Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.642, Pasar Masih Wait and See

Penulis: Shintya
Editor: Henni Rachma Sari
Sabtu, 5 September 2026 | 18:30 WIB
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.642, Pasar Masih Wait and See
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.642, Pasar Masih Wait and See [astakom/Pixabay]

astakom.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah di akhir pekan ini, ditutup menguat pada perdagangan Jumat (04/09/2026). Dikutip dari Bloomberg, mata uang Indonesia ditutup naik 37 poin atau setara dengan naik 0,21 persen ke level Rp17.642 per USD.

Pengamat Pasar Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi bilang kalau rupiah berhasil menguat di tengah memanasnya eskalasi di Timur Tengah.

Iran dan Amerika Serikat saling lempar serangan, dan Selat Hormuz masih menjadi sorotan utama pelaku pasar.

“Selat Hormuz tetap menjadi fokus utama para pelaku pasar. Iran telah memperluas pembatasan pelayaran internasional di jalur perairan tersebut, sehingga memicu kekhawatiran bahwa gangguan dapat terus berlanjut dan memperketat pasokan di pasar minyak global. Konflik ini juga menimbulkan kekhawatiran mengenai jatuhnya korban sipil. Sebuah serangan AS dilaporkan menghantam lokasi pesta pernikahan di Iran bagian selatan yang menewaskan warga sipil, sehingga memicu kecaman dari Teheran atas serangan tersebut,” tulis Ibrahim dalam risetnya, dikutip astakom.com pada Sabtu (05/09/2026).

Mencermati suku bunga

Wakil Presiden AS JD Vance bilang kepada wartawan pada hari Kamis kalau AS nggak berencana mengadakan pembicaraan dengan Iran kecuali Teheran menyudahi serangan terhadap kapal komersial di Selat Hormuz.

Pasar merespons positif pernyataan dovish dari Gubernur Fed Christopher Waller yang membuat para pedagang tetap mencermati kemungkinan pergerakan suku bunga pada September.

Tanda disinflasi

Waller menilai telah melihat beberapa tanda disinflasi dalam data terbarunya. Dia juga mencermati bahwa keputusan suku bunga pada September bergantung pada inflasi pada Agustus.

Dia akan mensupport suku bunga yang nggak berubah kalau data Agustus mengkonfirmasi kemajuan yang terjadi baru-baru ini

Para pelaku pasar atau pedagang sekarang lagi mode wait and see terkait laporan dari  Nonfarm Payrolls (NFP) hari ini untuk mendapatkan petunjuk baru tentang prospek kebijakan moneter The Fed.

Pekan depan rupiah diproyeksi bergerak fluktuatif

Di internal sendiri, para ekonom menilai target pertumbuhan ekonomi Indonesia 6 persen di 2027 punya tantangan tersendiri untuk bisa dicapai, apalagi di tengah tren suku bunga yang kembali menguat.

Untuk perdagangan senin depan, mata uang rupiah diproyeksi masih berpeluang bergerak fluktuatif namun diperkirakan melemah pada rentang Rp17.640 - Rp17.690 per USD. (Shnty/RaM)

Gen Z Takeaway

Rupiah berhasil menguat 0,21% ke Rp17.642/USD di tengah tensi Timur Tengah yang masih panas dan ketidakpastian Selat Hormuz. Sentimen dari sikap dovish The Fed ikut bantu menopang rupiah, meski pasar tetap wait and see terhadap arah suku bunga AS. Ke depan, rupiah diproyeksi masih fluktuatif dan berpotensi melemah ke Rp17.640–Rp17.690/USD.

Rupiah Kurs Rupiah nilai tukar rupiah nilai tukar rupiah terhadap dolar AS The Fed eskalasi timur tengah

Infografis

Terkini