Update Misi Pencarian di Selat Sunda: Tim SAR Temukan Jaket Pelampung & Terpal

Editor: Anri Syaiful
Senin, 14 September 2026 | 00:08 WIB
Update Misi Pencarian di Selat Sunda: Tim SAR Temukan Jaket Pelampung & Terpal
Gubernur Banten Andra Soni memantau perkembangan operasi pencarian delapan korban hilang di Posko SAR Carita, Pandeglang, Banten, Minggu (13/09/2026). [Dok. Pimpinan Pemprov Banten]

astakom.com, Jakarta – Proses pencarian delapan warga yang hilang kontak saat memantau aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda memasuki babak baru. Memasuki hari keenam pada Minggu (13/9/2026), Tim Search and Rescue (SAR) Gabungan mulai menemukan sejumlah barang penunjuk di berbagai titik area penyisiran.

Kasubsi Operasi dan Siaga Basarnas Banten, Rizky Dwianto, mengonfirmasi bahwa penemuan tersebut berasal dari penyisiran intensif yang dilakukan berbagai armada SAR di sektor-sektor strategis.

Penyisiran KRI Teluk Gilimanuk dan armada laut

Operasi penyisiran skala besar ini melingkupi kawasan dari Selat Sunda hingga wilayah Lampung. Di Sektor V, KRI Kerambit bersama KRI Teluk Gilimanuk melakukan pencarian secara menyeluruh selama sembilan jam.

"Dalam penyisiran tersebut, KRI Teluk Gilimanuk menemukan satu jaket pelampung berwarna oranye dan satu terpal pada pukul 08.55 WIB," ujar Rizky Dwianto kepada awak media di Pandeglang, Banten.

Pencarian berlanjut ke Sektor W di mana KAL Anyer bergerak melintasi kawasan perairan Teluk Belimbing, Lampung, selama sembilan jam. Armada ini kembali menemukan satu jaket pelampung berwarna oranye tepat pukul 09.45 WIB.

Temuan di radius Gunung Anak Krakatau

Bergerak mendekati titik utama aktivitas vulkanik, tim yang terdiri dari KM Bima, RIB 02 Banten, dan KM Garuda turut menyisir area di sekitar pulau Gunung Anak Krakatau."KM Bima menemukan satu jaket pelampung berwarna oranye di sekitar Pulau Rakata pada pukul 09.58 WIB," terang Rizky.

Tidak berselang lama, RIB 02 Basarnas Lampung yang beroperasi di sekitar Pulau Sebesi memantau penemuan barang lain di area selatan penyisiran Pulau Sangiang sekitar pukul 10.15 WIB. Temuan tersebut meliputi satu terpal dan satu galon.

Seluruh bukti penemuan di lapangan kini telah diamankan untuk identifikasi resmi. "Untuk keseluruhan pelaksanaan operasi SAR hari ini, objek-objek tersebut telah kami serahkan kepada pihak yang berwenang, dalam hal ini kepolisian, untuk ditindaklanjuti lebih lanjut," tegas Rizky.

Penyisiran terus berlanjut

Meski beberapa objek telah ditemukan, tim SAR gabungan belum mendapatkan petunjuk langsung mengenai keberadaan delapan korban yang dicari.

Sebagai informasi, rombongan tersebut bertolak menggunakan speedboat dari Dermaga Pegedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Senin (07/09/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Lima di antaranya merupakan jurnalis: 

• M. Bagus Khoirunnas (ANTARA) • Ari Basuki (Merdeka) • Yudhistiro Pranoto (iNews) • Firman Daus (Anadolu) • Donal Husni (Jurnalis Lepas)

Tiga orang lainnya yang berada di dalam kapal adalah Warta (nakhoda), Surakman (ABK), serta Heriyanto (pemandu).

Hingga saat ini, Tim SAR Gabungan terus memaksimalkan pencarian dan mengevaluasi setiap temuan fisik untuk melacak keberadaan seluruh korban. (aNs)

Gen Z Takeaway

Info update pencarian 8 korban hilang di Selat Sunda lagi makin intense nih, guys—Tim SAR gabungan udah nemuin beberapa barang penunjuk kayak jaket pelampung oranye, terpal, sampe galon yang kelempar di perairan sekitar Pulau Rakata sama Pulau Sangiang. Momen ini bener-bener bikin anxious karena rombongan yang isinya 5 jurnalis plus 3 awak kapal ini belum kelihatan  sejak pamit monitoring erupsi Gunung Anak Krakatau pas Senin kemaren, tapi tim penyisir masih stay sharp dan tetep effort maksimal buat nemuin keberadaan mereka.

Jurnalis Hilang Kontak 5 Jurnalis Hilang Kontak Selat Sunda erupsi gunung anak krakatau Tim SAR Gabungan

Infografis

Terkini