Kemenangan Kecil Zaahira: Dari Rumah Kayu Sempit Menuju Mimpinya di Sekolah Rakyat
astakom.com, Jakarta – Di balik gubuk kayu berukuran 5x3 meter di Koto Gaek, tumbuh sosok Zaahira Ramadhani (13). Perpisahan orang tua serta keterbatasan ekonomi memaksa anak perempuan ini menetap di ruang sempit bersama tiga saudara kandung, empat saudara tiri, ibu, dan ayah tirinya. Suara tangis adik dan hiruk-piruk rumah kerap membuatnya sulit berkonsentrasi.
Kehidupannya mulai menemui titik balik sejak ia mengenyam pendidikan dan tinggal di asrama Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 5 Solok.
Di lingkungan baru ini, Zaahira mendapatkan kamar sendiri serta waktu belajar yang lebih teratur. Suasana asrama yang kondusif perlahan mendekatkan dirinya pada nilai-nilai keagamaan dan pembentukan karakter.
“Dulu jarang sholat. Sekarang sholat lima waktu terjaga,” katanya, dikutip dari laman Kemensos Rabu, (26/8/2026).
Kedisiplinan baru tersebut membantunya menemukan Ketenangan yang selama ini sulit didapatkan di rumah. Aktivitas harian di asrama seperti zikir, tadarus Al-Qur'an, dan puasa rutin turut membentuk pola hidup yang lebih terarah.
“Di sini ada zikir, baca Al-Qur’an tiap hari, puasa juga, lebih tenang rasanya," ucapnya.
Dari ketenangan itulah minat bacanya tumbuh pesat. Berawal dari kecintaannya pada buku, Zaahira menanamkan tekad kuat untuk menjadi pengusaha sukses agar bisa mengangkat derajat ekonomi keluarganya.
“Doain orang tua dan keluarga. Rezekinya dilancarkan, supaya hidup lebih layak,” tuturnya.
Zaahira berharap bisa melanjutkan pendidikannya di Sekolah Rakyat hingga jenjang SMA. Meski begitu, ia tetap memelihara asa untuk bisa menembus sekolah favorit lewat jalur prestasi. Dari dalam rumah kayu sempit, ia membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk tidak memiliki arah hidup yang jelas di usia muda.
Gen Z Takeaway
Proof that circumstances don't define your future! Zaahira (13) yang tumbuh di rumah kayu sempit di Solok berhasil menemukan titik balik hidupnya lewat Sekolah Rakyat SRMP 5 Solok. Dari lingkungan asrama yang tenang dan teratur, ia kini makin giat belajar demi mewujudkan cita-citanya menjadi pengusaha dan membahagiakan keluarganya!









