Inggris Berpotensi Bubar? Pemimpin Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara Gelar Pertemuan

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Senin, 14 September 2026 | 20:31 WIB
Inggris Berpotensi Bubar? Pemimpin Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara Gelar Pertemuan
Inggris Berpotensi Bubar? Pemimpin Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara Gelar Pertemuan [Ilustrasi bendera Inggris/Gemini AI]

astakom.com, Jakarta – Isu masa depan konstitusi Britania Raya (UK) lagi berada di titik yang intens. Pemimpin dari Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara dijadwalkan berjumpa di Cardiff pada Senin, (14/09/2026) untuk membahas kemungkinan perubahan konstitusional di masa mendatang, terkhusus potensi berpisah dari UK.

Pertemuan tingkat tinggi

Dilansir dari Anadolu Agency, Senin, (14/09/2026), pertemuan tingkat tinggi tersebut akan mempertemukan Menteri Utama Skotlandia John Swinney, Menteri Utama Wales Rhun ap Iowerth, dan Menteri Utama Irlandia Utara Michelle O'Neill.

Mereka diduga akan menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang mengajak kenaikan kolaborasi di sektor ekonomi, energi, hubungan dengan Eropa, hingga persoalan konstitusional. Tak hanya ketiganya, Presiden Sinn Fein Mary Lou McDonald juga dijadwalkan hadir dalam agenda penting di Cardiff tersebut.

Berdasarkan dari The Telegraph, persetujuan yang sedang digarap itu akan menegaskan kalau Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara memiliki hak penuh buat menetapkan masa depan konstitusional masing-masing lewat proses demokratis.

Perjumpaan ini menjadi sorotan hangat lantaran perdebatan seputar kemerdekaan Skotlandia dan reunifikasi Irlandia kembali mencuat ke permukaan.

John Swinney mengungkapkan pada hari Minggu kalau kepemimpinan para politikus pro-kemerdekaan di 3 wilayah tersebut merupakan sebuah progress penting pada perdebatan soal masa depan UK.

"Untuk pertama kalinya, Skotlandia, Wales dan Irlandia Utara dipimpin oleh menteri utama yang pro-kemerdekaan," ucap Swinney.

Menurutnya, kemajuan ini menjadi bukti nyata kalau dukungan publik terhadap perubahan konstitusional memang makin menguat. Ia menambahkan kalau pembicaraan di Cardiff bakal berfokus pada kolaborasi antardaerah serta pendekatan masing-masing wilayah terhadap isu kemerdekaan.

Dukungan kejutan Donald Trump

Pertemuan di Cardiff ini juga makin mengudara setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengungkapkan supportnya atas kemungkinan penyatuan Irlandia.

Saat mengadakan konferensi pers bareng Perdana Menteri Irlandia Micheál Martin di Dublin pada Sabtu lalu, Trump mengaku terang-terangan kalau ia bakal menyambut baik jika Irlandia bersatu.

"Saya akan senang melihatnya bersatu," ucap Trump.

Berdasarkan pandangan Trump, penyatuan wilayah tersebut pada akhirnya memang tidak bisa dihindari, sehingga tidak perlu ditunda-tunda lagi

"Saya melihatnya seperti ini: pada akhirnya itu akan terjadi. Sebaiknya terjadi sekarang," ungkapnya.

Pernyataan dari Presiden AS ini otomatis kembali menyoroti status konstitusional Irlandia Utara, yang sampai sekarang masih menjadi bagian dari kerajaan UK.

Landasan hukum & referendum

Berlandaskan Good Friday Agreement 1998, referendum soal status konstitusional Irlandia Utara sebenarnya udah dapat diadakan jika ditemukan tanda kuat kalau sebagian besar rakyat berencana memilih keluar dari UK dan join kembali dengan Republik Irlandia.

Di sisi lain, persoalan referendum kemerdekaan Skotlandia juga masih menjadi perselisihan sengit antara pemerintah Edinburgh dan London.

Sebelumnya, Perdana Menteri UK Andy Burnham sempat menyampaikan kalau referendum kemerdekaan Skotlandia bisa saja dilaksanakan jika ditemukan "konsensus yang jelas" di tengah masyarakat Skotlandia.

Sikap penolakan dari London

Namun belakangan, Burnham menulis surat resmi kepada Swinney untuk menekankan kembali posisi pemerintah pusat. Ia menyatakan kalau pemerintah UK tidak akan mendukung referendum kemerdekaan baru sebelum pemilihan umum berikutnya digelar.

Burnham beralasan, sekarang belum ada konsensus yang cukup kuat di Skotlandia buat mengadakan referendum baru. Ia juga menilai belum ada bukti nyata kalau mayoritas masyarakat Irlandia Utara berkeinginan untuk meninggalkan UK.

Sikap tegas dari London ini memposisikan pemerintah UK di bawah desakan politik yang kian rumit. Dalam hal tertentu, London berupaya keras mempertahankan kerangka konstitusional yang ada dan menolak gagasan referendum tanpa dukungan publik yang nyata. Namun di sisi lain, para pemimpin di wilayah-wilayah tersebut justru semakin terbuka membahas arah hubungan mereka dengan pemerintah pusat di masa depan.

Makanya, pertemuan di Cardiff ini bisa jadi turning point penting buat menyelaraskan langkah politik wilayah-wilayah yang menginginkan reformasi konstitusi meski bukan berarti ketiganya sudah sepakat bulat untuk langsung say goodbye dari UK. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

UK lagi di ujung tanduk! Tiga wilayah inti (Skotlandia, Wales, Irlandia Utara) buat pertama kalinya dipimpin sosok pro-kemerdekaan dan mereka kumpul bareng di Cardiff buat bahas opsi "cabut" dari UK. Makin panas lagi karena Donald Trump ikut nimbrung dan bilang mending Irlandia langsung bersatu aja sekalian. Walau London masih berusaha nahan, pergerakan ini bisa jadi turning point sejarah baru.

inggris Inggris Raya Skotlandia Irlandia Utara

Infografis

Terkini