Bibit Siklon Tropis 95B Terbentuk, BMKG Terus Pantau Perkembangannya
astakom.com, Jakarta — Bibit Siklon Tropis 95B terpantau oleh Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta setelah terbentuk di kawasan Laut Andaman. Melansir dari keterangan resmi BMKG melalui akun Instagram @infobmkg pada Minggu (20/09/2026), sistem tersebut mulai terbentuk pada Sabtu (19/09/2026) pukul 07.00 WIB.
Bibit siklon tropis merupakan sistem tekanan rendah yang masih berada dalam tahap awal perkembangan dan belum dikategorikan sebagai siklon tropis. Karena masih dalam tahap perkembangan, kondisi sistem dapat berubah, sehingga BMKG terus memantau kekuatan dan pergerakannya.
Berdasarkan pemantauan BMKG, Bibit Siklon Tropis 95B saat ini masih berada pada kategori Low. Sistem tersebut tercatat memiliki tekanan sekitar 1009 hPa dengan kecepatan angin maksimum mencapai 15 knot.
Keberadaan 95B masih menjadi bagian dari pemantauan TCWC Jakarta untuk melihat perkembangan sistem, termasuk perubahan kekuatan dan pergerakannya. Kondisi tersebut belum menunjukkan bahwa 95B telah berkembang menjadi siklon tropis.
95B masih berstatus bibit siklon
Dalam data pemantauan BMKG, sistem 95B belum dikategorikan sebagai siklon tropis karena kekuatannya masih berada pada level Low.
BMKG mencatat tekanan minimum sistem sekitar 1009 hPa, sedangkan kecepatan angin maksimum berada di angka 15 knot. Data tersebut menjadi bagian dari parameter yang digunakan dalam pemantauan perkembangan sistem.
Dengan kondisi tersebut, informasi mengenai 95B perlu dibedakan dari keberadaan siklon tropis yang sudah berkembang. BMKG menjelaskan bahwa siklon tropis merupakan sistem badai dengan kecepatan angin maksimum setidaknya 34 knot pada lebih dari setengah wilayah yang mengelilingi pusatnya.
BMKG pantau pergerakan sistem
Pemantauan terhadap Bibit Siklon Tropis 95B dilakukan oleh TCWC Jakarta yang memiliki tugas memantau kejadian siklon tropis, termasuk tempat tumbuh, pergerakan, dan kekuatan sistem.
Pemantauan tersebut dilakukan secara berkelanjutan menggunakan berbagai teknologi, mulai dari satelit, radar, hingga stasiun pengamatan. Langkah ini diperlukan untuk mengetahui apakah terdapat perubahan signifikan pada sistem atmosfer tersebut.
Karena status dan kekuatan sistem dapat berubah mengikuti kondisi atmosfer, perkembangan terbaru 95B tetap perlu mengacu pada pembaruan resmi BMKG, bukan hanya informasi yang beredar di media sosial.
Belum jadi siklon tropis
Untuk saat ini, BMKG mencatat 95B sebagai Bibit Siklon Tropis 95B dengan kategori Low. Artinya, sistem tersebut belum dapat disebut sebagai siklon tropis yang telah berkembang.
Informasi mengenai bibit siklon juga tidak otomatis berarti sistem tersebut akan masuk atau menerjang wilayah Indonesia. Arah pergerakan, kekuatan, dan perkembangan sistem tetap menjadi parameter yang dipantau BMKG melalui TCWC Jakarta.
Masyarakat, khususnya yang beraktivitas di wilayah yang berpotensi terdampak perkembangan sistem cuaca, dapat mengikuti pembaruan kondisi atmosfer dan cuaca melalui kanal resmi BMKG. (deA/aNs)
Gen Z Takeaway
Jadi, 95B saat ini masih berstatus bibit siklon dan belum menjadi siklon tropis. BMKG mencatat sistem tersebut terbentuk di Laut Andaman pada 19 September 2026, dengan tekanan sekitar 1009 hPa dan angin maksimum 15 knot. Perkembangannya masih dipantau TCWC Jakarta, sehingga informasi terbaru sebaiknya tetap mengacu pada pembaruan resmi BMKG.









