Perkiraan Cuaca Indonesia Sepekan, BMKG Spill El Niño, Karhutla dan Asap hingga Hujan Lokal

Penulis: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Henni Rachma Sari
Selasa, 15 September 2026 | 18:09 WIB
Perkiraan Cuaca Indonesia Sepekan, BMKG Spill El Niño, Karhutla dan Asap hingga Hujan Lokal
Perkiraan Cuaca Indonesia Sepekan, BMKG Spill El Niño, Karhutla dan Asap hingga Hujan Lokal (Ilustrasi/Pexels)

astakom.com, Jakarta – Perkiraan cuaca Indonesia pada 15–21 September 2026 masih membawa cerita yang cukup kontras. Di satu sisi, musim kemarau dan atmosfer relatif kering masih mendominasi sebagian besar wilayah. Namun di sisi lain, hujan lokal hingga intensitas lebat dan angin kencang tetap berpotensi muncul di sejumlah daerah.

Melansir keterangan resmi BMKG pada Selasa, (15/09/2026), sekitar 81 persen Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah memasuki musim kemarau hingga Dasarian I September 2026. Kondisi tersebut berjalan beriringan dengan semakin panjangnya periode tanpa hujan di sejumlah wilayah.

BMKG mencatat 1.637 titik mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) kategori ekstrem, yakni lebih dari 60 hari berturut-turut tanpa hujan. Wilayah yang terdampak terutama berada di bagian selatan Indonesia, mencakup Lampung, sebagian besar Jawa, Kalimantan bagian selatan, Sulawesi Selatan, Maluku, Bali, Nusa Tenggara, hingga Papua Selatan.

El Niño masih kuat

Kondisi atmosfer yang relatif kering tersebut turut diperkuat oleh El Niño yang masih berada pada kategori sangat kuat. BMKG mencatat anomali suhu muka laut di wilayah Niño 3.4 mencapai +2,76°C pada Dasarian I September 2026.

Fenomena El Niño ini diprakirakan masih bertahan hingga awal 2027. Dalam konteks cuaca Indonesia, pengaruh tersebut ikut berkaitan dengan terbatasnya pasokan kelembapan sehingga kondisi kering berpotensi berlanjut di sejumlah wilayah.

Kombinasi curah hujan yang minim, musim kemarau, dan pengaruh El Niño juga meningkatkan potensi kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Jadi, kondisi kering yang sedang berlangsung bukan sekadar soal cuaca panas, tetapi juga membuat risiko kebakaran perlu lebih diwaspadai.

Pemantauan satelit BMKG pada 13 September 2026 menunjukkan masih banyak titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence). Sebarannya paling banyak berada di Kalimantan sebanyak 627 titik, kemudian Papua dan Maluku 200 titik, Sulawesi 104 titik, serta Sumatra 86 titik.

Asap ikut terpantau

Kondisi kering juga membuat kabut asap dari karhutla menjadi perhatian. Berdasarkan citra Satelit Himawari-9 pada 14 September 2026 pukul 08.00 WIB, BMKG mendeteksi sebaran asap di sejumlah wilayah Sumatra, Kalimantan, Maluku, dan Papua.

BMKG menyebut kondisi tersebut dapat berdampak pada kualitas udara, kesehatan masyarakat, jarak pandang, hingga aktivitas transportasi di wilayah yang terdampak.

Cuaca kering juga berkaitan dengan minimnya tutupan awan. Akibatnya, radiasi matahari yang mencapai permukaan bumi menjadi lebih maksimal dan turut mendorong kenaikan suhu di sejumlah wilayah.

Suhu maksimum lebih dari 36°C tercatat di beberapa daerah, antara lain Lampung, Aceh, Banten, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara. Kondisi panas tersebut dapat mengurangi kenyamanan dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang banyak beraktivitas di luar ruangan.

Bukan cuma panas dan asap yang perlu masuk radar. BMKG juga mencatat kejadian angin kencang di sejumlah wilayah akibat menguatnya monsun Australia dalam beberapa hari terakhir. Kerusakan bangunan, pohon tumbang, hingga gangguan transportasi sebelumnya dilaporkan terjadi di Cimahi, Jawa Barat, serta Situbondo dan Mojokerto, Jawa Timur.

Hujan tetap bisa muncul

Meski suasana kemarau masih dominan, bukan berarti seluruh Indonesia bakal kering tanpa hujan. BMKG mencatat hujan sedang hingga lebat masih terjadi secara lokal.

Pada 10–13 September 2026, hujan lebat tercatat di Riau, Aceh, dan Sumatra Utara. Hujan dengan intensitas tinggi pada periode tersebut bahkan ikut memicu banjir dan tanah longsor di Aceh Tengah, Aceh Timur, serta Tapanuli Tengah.

Peluang hujan tersebut berkaitan dengan dinamika atmosfer yang masih aktif. BMKG memantau aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial di sekitar Sumatra, sebagian Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Maluku Utara. Sementara Gelombang Kelvin aktif di sekitar Sumatra Utara, Riau, sebagian Kalimantan, dan Sulawesi.

Pertemuan serta belokan angin di sejumlah wilayah juga dapat membantu pertumbuhan awan hujan. Untuk periode 15–21 September, hujan masih berpotensi terjadi di sebagian Sumatra, Kalimantan, Sulawesi bagian tengah dan selatan, Papua Pegunungan, serta Papua.

Untuk 15–17 September, BMKG memprakirakan cuaca Indonesia umumnya berawan hingga hujan sedang. Peningkatan hujan sedang berpotensi terjadi di Sumatra Barat, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Papua Pegunungan, dan Papua.

Wilayah Aceh dan Sumatra Utara masuk kategori Siaga untuk potensi hujan lebat hingga sangat lebat. Sementara angin kencang berpotensi terjadi di Bali, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Maluku, Maluku Utara, NTB, NTT, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Kalimantan Selatan, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.

Memasuki 18–21 September, kondisi umumnya diprakirakan cerah berawan hingga hujan sedang. Potensi peningkatan hujan sedang masih terbuka di Sumatra Utara, Riau, Jambi, Jawa Barat, sejumlah wilayah Kalimantan, Sulawesi, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua.

Pada periode ini, Aceh dan Sumatra Barat masuk kategori Siaga untuk hujan lebat hingga sangat lebat. Potensi angin kencang juga perlu diperhatikan di Aceh, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, NTT, dan Papua Selatan. (deA/RaM)

Gen Z Takeaway

Cuaca sepekan ke depan memang didominasi kemarau dan atmosfer kering yang diperkuat El Niño sangat kuat, tetapi hujan lokal dan angin kencang tetap bisa muncul. Jadi, tetap pantau update BMKG dan jangan lengah sama perubahan cuaca yang datang tiba-tiba.

BMKG Update BMKG Informasi BMKG El Nino El ñino 2026 Karhutla

Infografis

Terkini