Presiden Mesir Dongkrak BRICS Amankan Ketahanan Ekonomi dan Rantai Pasok Global!

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Senin, 14 September 2026 | 05:30 WIB
Presiden Mesir Dongkrak BRICS Amankan Ketahanan Ekonomi dan Rantai Pasok Global!
Presiden Mesir Dongkrak BRICS Amankan Ketahanan Ekonomi dan Rantai Pasok Global! [Ilustrasi Presiden Mesir/Gemini AI]

astakom.com, Jakarta – Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi ngajak negara-negara anggota dan mitra BRICS buat makin mempererat kolaborasi. Langkah ini penting banget dilakukan demi membangun perekonomian yang jauh lebih kokoh di tengah gempuran perubahan cepat dan berbagai dinamika ekonomi global yang makin unpredictable.

Pernyataan tegas ini disampaikan langsung oleh El-Sisi saat mengisi sesi terbuka di hari kedua KTT ke-18 BRICS yang berlangsung di New Delhi, India, pada Minggu (13/09/2026).

El-Sisi berpendapat, ketahanan ekonomi suatu negara gak bisa didapat begitu aja. Butuh adanya diversifikasi sumber pertumbuhan, penguatan rantai pasok, investasi masif pada sumber daya manusia dan teknologi, hingga perluasan kolaborasi antarnegara Global South.

Fokus Inovasi & AI

"Mesir memberikan perhatian besar terhadap kerja sama di bidang inovasi dan kecerdasan buatan (AI), termasuk transfer serta lokalisasi teknologi," ucap El-Sisi pada Minggu (13/09/2026).

"Langkah tersebut diperlukan agar negara-negara berkembang dapat memperoleh manfaat lebih besar dari transformasi teknologi," imbuhnya.

Membahas pembangunan berkelanjutan, El-Sisi menyerukan pentingnya meningkatkan kerja sama di sektor energi bersih dan terbarukan. Ia juga mendorong pemanfaatan sumber daya yang lebih efisien, sekaligus membuka kemudahan akses bagi negara-negara berkembang untuk mendapatkan pembiayaan dan teknologi terkini.

Stabilitas pangan & logistik

Di mata El-Sisi, ketahanan ekonomi punya keterkaitan erat dengan kemampuan sebuah negara dalam menjaga stabilitas pangan, energi, hingga kelancaran jalur perdagangan.

"Ketahanan ekonomi tidak dapat dipisahkan dari kemampuan kita untuk memastikan keamanan pangan dan energi, menjaga kelancaran arus perdagangan dan investasi, serta mengatasi gangguan rantai pasok,” ucap El-Sisi.

Oleh karena itu, Presiden Mesir ini ngedorong banget adanya peningkatan volume perdagangan dan investasi di antara negara anggota maupun mitra BRICS. Proyek-proyek kolaboratif harus makin diperbanyak biar integrasi ekonomi makin solid dan negara berkembang gak gampang goyah saat kena guncangan eksternal.

Peran Terusan Suez

El-Sisi juga memamerkan keseriusan Mesir yang terus all in berinvestasi di sektor pelabuhan, koridor transportasi, sampai jaringan logistik. Ia menegaskan kalau Terusan Suez bakal tetap jadi jantung dari seluruh sistem logistik tersebut karena statusnya sebagai salah satu jalur perdagangan internasional paling krusial di bumi.

Posisi Terusan Suez yang sangat strategis menjadikan stabilitas rantai pasok dan arus perdagangan bukan cuma jadi urusan penting bagi Mesir, tapi juga bagian dari agenda ekonomi utama yang diangkat El-Sisi ke forum BRICS.

Penguatan pembiayaan NDB

Gak cuma soal perdagangan dan logistik, El-Sisi juga mewanti-wanti pentingnya memperkuat peran lembaga pembiayaan pembangunan, khususnya New Development Bank (NDB). Menurutnya, NDB harus berani mengembangkan pembiayaan lebih besar untuk proyek-proyek infrastruktur dan pembangunan, plus mempermudah akses negara berkembang untuk mendapat pembiayaan dengan syarat yang lebih ramah.

El-Sisi memandang, keberagaman yang dimiliki para anggota dan mitra BRICS justru jadi peluang emas buat menciptakan model kerja sama praktis yang nyata di antara negara-negara Global South.

Ia menyebutkan kalau model kerja sama tersebut bisa dibangun di atas empat pilar utama, yaitu ketahanan, inovasi, kerja sama, dan keberlanjutan.

Ungkapan El-Sisi ini jadi salah satu poin penting yang menutup gelaran KTT BRICS hari terakhir setelah berlangsung selama dua hari penuh di New Delhi.

Saat ini, BRICS diperkuat oleh 11 negara anggota, yaitu Brasil, Rusia, India, Tiongkok, Afrika Selatan, Mesir, Ethiopia, Indonesia, Iran, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UEA).

Dengan wadah keanggotaan yang makin luas dan solid ini, El-Sisi optimistis BRICS punya ruang gerak yang jauh lebih lega untuk terus mendongkrak perdagangan, investasi, alih teknologi, pembiayaan pembangunan, hingga integrasi ekonomi yang lebih inklusif antarnegara Global South. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi menegaskan pentingnya kolaborasi antarnegara berkembang di BRICS agar perekonomian tidak mudah runtuh saat menghadapi krisis global. Fokus utamanya mencakup transfer teknologi AI, pemanfaatan energi bersih, pembiayaan yang lebih fleksibel melalui New Development Bank (NDB), serta optimalisasi jalur logistik strategis seperti Terusan Suez. Bagi Gen Z, langkah ini krusial karena menentukan kestabilan harga kebutuhan harian, ketersediaan energi, hingga terbukanya peluang karier baru di bidang teknologi dan industri hijau di masa depan.

Mesir KTT BRICS KTT BRICS 2026 Forum Brics

Infografis

Terkini