Hadapi Ancaman El Nino, Pemerintah Tangani Dampak Kekeringan di 2.200 Lokasi

Penulis: Alfian Tegar
Editor: Anri Syaiful
Kamis, 10 September 2026 | 07:08 WIB
Hadapi Ancaman El Nino, Pemerintah Tangani Dampak Kekeringan di 2.200 Lokasi
Pemerintah Amankan Lahan Pertanian dan Pasokan Air Bersih di 2.200 Titik [Dok. Kementerian PU]

astakom.com, Jakarta - Fenomena El Nino berpotensi memperparah risiko kekeringan di berbagai wilayah Indonesia. Untuk mengantisipasi dampaknya, pemerintah mengambil langkah proaktif guna mengamankan ketersediaan air bagi masyarakat dan sektor pertanian, sekaligus menekan risiko kebakaran hutan dan lahan yang meningkat pada kondisi cuaca kering.

Melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU), langkah penanganan darurat telah direalisasikan di 2.200 lokasi terdampak. Dari total sasaran tersebut, sebanyak 1.760 lokasi telah selesai ditangani secara efektif, sementara 440 lokasi lainnya berada dalam tahap penyelesaian. 

Intervensi yang difokuskan pada pemenuhan kebutuhan air bersih, penyelamatan lahan pertanian, dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan ini berhasil menyelamatkan 53.052 hektare sawah, menyalurkan lebih dari 14,1 juta liter air bersih kepada 857.725 jiwa, serta mendukung pemadaman di 283 titik api.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan bahwa ketersediaan air merupakan elemen fundamental dalam mendukung ketahanan nasional di tengah tantangan perubahan iklim global.

“Di tengah dunia yang terus berubah dan penuh ketidakpastian, air menjadi fondasi yang sangat penting bagi pembangunan berkelanjutan. Karena itu, penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi dan produktivitas pertanian tetap terjaga,” kata Dody, berdasarkan keterangan resminya, Rabu (09/09/2026).

Optimalisasi pasokan air bagi sektor pertanian

Guna menjaga produktivitas sektor pangan, pemerintah memprioritaskan penyaluran air ke area persawahan yang rentan mengalami penurunan debit air. 

Penanganan di lapangan disesuaikan dengan kondisi geografis tiap wilayah, seperti penggunaan sistem pompanisasi dari sungai di 104 lokasi, normalisasi saluran irigasi utama dan sekunder di 21 lokasi, serta pembuatan saluran darurat di 3 lokasi. 

Langkah teknis pendukung juga diterapkan melalui pemasangan sandbag, pengaturan pola giliran distribusi air, optimalisasi infrastruktur irigasi, hingga pemasangan jaringan pipa di 112 lokasi untuk memastikan pemanfaatan air tetap optimal bagi total 53.052 hektare sawah.

Pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat

Sementara itu, dampak kekeringan pada sektor permukiman ditangani secara langsung melalui intervensi di 1.677 lokasi terdampak. 

Pendistribusian air bersih menjadi langkah utama yang menjangkau 1.629 lokasi, disusul pemanfaatan sumur bor di 9 lokasi dan skema penanganan khusus di 39 lokasi lainnya. 

Secara keseluruhan, program distribusi ini menjangkau 857.725 jiwa dengan total volume air bersih yang disalurkan mencapai 14.109.231 liter sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga akses terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

Dukungan pengendalian Karhutla

Kondisi cuaca kering yang meningkatkan kerentanan kebakaran hutan dan lahan turut direspon Kementerian Pekerjaan Umum melalui pemadaman titik api di 283 lokasi, dengan 263 lokasi di antaranya telah selesai ditangani dan 20 lokasi sisanya masih dalam proses penyelesaian. 

Penanganan kekeringan ini sendiri tersebar luas di seluruh Indonesia, di mana Pulau Jawa mencatat cakupan terbesar dengan 1.291 lokasi yang mencakup penyediaan air bersih bagi 694.147 jiwa dan pasokan air untuk 28.582 hektare sawah. 

Sebaran wilayah lainnya meliputi Kalimantan dengan 412 lokasi, Sulawesi 199 lokasi, Sumatra 124 lokasi, Bali dan Nusa Tenggara 99 lokasi, Maluku 50 lokasi, serta Papua 25 lokasi.

Ke depan, Kementerian Pekerjaan Umum akan terus memantau ketersediaan air serta memperkuat koordinasi dengan unit pelaksana teknis di daerah guna mengoptimalkan infrastruktur sumber daya air secara berkelanjutan. 

Langkah ini diharapkan dapat memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi sekaligus mempertahankan produktivitas pertanian selama periode kekeringan berlangsung. (aLf/aNs)

Gen Z Takeaway

Pemerintah mulai gaspol menghadapi potensi El Nino dengan memperkuat ketahanan air di berbagai daerah. Dari 2.200 lokasi terdampak, 1.760 sudah ditangani, termasuk distribusi 14,1 juta liter air bersih untuk 857.725 jiwa, penyelamatan 53.052 hektare sawah, hingga pengendalian 283 titik karhutla. Langkah ini menunjukkan bahwa mitigasi kekeringan bukan sekadar soal menjaga pasokan air, tapi juga melindungi pangan, kebutuhan dasar masyarakat, dan lingkungan agar tetap resilient menghadapi cuaca ekstrem.

El Nino Kementerian PU Kekeringan Karhutla Kebakaran Hutan dan Lahan

Infografis

Terkini