Menhan Apresiasi Kolaborasi dengan Militer Jepang Tangani Karhutla di Kalimantan
astakom.com, Jakarta — Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin mengapresiasi kinerja militer Jepang yang sudah ikut turun tangan menangani bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.
Momen ini disampaikan Sjafrie sewaktu meninjau kapal Japan Maritime Self-Defense Force (JMSDF) JS Kunisaki serta tiga helikopter CH-47 Chinook di Mempawah, Kalimantan Barat.
Berdasarkan siaran pers Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI, Sjafrie mendengar paparan langsung dari personel militer Jepang mengenai update penanganan karhutla di lapangan.
Sjafrie mengacungi jempol atas semua bantuan yang sudah dikucurkan Jepang demi mengatasi karhutla di Tanah Air. Di sela-sela peninjauan tersebut, Sjafrie bahkan langsung menghubungi Menhan Jepang Shinjiro Koizumi via telepon untuk menyampaikan rasa terima kasih secara personal.
"Sebagai Menteri Pertahanan, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi atas respons cepat dalam memberikan bantuan helikopter CH-47 yang dilengkapi kemampuan pemadaman kebakaran," kata Sjafrie, dikutip Rabu (16/09/2026).
Kolaborasi tangani karhutla
Sjafrie menaruh harapan besar agar kolaborasi ini mampu meringankan beban Pemerintah Indonesia dalam menanggulangi karhutla, sembari memperkokoh ikatan bilateral kedua negara.
"Yang paling penting adalah bagaimana seluruh kemampuan yang ada dapat digunakan untuk melindungi masyarakat, mempercepat pemadaman, dan mengurangi dampak karhutla. Itulah manfaat nyata dari hubungan baik dan diplomasi pertahanan Indonesia dan Jepang," ucap Sjafrie.
Tidak menggeser peran pemerintah
Sesuai penjelasan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Letjen TNI Tri Budi Utomo via siaran pers Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, tiga helikopter asal Negeri Sakura tersebut bertugas menangani karhutla terhitung sejak 12 September hingga 19 September 2026.
Ia menegaskan, hadirnya armada Jepang ini sama sekali tidak menggeser peran Pemerintah Indonesia sebagai leading sector utama.
Tri Budi menerangkan bahwa dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen defence cooperation arrangement (DCA) alias kerja sama pertahanan komprehensif Indonesia-Jepang yang telah disepakati pada 4 Mei 2026.
Fokus penanggulangan bencana
Fokus utama kesepakatan tersebut mencakup ranah penanggulangan bencana, termasuk humanitarian assistance and disaster relief (HADR). Oleh sebab itu, misi ini murni berlandaskan aksi kemanusiaan dan patut dimaknai dalam koridor diplomasi utuh.
"Jadi, seluruh kemampuan nasional tetap dikerahkan. Bantuan Jepang kemudian diintegrasikan dengan seluruh operasi penanganan karhutla yang dilaksanakan oleh pemerintah Indonesia," tutur dia. (aLf/aNs)
Gen Z Takeaway
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin mengapresiasi bantuan militer Jepang dalam penanganan karhutla di Kalimantan melalui tiga helikopter CH-47 Chinook. Dukungan ini menjadi bagian dari kerja sama pertahanan Indonesia-Jepang di bidang penanggulangan bencana, sekaligus memperkuat respons pemadaman tanpa menggeser peran pemerintah Indonesia sebagai leading sector.









