Tindak Tegas! Pertamina Bongkar Pelanggaran Penyaluran BBM Subsidi di 31 SPBU Sumbar

Penulis: Shintya
Editor: ⁠Henni Rachma Sari
Sabtu, 5 September 2026 | 20:30 WIB
Tindak Tegas! Pertamina Bongkar Pelanggaran Penyaluran BBM Subsidi di 31 SPBU Sumbar
Tindak Tegas! Pertamina Bongkar Pelanggaran Penyaluran BBM Subsidi di 31 SPBU Sumbar [astakom/M. Syauqi Amrullah]

astakom.com, Jakarta - PT Pertamina Patra Niaga terus memperkuat pengawasan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) subsidi lewat program Subsidi Tepat.

Hal ini dilakukan supaya penyaluran BBM sesuai ketentuan, tepat sasaran dan mensupport pelayanan energi yang terbaik buat masyarakat.

Hasil pengawasan Pertamina di SPBU ini ternyata mendapati ketidaksesuaian penyaluran BBM, seperti pengisian kepada kendaraan yang tidak sesuai peruntukan, penggunaan QR Code yang nggak sesuai dengan kendaraan, juga transaksi dengan QR Code yang dipakai secara berulang.

Ketidaksesuaian ini ditemukan di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar). Setelah menemukan ada ketidaksesuaian itu, Pertamina Patra Niaga melalui Regional Sumbagut melakukan pembinaan dan memberikan sanksi kepada pengelola SPBU sesuai dengan hasil pemeriksaan dan ketentuan yang berlaku.

Menjaga hak masyarakat

Langkah ini adalah bagian dari upaya Pertamina untuk pastiin lembaga penyalur menjalankan operasional sesuai ketentuan dan menjaga hak masyarakat yang memang berhak dapat BBM Subsidi.

Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menjelaskan kalau pengawasan dilakukan secara berkelanjutan, Hal ini terus dipush demi memastikan penyaluran BBM subsidi berjalan tepat sasaran.

“Setiap temuan kami tindak lanjuti melalui pemeriksaan, pembinaan, maupun sanksi sesuai ketentuan. Kami ingin memastikan tidak ada praktik yang tidak sesuai yang pada akhirnya mengurangi hak masyarakat yang berhak menerima BBM subsidi,” kata Kitty dalam keterangan resmi, dikutip astakom.com pada Sabtu (05/09/2026).

31 SPBU ditindak

Diketahui sepanjang Januari-Agustus 2026, ada 31 SPBU di Sumatera Barat udah dapet pembinaan maupun sanksi atas berbagai ketidaksesuaian dalam penyaluran BBM.

Selain itu, Pertamina lakuin penguatan tata kelola SPBU di Sumatera Barat udah dilakukan Kerja Sama Operasi (KSO) dengan Pertamina Retail, sementara satu SPBU lainnya masih dalam proses.

Salah satu KSO yang udah berjalan adalah hasil tindak lanjut pengawasan, overall ada 6 SPBU di Sumatera Barat yang udah dilakukan KSO.

“Penindakan bukan menjadi akhir dari proses. Kami juga melakukan evaluasi dan penguatan tata kelola agar standar operasional, kepatuhan, dan kualitas pelayanan SPBU terus meningkat. Dengan demikian, ketepatan sasaran dapat berjalan beriringan dengan pelayanan yang baik kepada konsumen,” kata Kitty.

Maksimalkan pelayanan

Dia juga bilang kalau Pertamina pastikan setiap penindakan dilakukan secara terukur dan tetap memaksimalkan pelayanan dan kebutuhan masyarakat. Pengawasan di Sumatera Barat juga diperkuat dengan melibatkan dan koordinasi bersama Polda Sumatera Barat dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

“Pertamina berkomitmen menjaga penyaluran BBM subsidi agar tepat sasaran, melindungi hak masyarakat, sekaligus memastikan pelayanan kepada konsumen tetap berjalan dengan baik. Kami akan terus memperkuat pengawasan dan mengambil tindakan sesuai ketentuan apabila ditemukan pelanggaran,” kata Kitty. (Shnty/RaM)

Gen Z Takeaway

Pertamina Patra Niaga makin ngegas ngawasin penyaluran BBM subsidi lewat program Subsidi Tepat. Di Sumatera Barat, khususnya Pesisir Selatan, ditemukan sejumlah pelanggaran seperti kendaraan yang nggak sesuai peruntukan dan penyalahgunaan QR Code. Sepanjang Januari–Agustus 2026, 31 SPBU di Sumbar sudah mendapat pembinaan atau sanksi, sementara 6 SPBU diperkuat tata kelolanya lewat KSO. Pengawasan juga terus diperketat bareng Polda Sumbar dan Pemprov Sumbar supaya BBM subsidi benar-benar sampai ke masyarakat yang berhak.

Pertamina PT Pertamina Patra Niaga BBM Subsidi SPBU Pertamina

Infografis

Terkini

Festival Balon Wonosobo di Bandung

Festival Balon Wonosobo ramaikan Festival Kuliner di Bandung, Minggu (6/9/2026). Hembusan angin kencang sebabkan hanya satu balon udara yang berhasil mengudara.

Footage 14:33 WIB