Kepala BGN Sebut Beberapa Kasus Keracunan MBG sudah Masuk Tahap Penyidikan Polisi

Penulis: Alfian Tegar
Editor: Henni Rachma Sari
Jumat, 4 September 2026 | 18:08 WIB
Kepala BGN Sebut Beberapa Kasus Keracunan MBG sudah Masuk Tahap Penyidikan Polisi
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Senin (27/7/2026) [Dok. Bakom RI]

astakom.com, Jakarta — Kasus keracunan makanan di program Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi masuk radar hukum. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, melempar info kalau beberapa kasus keracunan ini udah resmi naik ke tahap penyidikan.

Aparat penegak hukum bergerak cepat buat menyelidiki beberapa titik dapur yang diduga jadi sumber masalah kesehatan pascapembagian makanan MBG.

"Sejauh ini laporan yang kami terima dari kepolisian, beberapa titik dapur yang kemudian menyebabkan gangguan kesehatan keracunan makanan itu dilakukan penyelidikan dan ada yang sudah naik penyidikan," ucap Sudaryono saat ditemui usai rapat dengan Komisi IX DPR RI, kemarin (03/09/2026) malam.

Sudaryono menegaskan BGN menyerahkan proses hukum kasus tersebut kepada aparat penegak hukum. Soal siapa yang bakal berstatus tersangka, semuanya tergantung proses di lapangan.

"Nah, apakah ada yang tersangka atau tidak, kita serahkan kepada hasil penyidikan atau penyelidikan oleh aparat penegak hukum di lapangan," jelas Sudaryono.

Penyebab keracunan terjadi

BGN nggak tinggal diam dan langsung mengevaluasi penyebab insiden keracunan ini. Hasil pemetaan internal menunjukkan biang kerok utamanya adalah pengelola yang nggak mematuhi standar operasional prosedur (SOP).

"Dari kasus keracunan yang ada itu kalau kita breakdown, itu 80 sampai 90 persen tuh karena tidak taat SOP," ucap Sudaryono.

"Tidak taat SOP penyimpanan, tidak taat SOP pada saat dia penerimaan barang, tidak taat SOP terkait suhu dan waktu konsumsi, waktu konsumsi, batas konsumsi waktu, dan seterusnya. Itu mayoritas itu," lanjutnya.

Merasa prihatin dengan kasus yang terus berulang beberapa hari terakhir, BGN berjanji bakal berbenah total demi merapikan tata kelola dan aturan main MBG agar insiden serupa nggak terulang.

"Insya Allah ini kami, kita perbaiki semua tata kelolanya, aturannya, flow, flow, flow penataan keuangannya, dan lain sebagainya, ya," kata Sudaryono.

Keracunan di Sidoarjo

Kasus keracunan massal ini memang makan korban nggak sedikit. Di Sidoarjo, Jawa Timur, tercatat ada 668 korban keracunan akibat MBG yang disalurkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Tanggulangin.

Korban didominasi ratusan santri dan santriwati Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, Desa Putat, serta beberapa sekolah di sekitarnya.

Kondisi serupa melanda Jawa Tengah. Sebanyak 752 siswa SMAN 1 Lasem, Kabupaten Rembang, juga diduga kuat mengalami keracunan usai menyantap menu MBG pada Kamis (03/09/2026).

Makanan tersebut sebelumnya didistribusikan oleh SPPG Soditan, Kecamatan Lasem, pada Rabu (02/09/2026). (aLf/RaM)

Gen Z Takeaway

Kasus keracunan dalam program MBG kini masuk ranah hukum, dengan beberapa laporan sudah naik ke tahap penyidikan. BGN menyebut 80–90 persen kasus diduga berkaitan dengan ketidakpatuhan terhadap SOP, mulai dari penyimpanan, penerimaan bahan, hingga batas waktu dan suhu konsumsi. Dengan ratusan korban di Sidoarjo dan Rembang, evaluasi tata kelola serta pengawasan menjadi penting agar program pemenuhan gizi ini tetap aman dan tidak mengulang masalah serupa.

Sudaryono Kepala BGN Sudaryono Keracunan Keracunan MBG Sidoarjo

Infografis

Terkini