Menlu Sugiono Ungkap Nasib 8 WNI yang Diduga Gabung Tentara Rusia
astakom.com, Jakarta — Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan bahwa Kementerian Luar Negeri (Kemlu) tengah mendalami informasi soal 8 warga negara Indonesia yang diduga gabung sama tentara Rusia.
“Kementerian Luar Negeri bersama instansi terkait terus mendalami informasi yang kami terima beberapa hari lalu terkait keterlibatan 8 warga negara Indonesia yang diduga direkrut,” ucap Menlu Sugiono di Jakarta, berdasarkan keterangan yang diterima astakom.com, Sabtu (05/09/2026).
Memberi perlindungan pada WNI
Sugiono menekankan kalau tugas utama Kemlu adalah ngasih proteksi maksimal buat seluruh warga negara Indonesia.
Semua hak-hak konsuler dipastikan bakal dipenuhi sama pihak Kemlu, selama gak nemu indikasi atau unsur yang bikin status kewarganegaraan mereka jadi hangus.
“Hak-hak konsuler yang kami harus penuhi sepanjang tidak ditemukan unsur-unsur yang menyebabkan mereka kehilangan kewarganegaraan,” ucap Menlu Sugiono.
Soal kedatangan PM Timor Leste
Saat ditanya soal agenda Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao yang tiba-tiba datang ke kediaman Joko Widodo di Solo, Sugiono mengatakan kalau Kemlu sama sekali gak dapat pemberitahuan dari Pemerintah Timor Leste.
“Tentu saja kami, Kementerian Luar Negeri memiliki tugas untuk melakukan fasilitasi jika ada Kepala Negara atau Kepala Pemerintahan yang berkunjung ke Indonesia dan tentu saja ini biasanya dilakukan lewat korespondensi yang resmi," ucap Sugiono
"Tapi untuk kunjungan Perdana Menteri Xanana Gusmao sendiri ke Solo itu pihak Timur Leste tidak memberitahu dan juga saya kira mungkin beliau berkunjung dalam kapasitas pribadi bukan kunjungan kenegaraan," lanjutnya.
Sugiono juga meluruskan kalau sampai detik ini belum ada request resmi dari PM Xanana Gusmao maupun Pemerintah Timor Leste buat bikin agenda meet up bareng Presiden Prabowo Subianto.
“Sejauh ini tidak ada permintaan dari PM Xanana untuk bertemu dengan Bapak Presiden Prabowo,” jelas Sugiono. (aLf/RaM)
Gen Z Takeaway
Kemlu masih mendalami informasi terkait delapan WNI yang diduga direkrut untuk bergabung dengan tentara Rusia, sembari memastikan hak konsuler mereka tetap terlindungi sesuai ketentuan. Di sisi lain, kunjungan PM Timor Leste Xanana Gusmao ke Solo disebut berlangsung tanpa pemberitahuan resmi kepada Kemlu dan belum ada permintaan bertemu Presiden Prabowo.









