Apa Itu BUMDes? Spill Bedanya dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih

Penulis: Hapsari
Editor: Anri Syaiful
Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:02 WIB
Apa Itu BUMDes? Spill Bedanya dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih
Pengertian BUMDes dan perbedaan dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih [Ilustrasi/Gemini AI]

astakom.com, Jakarta –Belakangan muncul Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang digagas sebagai salah satu program unggulan oleh Presiden Prabowo Subianto. Tapi, ternyata masyarakat masih banyak yang bingung, apa bedanya KDKMP ini sama BUMDes?

Jawabannya, BUMDes dan Koperasi Desa Merah Putih sama-sama bisa menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Namun, dari sisi siapa yang memiliki, siapa yang mengelola, sumber modal, sampai jenis usaha yang dijalankan, keduanya punya karakter masing-masing, simak baik-baik.

Spill perbedaan BUMDes dan KDKMP

BUMDes atau Badan Usaha Milik Desa merupakan badan usaha yang dibentuk oleh pemerintah desa. Kehadirannya ditujukan buat mengelola berbagai aset dan potensi yang ada di desa biar bisa menghasilkan manfaat ekonomi sekaligus sosial bagi masyarakat.

Potensi yang dikelola bisa beragam, mulai dari pasar desa, air bersih, wisata, perdagangan, hingga layanan publik lainnya. Keuntungan yang diperoleh juga bisa jadi sumber Pendapatan Asli Desa (PADes).

Jadi, kalau ada aset atau potensi desa yang sebenarnya bisa dikembangkan menjadi sumber ekonomi, BUMDes bisa banget jadi salah satu kendaraan buat mengelolanya.

Sedangkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih berbasis anggota. Berbeda dengan BUMDes, koperasi dibangun dengan prinsip keanggotaan. Orang yang menjadi anggota koperasi sekaligus menjadi bagian dari pemilik dan pengguna jasa koperasi.

Prinsipnya adalah dari anggota, oleh anggota, untuk anggota. Karena itu, orientasi koperasi lebih dekat dengan kebutuhan ekonomi para anggotanya.

Contoh kegiatannya bisa berupa penyediaan sembako, simpan pinjam, membantu petani mendapatkan pupuk dan bibit, memasarkan hasil pertanian, hingga menyediakan fasilitas penyimpanan. Spill simpelnya, BUMDes melihat desa sebagai satu kesatuan, sedangkan koperasi melihat anggota sebagai pusat kegiatan ekonominya.

Cara ambil keputusan juga beda

Kalau di BUMDes, pemerintah desa punya peran yang cukup besar. Direktur atau pengurus ditetapkan lewat mekanisme yang melibatkan pemerintah desa dan musyawarah desa. Karena itu, arah pengelolaan BUMDes relatif lebih banyak ditentukan dari struktur pemerintahan desa.

Kalau koperasi menggunakan sistem yang lebih demokratis. Pengurus dipilih oleh anggota melalui Rapat Anggota Tahunan atau RAT. Setiap anggota punya hak suara yang sama, sehingga besarnya modal tidak otomatis bikin seseorang punya suara lebih besar.

Jadi, kalau BUMDes lebih dekat dengan mekanisme kelembagaan desa, koperasi lebih menonjolkan partisipasi anggota.

Modalnya dari mana?

BUMDes dapat modal oleh penyertaan modal desa yang berasal dari APBDes. Selain itu, ada peluang mendapatkan tambahan modal lewat kerja sama dengan pihak ketiga maupun investasi swasta.

Sementara koperasi mengandalkan berbagai sumber seperti simpanan pokok, simpanan wajib, simpanan sukarela, dan SHU yang dapat diputar kembali. Kopdes Merah Putih juga dapat memperoleh pinjaman dari Bank Himbara sesuai kebijakan pemerintah.

Dengan pola ini, BUMDes punya peluang mendapat dukungan modal yang lebih besar dari pemerintah desa. Sebaliknya, koperasi memiliki karakter yang lebih mandiri karena basis modalnya berasal dari anggota.

Perbedaan lainnya terlihat dari jenis usaha

BUMDes bisa menggarap sektor yang memanfaatkan keunggulan lokal. Misalnya wisata desa, pengelolaan air bersih, perdagangan, hingga usaha lain yang berkaitan dengan aset dan potensi desa.

Kopdes Merah Putih lebih diarahkan pada layanan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan ekonomi masyarakat. Contohnya gerai sembako, simpan pinjam, klinik desa, serta gudang atau tempat penyimpanan. Jadi, jenis usaha keduanya bisa saja berbeda, tetapi sama-sama punya peluang memberikan dampak ekonomi di desa.

Masing-masing sebenarnya punya plus minusnya. BUMDes punya kelebihan karena mendapatkan dukungan pemerintah desa dan berpeluang memperoleh modal dari APBDes. BUMDes juga dapat mengelola aset strategis sehingga dampaknya bisa dirasakan dalam skala desa.

Tantangan BUMDes dan Koperasi

Tapi, BUMDes tetap punya tantangan. Pengelolaan yang kurang profesional bisa bikin usaha tidak berkembang atau bahkan merugi. Ada pula risiko intervensi birokrasi dan politik serta rendahnya partisipasi warga kalau BUMDes dianggap hanya sebagai lembaga milik pemerintah desa.

Koperasi juga punya keunggulan. Sistemnya demokratis, anggota punya hak suara, lebih mandiri, dan membawa semangat gotong royong. Tapi koperasi sangat bergantung pada keaktifan anggotanya. Kalau anggota pasif, perkembangan usaha bisa ikut melambat. Modal juga dapat menjadi terbatas jika anggota aktifnya sedikit, ditambah tantangan kompetensi pengurus dalam mengelola koperasi.

Lalu, yang menjadi kunci bukan sekadar punya BUMDes atau koperasi. Pengelolaannya harus profesional, transparan, melibatkan masyarakat, dan mampu bertahan dalam jangka panjang.

BUMDes bisa mengambil peran dalam mengelola aset dan sektor strategis desa. Sementara Kopdes Merah Putih bisa menjadi wadah buat memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat melalui keanggotaan dan semangat gotong royong.

Bayangkan kalau desa punya dua mesin ekonomi. Satu mesin bergerak melalui kelembagaan desa, satunya lagi bergerak melalui kekuatan masyarakat sebagai anggota koperasi.

Jadi kedua bidang ini bukan untuk saingan tapi kolaborasi, BUMDes serta Kopdes Merah Putih saling melengkapi untuk memperkuat ekonomi. (hPs/aNs)

Gen Z Takeaway

BUMDes dan Koperasi Desa Merah Putih sama-sama punya misi bikin ekonomi desa makin kuat, tapi cara mainnya beda. BUMDes lebih fokus mengelola aset dan potensi desa untuk kepentingan masyarakat luas, sementara koperasi lebih mengutamakan kesejahteraan para anggotanya. Dari sisi pengelolaan, BUMDes lebih banyak melibatkan pemerintah desa, sedangkan koperasi dijalankan secara demokratis oleh anggota. Modalnya juga beda: BUMDes bisa mendapat penyertaan modal desa, sementara koperasi banyak bertumpu pada simpanan dan kekuatan anggotanya. Jadi, enggak perlu pilih-pilih, BUMDes dan Kopdes Merah Putih justru bisa gaspol bareng untuk bikin ekonomi desa makin mandiri dan grow up.

BUMDes Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih KDKMP Presiden Prabowo

Infografis

Terkini