berhenti sekolah karena keluarganya nggak mampu memenuhi kebutuhan pendidikan.
Nah, kondisi inilah yang menjadi salah satu alasan pemerintah menghadirkan Sekolah Rakyat. Program ini ditujukan buat anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem supaya mereka tetap punya kesempatan mendapatkan pendidikan yang layak.
Tapi, kalau orang tua ingin mendaftarkan anaknya, bagaimana caranya? Apakah harus lewat SPMB seperti sekolah biasa?
Apa Itu Sekolah Rakyat?
Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan yang digagas pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto buat memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Program ini bukan sekadar menyediakan sekolah gratis. Pemerintah juga ingin memberikan kesempatan kepada anak-anak yang selama ini punya keterbatasan akses pendidikan agar bisa belajar, mengembangkan kemampuan, dan meraih masa depan yang lebih baik.
Menariknya, Sekolah Rakyat nggak cuma menyediakan kegiatan belajar di kelas. Sekolah ini juga menerapkan sistem berasrama, sehingga kebutuhan pendidikan dan keseharian siswa bisa didukung dalam satu lingkungan.
Penyelenggaraan Sekolah Rakyat diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 120 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah buat memenuhi hak pendidikan sekaligus membantu memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
Anak yang lahir dari keluarga kurang mampu belum tentu punya kesempatan yang sama dengan anak-anak lainnya. Ada yang kesulitan membeli perlengkapan sekolah, ada yang tinggal jauh dari sekolah, dan ada juga yang harus menghadapi kondisi keluarga yang membuat pendidikan mereka terhambat.
Kalau hambatan tersebut terus terjadi, kesempatan anak buat memperbaiki kondisi kehidupannya bisa ikut terbatas. Lewat Sekolah Rakyat, pemerintah berupaya membuka kesempatan yang lebih luas supaya anak-anak dari keluarga prasejahtera tetap bisa mendapatkan pendidikan dan mengembangkan potensinya.
Sekolah Rakyat dikembangkan untuk jenjang SD, SMP, dan SMA atau sederajat. Namun, ketersediaan setiap jenjang bisa berbeda-beda, tergantung kesiapan dan kapasitas sekolah di masing-masing wilayah.
Selain sekolah rintisan, pemerintah juga mengembangkan pembangunan gedung permanen agar layanan pendidikan ini bisa menjangkau lebih banyak anak.
Jadi, Sekolah Rakyat bukan cuma soal menyediakan tempat buat belajar. Program ini juga diharapkan bisa menjadi jalan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan kesempatan hidup yang lebih baik.
Siapa yang bisa masuk Sekolah Rakyat?
Program ini punya sasaran khusus, yaitu anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Salah satu acuan yang digunakan pemerintah buat menentukan sasaran tersebut adalah Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
DTSEN merupakan data yang digunakan pemerintah buat memetakan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Data ini membantu pemerintah menentukan kelompok masyarakat yang menjadi prioritas berbagai program bantuan dan perlindungan sosial.
Dalam mekanisme penjangkauan calon siswa yang dijelaskan pemerintah pada 2026, prioritas diberikan kepada anak-anak dari keluarga yang masuk desil 1 dan desil 2 DTSEN.
Desil merupakan pengelompokan rumah tangga berdasarkan tingkat kesejahteraan. Secara sederhana, desil 1 menggambarkan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah, sedangkan desil 2 merupakan kelompok berikutnya.
Karena itu, keluarga yang masuk kelompok tersebut menjadi sasaran utama penjangkauan calon siswa Sekolah Rakyat. Tapi, apakah status desil saja sudah cukup buat menentukan anak bisa masuk?
Kondisi sosial ekonomi keluarga memang menjadi salah satu pertimbangan penting, tetapi calon siswa juga perlu memenuhi persyaratan pendidikan dan mengikuti proses verifikasi sesuai ketentuan yang berlaku. Ketersediaan tempat, jenjang pendidikan, dan hasil pemeriksaan calon siswa juga perlu diperhatikan.
Lalu, bagaimana kalau orang tua merasa kondisi ekonominya sulit, tapi ternyata belum masuk kelompok desil prioritas?
Orang tua bisa menghubungi Dinas Sosial kabupaten atau kota untuk menanyakan kondisi data keluarga dan prosedur pemutakhiran data yang tersedia.
Sampaikan kondisi keluarga dengan jujur agar petugas bisa menjelaskan langkah yang sesuai. Namun, perlu diingat bahwa mengajukan pemeriksaan atau pemutakhiran data nggak otomatis membuat anak diterima di Sekolah Rakyat. Keputusan tetap mengikuti kriteria dan mekanisme penerimaan yang berlaku.
Cara masuk Sekolah Rakyat, harus lewat mana?
Berbeda dari sekolah reguler, penerimaan siswa Sekolah Rakyat nggak dilakukan melalui pendaftaran terbuka seperti SPMB. Pemerintah menggunakan mekanisme penjangkauan atau outreach.
Artinya, calon siswa dicari dan diidentifikasi secara aktif berdasarkan data sosial ekonomi. Jadi, prosesnya bukan cuma menunggu orang tua datang mendaftarkan anak.
Dalam mekanisme ini, pemerintah melibatkan pihak-pihak terkait, seperti Kementerian Sosial, pemerintah daerah, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), dan petugas sosial sesuai tugas masing-masing.
Lalu, kalau orang tua ingin anaknya masuk Sekolah Rakyat, apa yang harus dilakukan?
1. Pastikan data keluarga sudah sesuai
Langkah pertama, orang tua perlu memastikan bahwa data keluarga sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Hal ini penting karena DTSEN menjadi salah satu acuan dalam proses penjangkauan calon siswa. Kalau ada data yang nggak sesuai, misalnya alamat sudah berubah atau kondisi keluarga belum tercatat dengan benar, orang tua bisa menanyakan prosedur pemutakhiran kepada petugas yang berwenang.
Pastikan data kependudukan dan informasi keluarga disampaikan dengan benar. Jangan sampai informasi yang sudah berubah justru membuat proses pemeriksaan menjadi lebih sulit.
2. Datang atau menghubungi Dinas Sosial
Kalau ingin mengetahui peluang anak mengikuti program ini, orang tua bisa menghubungi Dinas Sosial di kabupaten atau kota tempat tinggal.
Tanyakan apakah penjangkauan calon siswa Sekolah Rakyat sedang berlangsung, bagaimana kriteria yang digunakan, dan apakah tersedia sekolah dengan jenjang yang sesuai untuk anak.
Orang tua juga bisa menjelaskan kondisi anak, terutama kalau pendidikan mereka terhambat karena masalah ekonomi. Dengan begitu, petugas bisa memberikan informasi mengenai prosedur yang berlaku di wilayah tersebut.
Perlu diingat, setiap daerah bisa memiliki kondisi dan ketersediaan sekolah yang berbeda. Karena itu, informasi dari instansi setempat akan lebih membantu daripada hanya mengandalkan informasi umum di internet.
3. Minta informasi dari pendamping sosial
Selain Dinas Sosial, orang tua juga bisa bertanya kepada pendamping PKH atau petugas sosial di wilayahnya. Mereka bisa membantu menjelaskan mekanisme penjangkauan dan mengarahkan keluarga ke instansi yang tepat.
Kalau keluarga memang masuk dalam kelompok sasaran, petugas dapat menjelaskan tahapan berikutnya sesuai prosedur yang berlaku.
Tapi, menghubungi pendamping sosial bukan berarti anak langsung mendapatkan tempat di Sekolah Rakyat, ya. Penerimaan tetap harus melalui proses pemeriksaan dan penetapan.
4. Ikuti proses verifikasi
Kalau anak masuk dalam proses penjangkauan, keluarga mungkin akan diminta mengikuti pemeriksaan data dan verifikasi kondisi di lapangan.
Petugas perlu memastikan bahwa calon siswa memang memenuhi kriteria program. Pemeriksaan bisa melibatkan wawancara atau kunjungan ke rumah, sesuai mekanisme yang diterapkan.
Pada tahap ini, orang tua sebaiknya memberikan informasi secara jujur mengenai kondisi ekonomi keluarga, keadaan anak, dan riwayat pendidikannya.
Tujuannya supaya proses penilaian bisa dilakukan berdasarkan kondisi yang sebenarnya, bukan sekadar informasi di atas kertas.
5. Pahami sistem berasrama dan berikan persetujuan
Satu hal yang membedakan Sekolah Rakyat dari banyak sekolah reguler adalah sistem berasrama. Artinya, anak nggak cuma datang ke sekolah untuk belajar beberapa jam, lalu pulang ke rumah. Mereka juga tinggal di lingkungan asrama dan mengikuti kegiatan harian sesuai aturan sekolah.
Karena itu, orang tua perlu memahami pola kehidupan siswa, aturan asrama, pendampingan, kegiatan belajar, dan cara berkomunikasi dengan keluarga.
Kesiapan anak juga penting. Orang tua perlu memastikan anak memahami sistem yang akan dijalani agar proses adaptasi nantinya bisa berjalan lebih baik.
6. Tunggu proses penetapan
Setelah tahapan penjangkauan dan verifikasi dilakukan, calon siswa yang memenuhi kriteria akan diproses sesuai mekanisme penetapan.
Dalam mekanisme yang dijelaskan pemerintah, usulan calon siswa melibatkan kepala daerah sebelum penetapan oleh pihak berwenang. Jadi, orang tua perlu menunggu informasi resmi mengenai hasil proses tersebut.
Kesimpulannya, kalau ingin anak masuk Sekolah Rakyat, langkah yang paling masuk akal adalah memastikan data keluarga benar, lalu aktif mencari informasi melalui Dinas Sosial atau pendamping sosial. Bukan mencari jalur khusus atau membayar pihak tertentu supaya anak bisa diterima.
Dokumen apa saja yang perlu disiapkan?
Karena Sekolah Rakyat nggak menggunakan satu sistem pendaftaran terbuka seperti SPMB, dokumen yang diminta bisa menyesuaikan kebutuhan verifikasi di masing-masing daerah.
Meski begitu, orang tua bisa mulai menyiapkan dokumen dasar yang biasanya dibutuhkan dalam administrasi pendidikan dan pemeriksaan data keluarga. Beberapa di antaranya adalah:
- Kartu Keluarga (KK),
- Identitas orang tua atau wali,
- Akta kelahiran anak,
- Rapor atau dokumen kelulusan dari sekolah sebelumnya jika tersedia.
Dokumen lain mungkin diperlukan sesuai jenjang pendidikan dan tahapan pemeriksaan. Karena itu, sebaiknya tanyakan dulu kepada Dinas Sosial atau petugas yang menangani penjangkauan sebelum mengurus dokumen tambahan.
Jangan sampai sudah repot mengurus banyak berkas, ternyata dokumen tersebut belum dibutuhkan pada tahap awal.
Yang nggak kalah penting, pastikan semua informasi dan dokumen yang diberikan sesuai kondisi sebenarnya. Jangan menggunakan data palsu hanya supaya terlihat memenuhi kriteria penerimaan.
Apakah Sekolah Rakyat benar-benar gratis?
Program ini dirancang supaya anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem bisa memperoleh pendidikan tanpa terbebani biaya yang selama ini mungkin sulit dijangkau keluarganya.
Tapi, gratis di sini bukan cuma soal biaya belajar di kelas. Karena menerapkan sistem berasrama, dukungan program juga berkaitan dengan berbagai kebutuhan siswa selama mengikuti pendidikan.
Dengan sistem tersebut, anak bisa belajar dan tinggal di lingkungan sekolah yang menyediakan dukungan untuk kegiatan pendidikan dan keseharian mereka.
Meski begitu, orang tua tetap perlu mencari informasi mengenai rincian fasilitas yang ditanggung pemerintah di sekolah tujuan. Sebab, ketersediaan sarana dan pelaksanaan program bisa berbeda sesuai kondisi masing-masing sekolah.
Jadi, jangan langsung berasumsi bahwa seluruh kebutuhan pribadi anak tanpa pengecualian pasti ditanggung. Tanyakan secara langsung apa saja yang disediakan sekolah dan apa yang perlu disiapkan keluarga.
Siswa Sekolah Rakyat mendapat fasilitas apa saja?
Sekolah Rakyat dirancang sebagai lingkungan untuk mendukung perkembangan anak. Karena itu, fasilitasnya berkaitan dengan kegiatan belajar, kehidupan di asrama, sampai pembentukan karakter siswa.
Pertama, pendidikan formal.
Siswa mendapatkan pembelajaran sesuai jenjang pendidikan yang diikuti. Materi pelajaran menjadi bekal utama agar anak bisa mengembangkan pengetahuan dan melanjutkan pendidikan setelah lulus.
Kedua, perlengkapan sekolah.
Dukungan program dapat mencakup perlengkapan belajar, seperti seragam, tas, buku pelajaran, dan kebutuhan pembelajaran lainnya, sesuai fasilitas yang disediakan.
Dengan begitu, anak nggak harus selalu mengandalkan kemampuan ekonomi keluarga untuk memenuhi seluruh kebutuhan sekolahnya.
Ketiga, asrama dan pendampingan.
Siswa tinggal di lingkungan asrama sehingga kegiatan sehari-hari mereka dapat diatur dengan lebih terstruktur. Selain belajar, anak juga dibimbing untuk membangun kebiasaan disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab.
Keempat, fasilitas pendukung pembelajaran.
Sekolah yang sudah memiliki sarana memadai dapat menyediakan fasilitas seperti ruang kelas, perangkat komputer atau laptop, akses internet, dan papan interaktif digital.
Teknologi ini bisa membantu siswa belajar dengan cara yang lebih beragam dan mengenal penggunaan perangkat digital untuk kebutuhan pendidikan.
Kelima, dukungan kebutuhan sehari-hari.
Karena siswa tinggal di asrama, kebutuhan selama mengikuti pendidikan juga menjadi bagian dari dukungan program sesuai ketentuan yang berlaku. Rincian mengenai konsumsi, perlengkapan pribadi, dan layanan pendukung perlu dikonfirmasi kepada sekolah terkait.
Selain fasilitas fisik, Sekolah Rakyat juga menekankan pendidikan karakter dan kecakapan hidup.
Anak nggak cuma dituntut memahami pelajaran, tetapi juga belajar bekerja sama, menghargai orang lain, mengatur kegiatan sehari-hari, dan bertanggung jawab terhadap diri sendiri.
Meski begitu, perlu dipahami bahwa fasilitas di setiap lokasi belum tentu sama persis. Sekolah rintisan dan sekolah permanen bisa memiliki perbedaan sarana karena pembangunan dan pengembangan program dilakukan secara bertahap.
Hal yang perlu diperhatikan orang tua
Sebelum mengupayakan anak masuk Sekolah Rakyat, ada beberapa hal yang sebaiknya dipahami.
- Pertama, jangan menyamakan mekanisme Sekolah Rakyat dengan SPMB. Penerimaan program ini dilakukan melalui penjangkauan, verifikasi, dan penetapan calon siswa sesuai ketentuan.
- Kedua, cari informasi dari sumber resmi. Orang tua bisa menghubungi Dinas Sosial, pendamping sosial, pemerintah daerah, atau kementerian terkait untuk memastikan informasi yang diterima benar.
- Ketiga, pahami bahwa masuk dalam kelompok sasaran belum otomatis menjamin penerimaan. Ada proses pemeriksaan dan penetapan yang harus dilalui.
- Keempat, pertimbangkan kesiapan anak untuk tinggal di asrama. Orang tua perlu memahami aturan, kegiatan harian, pendampingan, dan fasilitas yang disediakan sekolah.
- Terakhir, jangan mudah percaya kepada pihak yang menjanjikan anak pasti diterima dengan imbalan uang. Penerimaan harus mengikuti prosedur resmi. Kalau ada pihak yang menawarkan jalur khusus berbayar, orang tua sebaiknya memeriksa kebenaran informasi tersebut kepada instansi berwenang.
Apakah Sekolah Rakyat hanya untuk anak SD?
Sekolah Rakyat dikembangkan untuk jenjang SD, SMP, dan SMA atau sederajat. Tapi, orang tua perlu memastikan terlebih dahulu jenjang apa saja yang tersedia di sekolah tujuan. Sebab, nggak semua lokasi otomatis menyediakan seluruh jenjang sekaligus.
Persyaratan pendidikan sebelumnya juga perlu diperhatikan. Anak yang ingin masuk SMP, misalnya, perlu memenuhi persyaratan untuk melanjutkan dari pendidikan dasar. Begitu juga calon siswa SMA yang harus memenuhi ketentuan pendidikan sebelumnya.
Selain itu, persyaratan usia, dokumen pendidikan, dan ketentuan lain bisa menyesuaikan kebijakan penerimaan yang berlaku.
Karena mekanismenya bukan pendaftaran umum, orang tua sebaiknya mencari informasi mengenai jenjang yang tersedia sesuai dengan kebutuhan pendidikan anak.
Apa manfaat Sekolah Rakyat buat masa depan anak?
Tujuan Sekolah Rakyat bukan cuma membuat anak bisa bersekolah tanpa terbebani biaya. Program ini diharapkan bisa membuka kesempatan yang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mengembangkan kemampuan dan memperbaiki masa depannya.
Ketika anak mendapatkan pendidikan yang layak, mereka punya kesempatan untuk menambah pengetahuan, mengembangkan keterampilan, dan mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah lulus.
Sistem berasrama juga bisa menjadi ruang bagi siswa untuk belajar mandiri, membangun kedisiplinan, dan berinteraksi dengan teman-teman dari latar belakang yang beragam.
Di sisi lain, Sekolah Rakyat menjadi bagian dari upaya pemerintah menangani kemiskinan secara lebih menyeluruh. Sebab, persoalan ekonomi keluarga nggak selalu selesai hanya dengan memberikan akses sekolah kepada anak.
Karena itu, program pendidikan ini diharapkan bisa berjalan beriringan dengan program sosial dan pemberdayaan keluarga lainnya. Keluarga yang memenuhi kriteria dapat memperoleh dukungan tambahan melalui program pemerintah yang relevan sesuai kebutuhan dan ketentuan masing-masing.
Tapi, bukan berarti semua keluarga siswa otomatis mendapatkan seluruh jenis bantuan sosial. Setiap program memiliki persyaratan dan mekanisme tersendiri.
Harapannya, pendidikan anak dan peningkatan kesejahteraan keluarga bisa saling mendukung. Anak mendapatkan kesempatan untuk berkembang, sementara keluarga juga punya peluang memperbaiki kondisi kehidupannya. (hPs/aNs)
Gen Z Takeaway
Sekolah Rakyat adalah program pemerintah yang membuka kesempatan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Program ini nggak cuma menyediakan pendidikan formal, tetapi juga menggabungkan sistem berasrama, pembentukan karakter, dan dukungan berbagai kebutuhan belajar siswa. Sasaran utamanya adalah anak-anak dari keluarga yang masuk kelompok kesejahteraan terbawah berdasarkan DTSEN, terutama desil 1 dan desil 2 dalam mekanisme penjangkauan yang dijelaskan pemerintah pada 2026. Sekolah Rakyat nggak buka pendaftaran seperti sekolah umum, kalau ingin anak memperoleh kesempatan mengikuti program ini, orang tua bisa mulai dengan memastikan data keluarga sudah benar, lalu menghubungi Dinas Sosial atau pendamping sosial di wilayah tempat tinggal. Dari sana, orang tua bisa mencari tahu soal kriteria penerimaan, jenjang pendidikan yang tersedia, dokumen yang dibutuhkan, sampai fasilitas yang akan diperoleh siswa.








