Disebut Abai Tangani Karhutla, Begini Respons Menteri LH Jumhur Hidayat
astakom.com, Jakarta - Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat, dengan tegas membantah tudingan miring bahwa pemerintah berdiam diri atau abai dalam menghadapi musibah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sedang melanda.
Ia memastikan seluruh elemen kekuatan di lapangan saat ini sedang berjibaku memadamkan titik-titik api secara maksimal.
Bantah tudingan abai
Jumhur menegaskan bahwa operasi penanganan karhutla digeber secara keroyokan dengan melibatkan kolaborasi lintas instansi. Mulai dari pemerintah daerah tingkat kabupaten dan provinsi, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Manggala Agni, jajaran Kementerian Lingkungan Hidup, aparat kepolisian, TNI, hingga kelompok masyarakat bahu-membahu memadamkan amukan si jago merah.
"Semua kekuatan sedang bekerja untuk memadamkan api. Jadi, tidak benar kalau seolah-olah kita abai," ujar Jumhur di Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya juga melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas bahwa sebanyak lebih dari 60.000 personel gabungan telah dikerahkan ke darat. Fokus utamanya disebar ke wilayah-wilayah rawan seperti Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan demi menjinakkan kebakaran yang melanda area seluas total sekitar 639 hektare di enam provinsi.
Hukum ditegakkan tanpa pandang bulu: puluhan tersangka & 68 perusahaan disegel
Bukan cuma sibuk menyiram air dari darat, pemerintah juga langsung bergerak menempuh jalur hukum tegas terhadap pihak-pihak yang terbukti nakal atau sengaja membakar lahan.
Catatan pemerintah menunjukkan puluhan orang telah resmi ditetapkan sebagai tersangka. Tak hanya itu, langkah hukum berat menyasar korporasi lewat penyegelan terhadap 68 perusahaan pemilik konsesi yang wilayahnya terbakar. Jumhur menekankan bahwa penerapan prinsip strict liability (pertanggungjawaban mutlak) akan diberlakukan, meski verifikasi mendalam tetap berjalan untuk membedakan perusahaan yang sengaja membakar dengan korporasi yang lahannya turut menjadi korban terjangan api.
Bedah kasus konsesi: dari lahan perawan sampai kebun sawit
Proses verifikasi ketat terhadap puluhan perusahaan berstatus segel tersebut dilakukan secara teliti berdasarkan kondisi di lapangan. Jumhur memberikan contoh bahwa penanganan karhutla di wilayah konsesi yang lahannya masih perawan atau belum dibuka tentu harus ditelaah dengan pendekatan berbeda dibanding area perkebunan yang sudah ditanami kelapa sawit.
Langkah selektif ini diambil agar penegakan hukum berjalan objektif, adil, berbasis bukti yang akurat, sekaligus memberikan efek jera bagi siapa saja yang coba-coba bermain api di atas penderitaan lingkungan hidup. (RaM)
Gen Z Takeaway
Parah banget sih kalau masih ada yang nuduh pemerintah leha-leha, padahal 60.000 lebih personel gabungan udah dikerahkan langsung buat nggulung karhutla di berbagai daerah. Ditambah lagi langkah tegas penyegelan 68 perusahaan dan penetapan puluhan tersangka jadi bukti nyata kalau negara nggak main-main buat nyikat habis pelaku pembakar hutan demi keselamatan kita semua.









