Purbaya Spill Kinerja APBN 2025: Ekonomi Ngebut 5,11%, WTP Dicapai 10 Kali Beruntun

Penulis: Shintya
Editor: ⁠Henni Rachma Sari
Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:30 WIB
Purbaya Spill Kinerja APBN 2025: Ekonomi Ngebut 5,11%, WTP Dicapai 10 Kali Beruntun
Purbaya Spill Kinerja APBN 2025: Ekonomi Ngebut 5,11%, WTP Dicapai 10 Kali Beruntun (Kemenkeu)

astakom.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa bilang kalau Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terbukti efektif menjadi instrumen fiskal yang tepat bahkan resilien.

Hal itu dikatakan Purbaya saat ngasih sambutan mewakili pemerintah di Rapat Paripurna DPR RI terkait Pembicaraan Tingkat II/Pengambilan Keputusan atas RUU Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan APBN (P2 APBN) TA 2025 yang dilaksanakan di Gedung DPR RI, Kamis (27/08/2026).

Menkeu Purbaya menyampaikan indikator perbaikan kesejahteraan rakyat yang dicapai sepanjang tahun anggaran 2025 di tengah gejolak perekonomian dan dinamika geopolitik global yang terjadi.

Efektifitas APBN 2025

"Terjaganya resiliensi perekonomian Indonesia didukung oleh kebijakan fiskal yang efektif telah mendorong perbaikan kesejahteraan masyarakat dengan tingkat pengangguran menjadi 4,85 persen pada Agustus 2025 lebih rendah dibandingkan dengan Agustus 2024 yang mencapai 4,91 persen dan tingkat kemiskinan yang juga turun menjadi 8,25 persen pada September 2025 lebih rendah jika dibandingkan September 2024 yang mencapai 8,57 persen,” kata Purbaya, dikutip astakom.com pada Kamis (27/08/2026).

Di tengah situasi eskalasi geopolitik dunia, perekonomian Indonesia sepanjang tahun 2025 tercatat tumbuh 5,11 persen. Diikuti dengan laju inflasi yang terjadi yaitu di level 2,92 persen.

Menkeu mengapresiasi DPR RI

Selain itu, defisit anggaran juga masih ada di bawah batas, yaitu ada di angka 2,81 persen terhadap PDB. Pada kesempatan itu, Purbaya juga mengapresiasi DPR RI atas persetujuan terhadap RUU P2 APBN TA 2025.

Lebih lanjut, Purbaya bilang kalau Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Tahun 2025 lagi-lagi meraih predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI. Pencapaian positif ini menjadikannya raihan WTP ke-10 secara berturut-turut sejak LKPP 2016.

"Hal ini menunjukkan konsistensi dan keseriusan pemerintah untuk selalu menjaga akuntabilitas penyelenggaraan keuangan negara. Pemerintah tidak akan berhenti hanya pada pencapaian opini WTP, pemerintah secara konsisten terus berupaya agar informasi di dalam LKPP dapat memberikan manfaat dalam pengambilan kebijakan dan evaluasi perbaikan bagi pemerintah serta menjadi informasi bagi masyarakat secara luas," kata Purbaya.

Kerja sama solid dalam mempertanggungjawabkan anggaran

Sebagai perwakilan dari pemerintah, Purbaya sampaikan penghargaan kepada pimpinan DPR, anggota parlemen, serta Badan Anggaran (Banggar) DPR RI atas kerja sama yang solid dari perancangan hingga pengawasan pertanggungjawaban anggaran.

Purbaya juga pastiin kalau pemerintah akan menindaklanjuti dan mencermati masukan juga rekomendasi DPR RI yang udah disepakati dalam undang-undang itu.

"Pemerintah terus mencermati dan memperhatikan seluruh usulan rekomendasi dari fraksi-fraksi DPR yang telah disepakati menjadi bagian dari undang-undang P2 APBN tersebut. Kami meyakini bahwa seluruh rekomendasi masukan-masukan dan saran tersebut akan sangat bermanfaat bagi pemerintah di dalam memperbaiki kualitas pengelolaan APBN dan keuangan negara," kata Menkeu Purbaya. (Shnty/RaM)

Gen Z Takeaway

APBN 2025 dinilai tetap resilien dan efektif menopang ekonomi Indonesia di tengah gejolak global. Ekonomi tumbuh 5,11%, inflasi 2,92%, sementara kemiskinan turun ke 8,25% dan pengangguran 4,85%. Plus, LKPP 2025 kembali meraih opini WTP, jadi 10 kali berturut-turut sejak 2016.

APBN 2025 P2 APBN menkeu purbaya DPR RI

Infografis

Terkini