Destry Damayanti Tawarkan 5 Jurus untuk BI, dari Rupiah hingga Ekonomi Hijau
astakom.com, Jakarta - Calon Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menjalankan uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test bersama Komisi XI DPR RI di Gedung DPR RI, hari ini Rabu (26/08/2026).
Selama menjalankan fit and proper test itu, Destry membeberkan arah kebijakan yang dia tawarkan berdasarkan pengalaman dan pemahamannya sebagai Deputi Gubernur Senior BI selama 2 periode atau dari 2019.
Destry mengusung visi untuk menjadikan Bank Indonesia sebagai lembaga yang adaptif, relevan dan kredibel dalam mengawal stabilitas dan memacu pertumbuhan ekonomi yang sustainability atau berkelanjutan.
Tiga misi utama dan lima inisiatif strategis
Visi ini diikuti dengan tiga misi utama yaitu menjaga stabilitas sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi, kedua berkontribusi langsung dalam mensupport ekonomi berkelanjutan dan memperkuat kolaborasi lintas sektor lewat skema sinergi merah putih.
Dalam pemaparan visi dan tiga misi utamanya, Destry menerjemahkannya ke dalam lima inisiatif strategis yang mencakup penguatan bauran kebijakan BI, revitalisasi kebijakan lalu lintas devisa, pemajuan keuangan inklusif dan hijau, inovasi tata kelola kelembagaan, serta penguatan sinergi nasional.
Inisiatif di bidang moneter
Destry juga menawarkan inisiatif di bidang moneter, yakni soal pergerakan nilai tukar rupiah yang akan digawangi intervensi terukur dan operasi moneter yang adaptif. Sementara itu di sektor markoprudensial, fasilitas likuiditas diarahkan buat menyokong sektor-sektor prioritas nasional.
Untuk sistem pembayaran, digitalisasi lewat QRIS terus dipush tanpa mengabaikan pemenuhan kebutuhan kas fisik masyarakat.
“Bank Indonesia akan tetap memastikan ketersediaan rupiah yang berkualitas dan layak edar di seluruh wilayah NKRI termasuk daerah 3T,” kata Destry saat uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (26/08/2026).
Bersinergi untuk jalankan program prioritas BI
Dia juga bilang kalau pihaknya akan ngepush peranan 46 kantor perwakilan BI di seluruh daerah untuk tampil sebagai mitra strategis pemda dalam memicu hilirisasi, industrialisasi, serta pengembangan ekonomi kerakyatan.
Destry juga menegaskan kalau sinergi menjadi modal dasar dalam mengeksekusi semua program prioritas bank sentral.
“Kami meyakini bahwa keberhasilan Bank Indonesia tidak ditentukan oleh kemampuan bekerja sendiri melainkan oleh kemampuan membangun sinergi merah putih bersama seluruh pemangku kepentingan,” kata Destry. (Shnty/RaM).
Gen Z Takeaway
Destry Damayanti bawa visi BI yang lebih adaptif, relevan, dan kredibel buat jaga stabilitas sekaligus dorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Kalau terpilih jadi Gubernur BI, dia menawarkan lima fokus utama, mulai dari penguatan bauran kebijakan, lalu lintas devisa, keuangan inklusif dan hijau, tata kelola, sampai sinergi nasional. Di sisi teknis, rupiah bakal dijaga lewat intervensi terukur, likuiditas diarahkan ke sektor prioritas, dan digitalisasi QRIS terus digenjot tanpa melupakan kebutuhan uang tunai, termasuk di wilayah 3T.









