Jelang Aksi di DPR, 65 Orang Diamankan Beserta Sajam dan Molotov

Penulis: Alfian Tegar
Editor: A. Cuwantoro
Jumat, 28 Agustus 2026 | 05:33 WIB
Jelang Aksi di DPR, 65 Orang Diamankan Beserta Sajam dan Molotov
Barang bukti yang diamankan Polda Metro Jaya dalam rangkaian pencegahan potensi gangguan keamanan [Dok. Polri]

astakom.com, Jakarta Polda Metro Jaya mengamankan 65 orang dalam rangkaian upaya pencegahan potensi gangguan keamanan menjelang agenda penyampaian aspirasi di kawasan DPR/MPR RI, Jakarta.

Dalam tindakan preventif tersebut, pihak kepolisian turut menyita puluhan senjata tajam serta sejumlah bahan yang diduga berkaitan erat dengan pembuatan bom molotov.

Pengungkapan perkara ini disampaikan resmi dalam konferensi pers di Aula Satya Haprabu Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kamis (27/8/2026).

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Dr. Iman Imanuddin menjelaskan bahwa proses pemeriksaan masih berlangsung intensif untuk mendalami keterkaitan serta peran dari tiap-tiap individu.

“Penyidik masih mendalami siapa saja yang memiliki peran dalam proses perekrutan, pembiayaan, penyediaan sarana, pengorganisasian massa, maupun pihak yang memberikan perintah atau arahan,” ujar Kombes Iman Imanuddin, berdasarkan keterangan yang diterima astakom.com.

Barang bukti yang berhasil disita

Dari hasil penindakan di lapangan, kepolisian mengamankan sejumlah barang bukti berupa 39 senjata tajam, dua airsoft gun, satu tabung gas airsoft gun, gotri, tiga stik golf, tujuh jeriken berisi bensin, serta 201 botol kaca lengkap dengan sumbu.

Selain barang-barang tersebut, petugas juga mengamankan tas ransel, banner, pengeras suara, cat semprot (pilok), obat-obatan, dan telepon seluler.

Penyidik kini tengah menelusuri secara komprehensif sumber pendanaan yang dialokasikan untuk pengadaan berbagai barang bukti tersebut.

Proses pembuktian dilakukan melalui pengumpulan keterangan para saksi, analisis komunikasi digital, rekam jejak transaksi keuangan, serta bukti penunjang lainnya guna memperoleh gambaran utuh mengenai konstruksi persiapan yang dilakukan.

Penjaminan ruang demokrasi yang aman

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menegaskan bahwa seluruh langkah kepolisian yang ditempuh berfokus pada perlindungan ruang penyampaian aspirasi agar tetap berlangsung secara tertib dan kondusif.

“Kami tidak membatasi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi. Yang kami cegah adalah potensi tindakan yang dapat membahayakan keselamatan, memicu kekerasan, atau mengganggu kepentingan masyarakat lainnya,” ujar Kombes Budi.

Pemantauan ruang digital

Selain pengamanan fisik, Polda Metro Jaya juga meningkatkan patroli siber di ruang digital guna mengantisipasi penyebaran provokasi, disinformasi, fitnah, maupun ujaran kebencian.

Hingga pukul 10.38 WIB, situasi di wilayah hukum Jakarta dilaporkan aman dan terkendali, dengan aktivitas lalu lintas, pendidikan, keagamaan, serta perekonomian masyarakat tetap berlangsung normal.

“Demokrasi memberi ruang bagi perbedaan pendapat, tetapi kekerasan tidak boleh mengambil ruang di dalamnya. Aspirasi harus tetap dapat disampaikan, sementara keselamatan masyarakat wajib kita jaga bersama,” pungkas Kombes Budi.

Gen Z Takeaway

Polda Metro Jaya mengamankan 65 orang sebagai langkah preventif menjelang aksi di kawasan DPR/MPR, sekaligus menyita sejumlah senjata tajam dan barang yang diduga berkaitan dengan bom molotov. Intinya, ruang demokrasi tetap dibuka, tetapi potensi kekerasan dan gangguan keamanan perlu dicegah. Penyelidikan juga terus berjalan untuk mengurai peran, pendanaan, hingga komunikasi para pihak yang terlibat.

Polda Metro Jaya aksi demo Pengamanan Aksi Molotov Sajam

Infografis

Terkini