Gubernur Banten Apresiasi Relawan yang Kawal Pencarian 5 Jurnalis & 3 ABK di Selat Sunda
astakom.com, Jakarta – Operasi pencarian lima jurnalis dan tiga awak speedboat Arupadhatu I di perairan Selat Sunda telah berakhir setelah berlangsung selama 10 hari. Di tengah proses tersebut, para relawan ikut mengambil peran dengan membantu kebutuhan di posko SAR gabungan, termasuk untuk petugas dan keluarga yang masih menunggu kabar.
Gubernur Banten Andra Soni pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan yang selama operasi ikut memberikan dukungan. Bantuan tersebut hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari pelayanan di posko, dapur umum, hingga penyediaan makanan dan minuman.
Apresiasi itu disampaikan setelah operasi pencarian aktif resmi dihentikan pada hari ke-10. Meski operasi aktif berakhir, pemantauan terhadap informasi baru mengenai keberadaan Arupadhatu I dan delapan orang yang hilang kontak tetap dilakukan oleh unsur terkait.
Relawan ikut menopang kebutuhan selama operasi SAR
Melansir keterangan resmi Pemerintah Provinsi Banten pada Minggu (20/09/2026), Andra mengatakan dukungan selama operasi tidak hanya datang dari tim SAR gabungan dan instansi pemerintah. Masyarakat, organisasi relawan, jurnalis, hingga relawan perorangan juga ikut membantu selama posko SAR di kawasan Carita, Kabupaten Pandeglang, beroperasi.
“Atas nama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya teman-teman relawan yang selama sepuluh hari ini memberikan dukungan dan bantuan,” ucap Gubernur Andra di kawasan Carita, Kabupaten Pandeglang.
Selama posko beroperasi, relawan memberikan dukungan untuk petugas, keluarga korban, dan masyarakat sekitar. Bentuk bantuannya antara lain pelayanan di posko, pendirian dapur umum, serta penyediaan makanan siap santap dan minuman.
Dukungan tersebut berlangsung sejak hari pertama hingga hari kesepuluh operasi. Para relawan juga bergantian memastikan kebutuhan logistik dan pelayanan di posko tetap berjalan.
Operasi aktif berakhir setelah 10 hari pencarian
Penghentian operasi SAR dilakukan pada hari ke-10, setelah masa perpanjangan selama tiga hari berakhir. Keputusan tersebut diambil setelah Tim SAR Gabungan melakukan evaluasi terhadap proses pencarian yang telah berlangsung sejak hilangnya kontak dengan Arupadhatu I.
Dalam proses pencarian, tim menemukan 13 objek di sejumlah titik, termasuk jaket pelampung, terpal, helm, dan sejumlah material lainnya. Setelah diperiksa dan dikonfirmasi oleh unsur Polairud, seluruh temuan tersebut dinyatakan tidak berkaitan dengan Arupadhatu I.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad menjelaskan, berakhirnya operasi aktif bukan berarti pemantauan dihentikan sepenuhnya. Pemantauan pasif tetap dilakukan melalui Sistem Pemantauan Pergerakan Kapal atau Vessel Traffic Service (VTS), armada Pangkalan TNI AL, Polairud, serta kapal-kapal niaga yang melintas di Selat Sunda.
“Operasi SAR tidak berhenti sampai di sini. Kami tetap melakukan pemantauan melalui berbagai unsur yang berpatroli maupun kapal yang melintas,” kata Al Amrad.
Menurut Al Amrad, apabila nantinya muncul tanda-tanda atau informasi baru mengenai keberadaan Arupadhatu I dan delapan orang yang dicari, operasi SAR dapat kembali dibuka.
Gubernur berharap relawan terus menebar kebaikan
Andra menilai keterlibatan para relawan menjadi bagian dari solidaritas masyarakat Banten selama situasi kemanusiaan tersebut. Dukungan mereka juga membantu aktivitas di posko dan kebutuhan keluarga selama proses pencarian berlangsung.
Ia berharap para relawan yang telah terlibat selama operasi tetap diberikan kesehatan dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Semoga ikhtiar yang teman-teman lakukan mendapatkan pahala dari Yang Maha Kuasa. Semoga kawan-kawan relawan terus diberikan kesehatan dan tidak pernah berhenti menebar kebaikan,” ujarnya.
Pemprov Banten juga tetap melakukan pendampingan dan menjaga komunikasi dengan keluarga delapan orang yang hilang kontak. Langkah tersebut menjadi bagian dari dukungan pemerintah daerah setelah operasi pencarian aktif ditutup. (deA/aNs)
Gen Z takeaway
Operasi SAR aktif memang sudah berakhir, tetapi dukungan kemanusiaan belum berhenti. Selama 10 hari pencarian, para relawan ikut menjaga kebutuhan di posko, membantu keluarga, dan menopang aktivitas petugas. Sementara itu, pemantauan terhadap informasi baru mengenai Arupadhatu I dan delapan orang yang dicari masih terus dilakukan.








