Presiden Iran Serukan BRICS Usulkan Sekretariat Permanen demi Perangi Sanksi Sepihak Dunia
astakom.com, Jakarta – Presiden Iran Masoud Pezeshkian secara tegas mendesak seluruh negara anggota BRICS untuk bersatu melawan sanksi sepihak. Tak hanya itu, ia juga mendorong pembentukan sekretariat permanen agar pergerakan dan efektivitas blok tersebut makin solid dan bernasib jelas.
Pernyataan keras tersebut diungkapkan Pezeshkian saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS yang berlangsung di New Delhi, India, pada Sabtu (12/09/2026).
Desak sekretariat permanen
“Untuk meningkatkan efisiensi dan mempercepat pelaksanaan keputusan BRICS, diperlukan langkah-langkah seperti melawan sanksi sepihak, mengubah persaingan menjadi kerja sama, dan membentuk sekretariat permanen,” tegas Pezeshkian,sebagaimana dilansir kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim pada Minggu, (13/09/2026).
3 pilar utama
Dalam kesempatan itu, Pezeshkian membedah tiga bidang krusial yang menurut Iran wajib diperkuat dalam ekosistem kerja sama BRICS:
- Koordinasi Politik yang Solid: Memperketat keselarasan politik dengan berpatokan pada Piagam PBB serta menjunjung tinggi kedaulatan nasional tiap negara.
- Kemandirian Ekonomi & Keuangan: Mengembangkan jaringan ekonomi yang independen dan tidak menggantungkan diri pada “instrumen monopolistik”.
- Inovasi Berkelanjutan untuk Global South: Memperluas kolaborasi di ranah ilmu pengetahuan, teknologi, energi, hingga ketahanan pangan demi menyokong kepentingan negara-negara Global South.
Ujian tata kelola
Bukan cuma soal ekonomi dan politik internal, Pezeshkian juga memberikan perhatian khusus pada isu kemanusiaan di Palestina. Menurutnya, pemenuhan hak rakyat Palestina untuk menetapkan nasib mereka sendiri merupakan sebuah “ujian serius” bagi kredibilitas serta legitimasi tata kelola global saat ini.
“Setiap solusi yang adil membutuhkan penghormatan terhadap kehendak rakyat Palestina,” tutur Pezeshkian.
Ia menambahkan kalau peran BRICS sebagai pilar keadilan dunia tidak boleh setengah-setengah dalam mengawal isu ini sampai tuntas.
“BRICS, sebagai suara keadilan, harus memainkan peran yang lebih aktif dalam mengakhiri pendudukan dan menjamin hak-hak sah mereka,” jelasnya.
Posisi Iran di BRICS
Dorongan dari Pezeshkian ini mengemuka di tengah masifnya pergerakan BRICS yang terus memperluas jaringan kerja sama di sektor politik, ekonomi, teknologi, hingga pembangunan antaranggota.
Sebagai catatan, Iran resmi join menjadi bagian dari keluarga besar BRICS dalam gelombang perluasan keanggotaan kelompok tersebut bersama beberapa negara lainnya sejak 2024. (nAD/aNs)
Gen Z Takeaway
Intinya, Iran ngajak BRICS buat stop kebergantungan sama aturan main barat dengan bikin sekretariat permanen, ngedorong ekonomi independen, dan berani bersuara lantang bela keadilan buat Palestina di level global.








