Tembus Rp2,4 Miliar, Pameran MTQ XXXI Sukses Gaet 80 Ribu Pengunjung!
astakom.com, Jakarta – Ajang pameran di Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 fix sukses besar. Selama delapan hari gelaran dari 12–19 September 2026 di Lapangan Parkir eks E-Plaza Semarang, Jawa Tengah, area pameran dipadati sekitar 80.000 pengunjung dengan angka transaksi fantastis menyentuh Rp2.409.225.000.
Uniknya, perolehan ini masih berpotensi naik terus karena gelombang antusiasme warga dan lalu lintas transaksi masih bergulir hingga Sabtu malam. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, July Emmylia, menyampaikan bahwa pencapaian ini membuktikan fungsi pameran yang tak sekadar panggung jualan produk, melainkan motor penggerak ekonomi warga setempat selama MTQ berlangsung.
“Jumlah pengunjung selama pameran mencapai 80.000 orang. Total transaksi mencapai Rp2.409.225.000. Data ini masih berjalan hingga malam ini sehingga masih bisa bertambah,” tutur July disaat seremonial penutupan pameran, dikutip oleh astakom.com pada Minggu (20/09/2026).
Omzet tembus Rp2,4 M
Dari total cuan yang dikumpulkan, porsi terbesar datang dari belanja eceran sebesar Rp2.385.574.640,00 dan sisanya berasal dari pemesanan barang senilai Rp23.651.200,00. Lonjakan pengunjung paling terasa pas malam hari, di mana hiruk-pikuk stan pameran tetap slay dan ramai sampai jam 22.30 WIB.
July membeberkan kalau sejak awal para penggiat UMKM memang di-encourage buat berpikir jauh ke depan, tak cuma ngejar hasil sesaat. Mereka didorong membangun koneksi dan memperluas jangkauan pasar supaya manfaat bisnisnya tetap berlanjut walau MTQ sudah usai.
Shift mindset ke brand owner
Paradigma lama sebagai sekadar pedagang pameran mulai dirombak total menuju reputasi pemilik brand.
"Dari awal kami suntikkan semangat kepada seluruh pelaku usaha, khususnya di Jawa Tengah, untuk mengubah mindset, yaitu dari ‘pedagang pameran’ menjadi ‘pemilik brand’,” ucapnya.
Strategi ini dinamakan gerakan “From Event to Ecosystem”. Intinya, para pelaku bisnis tak sekadar fokus jualan di tempat, tapi juga merajut ekosistem usaha lewat jejaring dan pemanfaatan dunia digital.
Strategi Event to Ecosystem
Selama pameran, pebisnis diajak saling tukar kartu nama, ngajak pelanggan terhubung ke WhatsApp Business atau media sosial, rajin bikin konten, menggelar live sale, hingga mengumpulkan impresi jujur dari para tamu yang datang dari berbagai pelosok daerah.
“Selama event, tidak hanya berjualan, tapi juga membangun jejaring: bertukar kartu nama, meminta pengunjung scan WhatsApp Business atau media sosial, membuat konten, live sale, serta testimoni para pengunjung dari luar daerah,” jelasnya.
Apresiasi tinggi datang dari Direktur Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad. Ia menilai side event racikan Pemprov Jateng ini memberi nilai tambah yang effortless keren untuk keseluruhan agenda MTQ.
“Saya bersyukur dan excited terkait dengan side event yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Ini salah satu bazar UMKM side event yang luar biasa, jauh lebih baik dibandingkan dengan side event pada masa-masa sebelumnya,” ungkap Abu Rokhmad.
Kekaguman tersebut bukan cuma perkara nominal transaksi yang terkumpul, melainkan juga kematangan konsep lokasi, kepadatan pengunjung, hingga kesiapan matang dari tim panitia.
“Bukan hanya dalam hal nilai ekonomi yang tadi dilaporkan, tetapi juga dari sisi tempat, dari sisi keramaian orang-orang yang datang. Kesiapannya luar biasa,” ucapnya.
Jadi benchmark baru MTQ
Melihat respons yang begitu positif, penyelenggaraan pameran di Jawa Tengah ini diproyeksikan bakal jadi benchmark atau standar tinggi buat MTQ edisi selanjutnya.
"Ini saya kira menjadi baseline atau standar yang agak tinggi. Jadi nanti ke depan MTQ, saya kira di luar MTQ-nya sendiri, side event-nya juga kurang lebih standarnya yang sangat baik seperti ini,” jelasnya.
Partisipasi UMKM dari seluruh penjuru negeri juga sukses membuka keran kolaborasi dan jembatan bisnis lintas wilayah.
“Semua provinsi hadir, sehingga bisa menjadi jembatan bisnis antara satu pemerintah dengan pemerintah yang lain di seluruh provinsi, di seluruh Indonesia,” paparnya.
Momentum MTQ pun terbukti jadi wadah yang pas buat pelaku usaha lokal show up, meraup keuntungan, memperluas relasi, sekaligus melebarkan sayap bisnis.
“Jadi MTQ-nya menjadi syiar Al-Qur’an, dan pamerannya menjadi syiar ekonomi umat,” ucap Abu.
“Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sudah menggelar side event yang luar biasa,” tutupnya. (nAD/aNs)
Gen Z Takeaway
MTQ XXXI Semarang buktiin kalau event keagamaan bisa jd panggung syiar ekonomi yang super impactful lewat transaksi tembus Rp2,4 miliar dan strategi from event to ecosystem buat dorong UMKM naik kelas.









