Thailand Perluas Solar Rumah Tangga Jadi 10 GW, Surplus Listrik Bisa Dijual ke Jaringan
astakom.com, Jakarta – Thailand memperbesar kapasitas program People’s Solar menjadi 10 gigawatt (GW) dari rencana awal 5 GW. Ekspansi ini diproyeksikan mencakup sekitar 1 juta rumah tangga, dengan skema yang memungkinkan listrik dari panel surya digunakan untuk kebutuhan sendiri sebelum kelebihannya dijual kembali ke jaringan.
Melansir dari laman resmi pemerintah Thailand pada Minggu, (20/09/2026), Wakil Juru Bicara Kantor Perdana Menteri Thailand Lalida Periswiwatana mengatakan perluasan tersebut disetujui dalam rapat Dewan Kebijakan Energi Nasional (NEPC) Thailand. Kapasitas program dinaikkan dari 5.000 MW menjadi 10.000 MW untuk memperluas produksi dan penggunaan energi bersih di tingkat rumah tangga.
Laporan Reuters akhir pekan lalu juga menyebut Thailand menggandakan kapasitas program tenaga surya masyarakat tersebut menjadi 10 GW. Reuters melaporkan program itu mencakup sekitar 1 juta rumah tangga dan kini memungkinkan pemasangan panel surya di darat serta permukaan air.
Listrik surya dipakai sendiri sebelum dijual
Dalam skema terbaru, pemerintah Thailand menerapkan sistem net billing. Rumah tangga menggunakan listrik yang dihasilkan panel surya untuk kebutuhan sendiri terlebih dahulu. Jika masih terdapat listrik berlebih, energi tersebut dapat dijual kembali ke jaringan dengan tarif 2,20 baht per kilowatt-jam (kWh).
Jumlah listrik surplus yang dapat ditawarkan untuk dibeli dibatasi maksimal 5 kilowatt (kW) per meteran. Sementara itu, masa kontrak pembelian listrik diperpanjang dari 10 tahun menjadi 20 tahun, dengan periode tambahan penerimaan listrik mencakup 2026–2028. Pemerintah Thailand menyebut perpanjangan kontrak tersebut disesuaikan dengan masa penggunaan panel surya.
Lalida menjelaskan bahwa mekanisme tersebut tetap menempatkan penggunaan listrik hasil produksi rumah tangga sebagai prioritas sebelum kelebihan energinya disalurkan ke sistem.
“Prinsipnya adalah listrik yang diproduksi digunakan sendiri terlebih dahulu, dan sisanya baru dijual kembali ke sistem. Perluasan menjadi 10.000 megawatt akan membuka kesempatan bagi masyarakat untuk lebih banyak berpartisipasi dalam memproduksi energi bersih, tetapi harus berjalan beriringan dengan persiapan jaringan agar peningkatan kapasitas pembangkitan tidak berdampak pada keamanan sistem kelistrikan,” kata Lalida.
Panel surya tak cuma dipasang di atap
Program tersebut juga memperluas pilihan lokasi pemasangan. Jika sebelumnya lebih berfokus pada solar panel atap, kini instalasi untuk rumah tangga dapat dilakukan di atas tanah maupun permukaan air.
Perubahan ini ditujukan untuk membuka kesempatan bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan area atap agar tetap dapat mengikuti program. Pemerintah Thailand menyebut sistem dengan kapasitas lebih dari 5 kW masih dapat dipasang sesuai ketentuan, tetapi listrik surplus yang masuk skema pembelian tetap dibatasi maksimal 5 kW per meteran.
Dengan perluasan tersebut, teknologi tenaga surya rumah tangga tidak hanya ditempatkan sebagai instalasi di atap. Sistem di darat dan permukaan air juga masuk dalam format yang disetujui untuk program People’s Solar.
Smart meter dan baterai ikut disiapkan
Kenaikan kapasitas hingga 10 GW juga dibarengi dengan persiapan infrastruktur kelistrikan. Pemerintah Thailand memberikan waktu satu bulan kepada Kementerian Energi, Kementerian Dalam Negeri, serta tiga perusahaan utilitas listrik negara untuk menyiapkan rencana infrastruktur pendukung.
Persiapan tersebut mencakup perkiraan produksi listrik, pemantauan data secara real-time, pengendalian sistem transmisi dan distribusi, serta penyimpanan energi menggunakan baterai.
Metropolitan Electricity Authority dan Provincial Electricity Authority juga diminta menghubungkan data dari smart meter dengan Electricity Generating Authority of Thailand. Data tersebut akan digunakan untuk membantu pengelolaan tegangan, frekuensi, serta perubahan kondisi sistem, sekaligus menilai kesiapan jaringan transmisi, distribusi, smart grid, dan sistem penyimpanan energi di setiap wilayah.
Pemerintah Thailand juga menyiapkan mekanisme bagi peserta program lama yang masih memiliki kontrak pembelian listrik 10 tahun. Lembaga terkait diminta menyusun standar dan mekanisme yang adil, termasuk opsi perubahan kontrak agar peserta lama tidak harus membatalkan kontrak kemudian mendaftar kembali.
Selain jaringan listrik, Kementerian Perindustrian Thailand mendapat tugas menyusun rencana daur ulang panel surya dan baterai. Pemerintah juga akan berkoordinasi untuk mendukung produksi panel dan perangkat di dalam negeri serta menyiapkan tenaga kerja untuk instalasi dan pemeliharaan. (deA/aNs)
Gen Z takeaway
Thailand lagi memperbesar pemakaian teknologi solar sampai level rumah tangga. Listrik dari panel bisa dipakai sendiri, surplusnya dapat dijual ke jaringan, sementara teknologi seperti smart meter, smart grid, pemantauan real-time, dan baterai ikut disiapkan supaya tambahan pembangkit bisa terintegrasi dengan sistem listrik.









