Kemensos Gaspol Kirim Bantuan Darurat ke 7 Kabupaten Terdampak Gempa NTT!

Editor: A. Cuwantoro
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:08 WIB
Kemensos Gaspol Kirim Bantuan Darurat ke 7 Kabupaten Terdampak Gempa NTT!
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono meninjau penanganan korban gempa NTT. [Kemensos]

astakom.com, Jakarta – Kementerian Sosial (Kemensos) terus gaspol menguatkan penanganan kedaruratan pascagejolak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Respons cepat ini difokuskan untuk 7 kabupaten terdampak, yaitu Kabupaten Nagekeo, Sikka, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Ende, hingga Manggarai Barat. Kemensos berfokus pada pemenuhan logistik dasar, dapur umum, hingga penanganan trauma warga.

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menegaskan bahwa sejak bencana melanda pada 15 Agustus 2026, Kemensos langsung bergerak cepat bersama pemda dan kementerian terkait.

“Jadi saat ini statusnya masih tanggap darurat. Kebutuhan-kebutuhan yang kemudian kita mobilisasi adalah kebutuhan-kebutuhan darurat,” ujar Agus Jabo di kediamannya di Jakarta, Jum'at (21/8/2026), dikutip dari laman Kemensos.

Gelar dapur umum dan gelontorkan ribuan paket bantuan

Sampai Jumat (21/8/2026), Kemensos sudah mendistribusikan 48 ton beras, 13.100 paket sembako, hingga pakaian untuk anak-anak dan dewasa. Kemensos juga memobilisasi bufferstock dari Gudang Bekas, Sentra Efata Kupang, dan Dinsos Provinsi NTT untuk menyuplai ribuan paket makanan siap saji, tenda, kasur, selimut, kids ware, toilet portable, hingga solar panel.

Tak cuma itu, Kemensos bersama Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan relawan lokal bahu-membahu menyajikan makanan hangat setiap hari di lapangan.

“Untuk tujuh dapur umum, setiap harinya kita memproduksi sebanyak 22.000 porsi di tujuh kabupaten yang terdampak bencana di NTT,” kata Agus Jabo.

Namun, Agus Jabo menilai urusan perut dan pakaian saja tidak cukup. Infrastruktur dasar seperti air, listrik, jaringan komunikasi, hingga tenaga medis di lokasi pengungsian juga terus dikawal ketat.

“Kita juga memastikan jaringan listrik juga harus segera pulih, kemudian stok BBM juga harus segera ada, termasuk kemudian kebutuhan dokter, yang ada di lokasi pengungusian, ” jelasnya.

Santunan korban dan solusi tembus jalur logistik

Kemensos juga menyalurkan santunan duka cita sebesar Rp15 juta untuk masing-masing ahli waris korban meninggal dunia dan Rp5 juta untuk korban luka-luka, disusul dengan pendampingan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) bagi lansia dan anak-anak.

Di awal masa darurat, pengiriman logistik sempat tertahan karena ombak laut yang tinggi serta akses darat yang tertutup material longsor. Untuk menyiasatinya, Kemensos langsung mengambil opsi belanja lokal dari kota terdekat dan bekerja sama dengan Bulog.

“Karena bantuan dari gudang itu lama, kita melakukan belanja di kota-kota terdekat yang terdampak bencana, sehingga secepat-cepatnya bisa memenuhi kebutuhan daerah mereka,” ujar Agus Jabo.

Proses pendataan juga terus diperbarui agar pengungsi mandiri di luar titik utama tetap tersentuh bantuan. Pihaknya menegaskan komitmen pendampingan tak akan berhenti saat status darurat selesai, melainkan berlanjut hingga fase rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Setelah tanggap darurat selesai, proses selanjutnya adalah rehabilitasi dan rekonstruksi,” kata Agus Jabo.

Pendampingan akan dipastikan berlanjut sampai warga bisa kembali beraktivitas secara normal dan menempati hunian baru.

“Kalau ke depannya masyarakat masih membutuhkan bantuan-bantuan darurat, tentunya Kemensos akan berusaha sekuat-kuatnya untuk memberikan bantuan-bantuan darurat tersebut,” pungkas Agus Jabo.

Gen Z Takeaway

Big respect for Kemensos & Tagana! Penanganan gempa di 7 kabupaten NTT terus digencarkan (21/8/2026). Nggak cuma ngirim puluhan ton sembako dan ngeborong bahan baku di kota terdekat biar gercep, Kemensos juga nyiapin 22.000 porsi nasi bungkus per hari, santunan korban, plus healing support buat warga terdampak!

Kemensos Gempa NTT Pascagempa NTT Korban Gempa NTT

Infografis

Terkini