TNI AL dan Pasukan Marinir Mancanegara Perkuat Akurasi Tembak Malam
astakom.com, Jakarta - Pasukan TNI AL dan unsur korps marinir dari sejumlah negara sahabat menggelar latihan intensif menembak malam dalam Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Markas Batalyon Infanteri 9 Marinir, Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Kamis (04/09/2026).
Informasi resmi dari Pusat Penerangan Mabes TNI pada Sabtu (05/09/2026), menyebutkan bahwa unsur marinir gabungan ini melibatkan personel TNI AL, United States Marine Corps (USMC) asal Amerika Serikat, Amphibious Rapid Deployment Brigade (ARDB) Jepang, serta Republic of Korea Marine Corps (ROK MC) dari Korea Selatan.
Agenda ini dirancang khusus demi mempertajam kapasitas infiltrasi unit agar selalu siap mengeksekusi operasi tempur di tengah kegelapan malam.
"Para prajurit diuji kemampuannya dalam memanfaatkan perangkat Night Vision Goggles (NVG), disiplin penggunaan lampu, serta akurasi bidikan terhadap sasaran dalam gelap," seperti dikutip siaran pers tersebut.
Ketepatan navigasi dan keamanan operasional
Bukan sekadar uji kemahiran menembak dengan bantuan alat NVG, tiap personel juga diwajibkan memahami karakteristik medan dan mahir bernavigasi di malam hari supaya pergerakan pasukan di lapangan tetap taktis.
Seluruh tahapan materi simulasi ini pun sukses dilaksanakan secara aman tanpa timbulnya kendala atau kecelakaan kerja.
Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan ketangkasan perorangan, melainkan juga menyasar pada penguatan ikatan profesionalisme serta persahabatan antarmakhluk militer dari tiap-tiap negara peserta.
Partisipasi luas lintas negara
SGS edisi 2026 tercatat mengerahkan hingga 4.743 prajurit yang berasal dari 21 negara. Seluruh kontingen berkumpul di Indonesia untuk mengukur tingkat kesiapsiagaan tempur, mengokohkan jalinan diplomasi militer, dan memantapkan kesiapan dalam merespons berbagai ancaman keamanan.
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memaparkan bahwa serial SGS merupakan agenda rutin tahunan yang diselenggarakan di beberapa wilayah Tanah Air sepanjang 31 Agustus sampai 11 September 2026.
“Super Garuda Shield ini dilaksanakan setiap tahun di Indonesia. Yang hadir ada 21 negara tahun ini. Kemudian jumlah total personel yang berlatih sebanyak 4.743 orang dengan 12 materi yang dilaksanakan,” kata Agus di Bandung, Jawa Barat, Senin (31/8).
Jajaran 21 negara penyokong kegiatan ini mencakup Indonesia, Amerika Serikat, Australia, Belanda, Brasil, Brunei Darussalam, India, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kamboja, Kanada, Korea Selatan, Laos, Selandia Baru, Prancis, Singapura, Thailand, Timor Leste, dan Vietnam.
Pelaksanaan kegiatan dipusatkan pada beberapa area strategis meliputi Bandung, Jakarta, Lampung, Pusat Latihan Tempur TNI AD Baturaja di Sumatera Selatan, hingga Nunukan di Kalimantan Utara, sebelum akhirnya resmi diakhiri di Jakarta pada 11 September 2026. (aLf/RaM)
Gen Z Takeaway
Super Garuda Shield 2026 bukan cuma soal mengasah kemampuan tempur, tapi juga jadi ruang memperkuat interoperabilitas dan diplomasi militer antarnegara. Latihan menembak malam yang melibatkan TNI AL, AS, Jepang, dan Korea Selatan menguji navigasi, penggunaan NVG, hingga akurasi dalam kondisi minim cahaya. Dengan 4.743 prajurit dari 21 negara, SGS menunjukkan bahwa kesiapsiagaan pertahanan juga dibangun lewat kolaborasi dan kepercayaan lintas negara.









