Upgrade Fasilitas Kesehatan Lapas! Ditjenpas Gercep Urus BPJS Gratis & Skrining Penyakit Menular Warga Binaan
astakom.com, Jakarta - Guna memastikan hak kesehatan penghuni lapas terpenuhi, Direktorat Perawatan Kesehatan dan Rehabilitasi Ditjenpas menggelar Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Penetapan Pilot Project Percepatan Kepesertaan Jaminan Kesehatan di Jakarta pada Selasa (01/09/2026). Acara yang berlangsung tiga hari hingga Kamis (03/09/2026) di Holiday Inn & Suites Gajah Mada ini berfokus pada penguatan layanan penanggulangan Tuberculosis (TBC), HIV, dan Hepatitis di Rutan, Lapas, serta LPKA.
Agenda ini diikuti 79 peserta secara langsung, mulai dari perwakilan Kemendagri, Kemensos, Kemenkes, BPJS Kesehatan, hingga jajaran internal Pemasyarakatan se-Indonesia, sementara UPT lainnya menyimak via virtual.
Direktur Perawatan Kesehatan dan Rehabilitasi, Adhayani Lubis, menegaskan bahwa pemenuhan hak kesehatan bagi Tahanan, Narapidana, dan Anak Binaan adalah amanat UU Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan.
“Pelayanan kesehatan di lingkungan Pemasyarakatan harus diselenggarakan secara komprehensif, berkesinambungan, dan sesuai standar pelayanan yang berlaku,” ujarnya dikutip Astakom.com dari laman ditjenpas.go.id, Rabu (02/09/2026).
Adhayani meminta seluruh jajaran yang menjadi lokasi pilot project untuk menuntaskan pemadanan NIK demi keakuratan data jaminan kesehatan. Ia mengingatkan agar setiap hasil skrining langsung ditindaklanjuti hingga pengobatan.
“Silakan optimalkan fitur Watkesrehab pada Sistem Database Pemasyarakatan sebagai alat pencatatan dan pelaporan,” pesannya.
Sementara itu, Kasubdit Rehabilitasi Hetty Widiastuti menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari SKB Lima Kementerian/Lembaga pada Hari Bakti Pemasyarakatan 2026. Hasilnya, sebanyak 190.186 warga binaan kini resmi terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK). Program awal ini menyasar 13 Lapas Kelas I di sembilan Kanwil Ditjenpas.
Langkah ini juga sejalan dengan peluncuran program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan skrining TBC Rontgen Dada oleh Menkes dan Menteri Imipas di Pulau Nusakambangan pada 29 Juni 2026 lalu.
“Kami ingin membangun kesadaran untuk lebih sehat dan mencegah penularan TBC dan penyakit menular lainnya di lingkungan Pemasyarakatan, baik di antara sesama penghuni maupun petugas dan keluarganya. Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati,” kata Hetty.
Lewat sinergi lintas lembaga ini, Ditjenpas berharap seluruh warga binaan tercover BPJS Kesehatan agar tak terkendala biaya rujukan, sekaligus mendukung target eliminasi TBC dan HIV nasional pada 2030. (RaM/aNs)
Gen Z Takeaway
Ditjenpas nggak mau main-main soal kesehatan di lapas! Sebanyak 190 ribuan warga binaan resmi didaftarin BPJS gratis (PBI JK) plus dikasih fasilitas cek kesehatan dan skrining TBC/HIV. Jadi, kalau butuh penanganan medis atau rujukan ke RS, semua sudah terjamin tanpa pusing mikirin biaya!









