Manufaktur RI Makin Solid! Industri Nonmigas Tumbuh 5,32%, Sumbang Rp1.102 T ke PDB
astakom.com, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melaporkan bahwa sektor industri pengolahan nonmigas terus menunjukkan sumbangsih positif bagi pekerkonomian nasional.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa industri pengolahan nonmigas di Triwulan II 2026 tumbuh 5,32 persen secara tahunan. Angka ini menunjukkan angka yang diraih lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen. Dikutip astakom.com, Jumat (28/08/2026).
Industri pengolahan nonmigas ini menjadi sumber pertumbuhan terbesar buat perekonomian nasiona, nilai kontribusinya terhadap PDB nasional sebanyak 16,83 persen atau setara sama Rp1.102,88 triliun.
Untuk realisasi investasi industri pengolahan nonmigas di kuartal II-2026 mencapai Rp199,48 triliun atau 38,98 persen dari total investasi nasional.
Nilai ekspor pengolahan nonmigas tumbuh
Lalu, pada semester II nilai ekspor industri pengolahan nonmigas mencapai USD115,50 miliar atau setara dengan 82,03 persen dari total ekspor nasional. Sektor ini juga menyerap sekitar 19,99 juta tenaga kerja berdasarkan Sakernas BPS Februari 2026.
Produktifitas positif sektor manufaktur ini diikuti dengan PMI Manufaktur Indonesia yang meningkat dari 46,9 pada Juni menjadi 50,2 pada Juli 2026 sehingga kembali memasuki zona ekspansi.
Di periode yang sama, Indeks Kepercayaan Industri (IKI) juga berada pada zona ekspansi dan meningkat dari 52,9 menjadi 53,1.
Kuatnya tata kelola pemerintah
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita bilang kalau penguatan kinerja industri perlu berjalan beriringan dengan penguatan tata kelola pemerintahan. Sebelumnya, Kemenperin baru saja mengantongi opini WTP ke-18 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Akuntabilitas pengelolaan keuangan negara menjadi bagian penting buat pastiin pelaksanaan program dan kebijakan Kemenperin berjalan sesuai ketentuan dan memberi manfaat yang optimal.
“Industri manufaktur memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional. Karena itu, capaian kinerja industri perlu diimbangi dengan tata kelola pemerintahan yang akuntabel, transparan, dan berintegritas. WTP menjadi bagian dari tanggung jawab kami untuk terus melakukan perbaikan, bukan menjadi alasan untuk berhenti berbenah,” katanya. (Shnty/RaM)
Gen Z Takeaway
Industri pengolahan nonmigas lagi menunjukkan performa yang cukup solid nih. Di kuartal II-2026, sektor ini tumbuh 5,32 persen, sedikit di atas pertumbuhan ekonomi nasional 5,29 persen, sekaligus menyumbang 16,83 persen ke PDB atau sekitar Rp1.102,88 triliun. Investasinya juga tembus Rp199,48 triliun, ekspor mencapai USD115,50 miliar, dan menyerap hampir 20 juta tenaga kerja. Makin menarik, PMI Manufaktur dan IKI sama-sama kembali masuk zona ekspansi, jadi sinyal positif buat industri nasional, meski Kemenperin menegaskan performa tersebut tetap harus dibarengi tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.








