Gunung Semeru Kembali Erupsi Semburkan Abu 1.000 Meter, PVMBG Peringatkan Radius Bahaya Hingga 13 Km!
astakom.com, Jakarta — Gunung Semeru di Jawa Timur kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), letusan tercatat menyemburkan tinggi kolom abu teramati mencapai 1.000 meter di atas puncak, atau sekitar 4.676 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu tebal berwarna kelabu tersebut teramati membumbung dan bergerak ke arah timur. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi 140 detik.
Petugas Pos Pantau Gunung Semeru, Sigit Rian, langsung mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat maupun wisatawan agar tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara, khususnya di sepanjang aliran Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).
"Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," katanya.
Selain zona Besuk Kobokan, warga dilarang mendekat dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Semeru akibat tingginya risiko lontaran batu pijar.
"Selalu waspada potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," imbaunya.
Masih berstatus Siaga (Level III), sudah meletus 1.868 Kali di 2026
Sepanjang tahun 2026, Gunung Semeru tercatat menjadi salah satu gunung api paling aktif dengan total erupsi mencapai 1.868 kali. Hingga Senin (14/9/2026) pukul 06.51 WIB, status Gunung Semeru masih tertahan di Level III (Siaga).
Update catatan aktivitas seismik pagi ini
Data PVMBG menunjukkan pergerakan seismik yang lumayan intens sepanjang Senin (14/09/2026) periode pukul 00.00–06.00 WIB:
- 27 kali gempa Letusan/Erupsi (amplitudo 10–23 mm, durasi 58–178 detik)
- 9 kali gempa Guguran (amplitudo 2–4 mm, durasi 43–71 detik)
- 8 kali gempa Hembusan (amplitudo 2–7 mm, durasi 41–76 detik)
- 5 kali Harmonik (amplitudo 2–3 mm, durasi 326–1130 detik) (RaM/aNs)
Gen Z Takeaway
Gunung Semeru kembali menunjukkan peningkatan aktivitas usai menyemburkan kolom abu setinggi 1.000 meter ke arah timur pada Senin (14/9/2026) pagi, menambah catatan letusannya yang mencapai 1.868 kali sepanjang 2026. Dengan status yang masih bertahan di Siaga (Level III), petugas pos pantau Sigit Rian mewanti-wanti warga dan wisatawan buat mengosongkan zona bahaya radius 5 km dari puncak serta menghindari aktivitas di sepanjang jalur Besuk Kobokan hingga 13 km demi mengantisipasi ancaman lontaran batu pijar, awan panas, maupun aliran lahar susulan.








