Putin Ungkap Perdagangan Intra BRICS Tembus Rp21 Kuadriliun, Ini Potensi Tersembunyinya!

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Senin, 14 September 2026 | 18:31 WIB
Putin Ungkap Perdagangan Intra BRICS Tembus Rp21 Kuadriliun, Ini Potensi Tersembunyinya!
Putin Ungkap Perdagangan Intra BRICS Tembus Rp21 Kuadriliun, Ini Potensi Tersembunyinya! [Dok. Kremlin.ru]

astakom.com, Jakarta – Integrasi ekonomi antarnegara BRICS mendadak bikin heboh panggung diplomasi global. Presiden Rusia Vladimir Putin spill data terbaru bahwa angka perdagangan internal di antara negara-negara anggota kelompok tersebut sudah menyentuh USD1,2 triliun atau setara Rp21,12 kuadriliun. Angka ini jadi bukti nyata kalau potensi kerja sama ekonomi di wadah ini masih sangat besar.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Putin saat menghadiri pertemuan format BRICS Outreach pada hari kedua KTT ke-18 BRICS yang berlangsung di New Delhi, India, Minggu (13/09/2026).

Dalam kesempatan itu, ia menyoroti bagaimana tren pertumbuhan populasi negara BRICS terus melonjak tiap tahun. Tak hanya itu, kekuatan pasar domestik serta pembangunan proyek infrastruktur di negara-negara anggotanya juga dinilai makin melesat pesat.

“Perdagangan domestik dalam asosiasi kami telah mencapai USD1,2 triliun,” tutur Putin, dilansir dari Anadolu Agency pada Senin (14/09/2026).

Lonjakan angka & dominasi pasar

Lebih lanjut, Pemimpin Rusia itu membeberkan kalau negara-negara BRICS kini memegang kendali atas hampir seperempat total ekspor dunia. Di samping itu, BRICS menjadi motor utama yang mendorong dinamika produk domestik bruto (PDB) global dengan porsi kontribusi yang dilaporkan menembus 49 persen.

Potensi rantai produksi baru

Walaupun angkanya sudah tergolong real, Putin menilai potensi pengembangan BRICS sebenarnya masih jauh dari kata maksimal dan belum sepenuhnya dimanfaatkan. Salah satu amunisi pertumbuhan yang belum digarap secara optimal adalah aspek struktur ekonomi antaranggota yang saling melengkapi satu sama lain.

Variasi struktur ekonomi dan keahlian spesifik dari tiap-tiap negara justru menjadi ruang gerak yang sangat ideal untuk memperluas kerja sama taktis. Peluang emas ini mencakup perancangan rantai produksi baru, akselerasi pengembangan teknologi dan jasa, hingga pembukaan akses pasar-pasar baru.

“Faktanya, kita sedang berbicara mengenai pembentukan platform pertumbuhan bersama BRICS yang secara organik menggabungkan keunggulan kompetitif ekonomi kita,” ungkap Putin.

Ungkapan tersebut makin memantapkan integrasi ekonomi sebagai agenda super krusial bagi BRICS, apalagi di tengah langkah kelompok ini yang terus gencar memperluas jangkauan anggota maupun negara mitra. Dengan lalu lintas perdagangan intra-BRICS yang kian naik kelas, Putin optimis keterkaitan ekonomi antarnegara bakal makin solid lewat jaringan produksi dan pasar yang terintegrasi.

Prinsip solidaritas multipolar

Sorotan publik internasional terhadap agenda BRICS juga dipandang makin intensif. Menurut Putin, nilai-nilai dasar dan prinsip solidaritas yang diusung BRICS terasa semakin relevan dan punya daya tarik tinggi bagi negara-negara lain di dunia.

Ia menegaskan kalau BRICS selalu mengedepankan kesempatan yang setara serta tanpa batasan bagi seluruh negara demi menggapai pertumbuhan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan.

“Nilai dan cita-cita kami menjadi semakin menarik,” ucap Putin.

Upaya ini sejalan dengan spirit BRICS yang aktif mengawal terciptanya tatanan dunia multipolar yang jauh lebih adil dan seimbang. Sinyal yang dipancarkan Putin ini selaras dengan dorongan konsisten Rusia untuk menggenjot peran negara-negara berkembang dalam kancah tata kelola global, sekaligus memperkuat kolaborasi strategis di luar hegemoni sistem ekonomi Barat.

Ekspansi anggota & negara mitra

Gelaran KTT BRICS di New Delhi kali ini dihadiri oleh jajaran pemimpin negara anggota serta negara mitra. Saat ini, BRICS telah berkembang pesat dan menaungi 11 negara anggota resmi, yaitu Brasil, Rusia, India, Tiongkok, Afrika Selatan, Mesir, Ethiopia, Indonesia, Iran, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UEA).

Selain 11 negara anggota utama tersebut, BRICS juga merangkul sejumlah negara mitra yang ikut terlibat aktif dalam berbagai program kerja sama strategis di berbagai sektor. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

BRICS lagi beneran flexing kekuatan ekonomi baru nih, dari perdagangan internal yang tembus ribuan triliun sampai ngeraih porsi PDB global yang makin dominan. Intinya, kolaborasi antarnegara berkembang ini terbukti bukan sekadar wacana, tapi udah siap bikin tatanan ekonomi dunia jadi jauh lebih adil dan balanced tanpa bergantung sama satu pihak aja.

Presiden Vladimir Putin KTT BRICS Forum Brics KTT BRICS 2026

Infografis

Terkini