Menko Pangan Bakal Tertibkan SPPG yang Tak Disiplin Jam Operasional MBG

Penulis: Alfian Tegar
Editor: Henni Rachma Sari
Minggu, 6 September 2026 | 02:08 WIB
Menko Pangan Bakal Tertibkan SPPG yang Tak Disiplin Jam Operasional MBG
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas). [astakom/Kemenko Pangan]

astakom.com, Jakarta - Kasus dugaan keracunan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) belakangan ini disinyalir berawal dari keterlambatan distribusi makanan. 

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menegaskan komitmen pemerintah untuk menertibkan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak disiplin dalam menjalankan jam operasional.

Saat dikonfirmasi seusai kegiatan Lampung Financial Festival (Finfest) 2026 di Bandar Lampung, Sabtu (05/09/2026), Zulhas menjelaskan bahwa standar fasilitas dapur penyedia makanan sebenarnya sudah memadai. 

Namun, kendala utama terletak pada kebiasaan dan faktor kelalaian manusia (human error) dalam menepati jadwal pengiriman.

“Dapur bagus, semua bagus. Tapi budaya. Misalnya, masak harusnya dikirim jam 6, mungkin bangunnya kesiangan, dikirimnya jam 11. Itu menimbulkan keracunan,” kata Zulhas.

Evaluasi sistem distribusi SPPG

Zulhas menyatakan pihak Kemenko Pangan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi SPPG dalam dua bulan mendatang. 

Ia menekankan tidak akan ada toleransi bagi pengelola maupun petugas yang terbukti teledor, termasuk ancaman sanksi pemecatan secara langsung.

“Ini kan menyangkut banyak kebiasaan kita, karena ini menyangkut 60 juta orang. Ini yang kami lagi tertibkan. Kasih waktu dua bulan, kami akan menyelesaikan ini. Dan saya sudah minta tidak boleh ada toleransi. Yang lalai, ganti. SPPG siapa saja yang terlibat, ganti. Kita tidak boleh mempertaruhkan anak kita walaupun satu orang keracunan,” tuturnya.

Sanksi penangguhan operasional SPPG

Berdasarkan data terbaru Badan Gizi Nasional (BGN), kondisi seluruh korban dugaan keracunan di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, saat ini terus membaik. 

Dari total 748 santri yang terdampak, sebagian besar telah kembali ke pesantren, dan tersisa 22 orang yang masih menjalani perawatan intensif di sembilan rumah sakit setempat.

Wakil Kepala BGN Mayor Jenderal TNI Trenggono mengonfirmasi bahwa BGN telah menghentikan sementara operasional SPPG Kali Tengah sejak Rabu (2/9) guna mempermudah proses investigasi. 

Langkah evaluasi ini dilakukan untuk memeriksa tingkat kepatuhan petugas terhadap prosedur operasional standar (SOP), yang diiringi dengan pencopotan kepala dapur unit tersebut. (aLf/RaM)

Gen Z Takeaway

Pemerintah mulai mengetatkan disiplin SPPG setelah dugaan keracunan dikaitkan dengan keterlambatan distribusi MBG. Evaluasi dua bulan dan sanksi tegas disiapkan, termasuk penghentian operasional hingga pencopotan petugas yang lalai, demi memastikan keamanan makanan bagi puluhan juta penerima.

Makan Bergizi Gratis MBG SPPG Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Menko Pangan Zulkifli Hasan

Infografis

Terkini