Kanye West Siap Guncang Jakarta! 15 Ribu Wisman Dibikin Histeria Sambut YE Live in Jakarta 2026
astakom.com, Jakarta — Konser YE Live in Jakarta 2026 diproyeksikan menjadi magnet baru bagi wisatawan mancanegara. YE, yang juga dikenal dengan nama Kanye West, dijadwalkan tampil di Jakarta pada 24 Oktober 2026 dan diperkirakan menarik lebih dari 15.000 wisman.
Melansir keterangan resmi Kementerian Pariwisata (Kemenpar) pada Rabu (16/09/2026), konser musik internasional menjadi salah satu peluang untuk menarik wisatawan sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi pariwisata. Hal tersebut disampaikan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam konferensi pers di Balai Kota Jakarta.
Proyeksi kedatangan wisman tersebut disampaikan Raw Vision Collective selaku promotor konser YE Live in Jakarta. Dalam konferensi pers di Jakarta pada Selasa (15/09/2026), promotor menyebut jumlah wisatawan dari luar negeri yang akan datang masih berpotensi bertambah.
"Lebih dari 15.000 wisatawan mancanegara, yang angkanya masih terus bertambah setiap hari, akan datang ke Jakarta dari berbagai negara," kata Pemimpin Pemasaran dan Komunikasi Raw Vision Collective Karen Tjahja dalam konferensi pers di Jakarta pada Selasa.
Wisman datang dari berbagai negara
Proyeksi tersebut mencakup wisatawan dari sejumlah negara yang datang ke Jakarta untuk menyaksikan konser YE. Promotor menyebut Malaysia, Singapura, Amerika Serikat, Australia, Hong Kong, Jepang, Inggris, Jerman, Vietnam, dan Selandia Baru sebagai beberapa negara asal penonton.
Minat penonton internasional juga terlihat dari penjualan tiket pada hari pertama. Sebanyak 52,8 persen tiket tercatat dibeli oleh penggemar yang tersebar di 73 negara.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo turut menyoroti tingginya minat penonton dari luar negeri terhadap konser tersebut. Menurutnya, Jakarta menjadi lokasi penyelenggaraan konser YE untuk kawasan Asia Tenggara dan Oceania.
"Jakarta mendapatkan kehormatan untuk konser YE di Jakarta ini karena ini adalah konser di Asia Tenggara dan Oceania," ujarnya.
Pramono juga menyebut Australia menjadi salah satu negara dengan jumlah pembeli tiket dari luar negeri yang menonjol.
"Yang menggembirakan adalah, saya juga kaget, penggemarnya itu dari seluruh dunia. Bahkan terbanyak yang membeli tiket kalau dari luar itu dari Australia," sambungnya.
Konser ikut gerakkan wisata Jakarta
Kedatangan ribuan wisatawan mancanegara untuk konser YE berpotensi ikut menggerakkan aktivitas pariwisata di Jakarta. Selama berada di Ibu Kota, wisatawan dapat menggunakan berbagai layanan seperti akomodasi, transportasi, kuliner, hingga kebutuhan wisata lainnya.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan konser musik internasional dapat menciptakan aktivitas ekonomi yang menjangkau sejumlah sektor pariwisata.
“Konser musik internasional bukan hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi pariwisata. Kehadiran musisi dan penggemar dari berbagai negara menciptakan aktivitas ekonomi yang luas, mulai dari tiket, akomodasi, transportasi, kuliner, hingga berbagai sektor pendukung lainnya,” ucap Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana.
Kedatangan wisman tersebut juga berlangsung berdekatan dengan agenda Jakarta Running Festival yang diperkirakan melibatkan sekitar 35.000 peserta. Kondisi ini membuat pengaturan mobilitas menjadi perhatian Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Pemprov DKI Jakarta menyatakan akan melakukan koordinasi agar penyelenggaraan kedua agenda tersebut dapat berjalan dengan baik.
"Supaya pengaturannya menjadi baik nanti kami akan koordinasikan," ujar Pramono.
Dengan proyeksi lebih dari 15.000 wisatawan mancanegara, konser YE Live in Jakarta 2026 menjadi salah satu event musik yang berpotensi membawa pergerakan wisatawan internasional ke Jakarta sekaligus mendorong aktivitas di berbagai sektor pariwisata. (deA/RaM)
Gen Z takeaway
Konser YE Live in Jakarta 2026 bukan cuma soal penonton yang datang ke venue. Proyeksi lebih dari 15.000 wisman menunjukkan bagaimana satu konser bisa ikut membawa pergerakan wisatawan ke Jakarta, mulai dari penginapan, transportasi, kuliner, sampai aktivitas wisata selama mereka berada di Ibu Kota.









