Pertama Kali, Menlu RI-Tiongkok Gelar Dialog Strategis di Jakarta
astakom.com, Jakarta – Menteri Luar Negeri RI Sugiono dan Menlu Tiongkok resmi membuka pertemuan perdana Comprehensive Strategic Dialogue (CSD) Indonesia-Tiongkok di Jakarta, Jumat (21/08/2026). Perjumpaan ini jadi terobosan baru yang bikin kemitraan strategis kedua negara makin solid dan terarah.
Sugiono menegaskan kalau CSD ini bakal jadi wadah strategis buat mengawal arah kerja sama bilateral Indonesia dan Tiongkok di masa depan. Mekanisme ini langsung mencakup 5 pilar utama yaitu politik, ekonomi, maritim, hubungan antarmasyarakat, sampai keamanan.
Resmi buka CSD perdana
“Suatu kehormatan bagi saya untuk menjadi ketua bersama dalam pertemuan perdana CSD hari ini menandai tonggak penting dalam hubungan bilateral kita, mekanisme ini menjadi platform strategis yang berorientasi ke depan. Yaitu, untuk mengarahkan kemitraan bilateral kita di lima pilar, yaitu politik, ekonomi, maritim, hubungan antarmasyarakat, dan keamanan,” ucap Sugiono pada saat membuka perjumpaan Jumat (21/8/2026).
Targetkan hasil konkret
Bukan sekedar kumpul formalitas, Menlu Sugiono mewanti waktu agar forum ini bisa ngasih hasil real yang beneran dirasakan manfaatnya oleh kedua belah pihak.
"Karena itu, kita perlu memastikan CSD menghasilkan capaian yang nyata dan kemajuan konkret," ungkap Menlu Sugiono.
Menariknya, momen CSD ini juga bertepatan sama kick off pembahasan Rencana Aksi Indonesia Tiongkok 2027-2031. Agenda baru ini bakal melanjutkan estafet dari Rencana Aksi 2022-2026 yang sekarang lagi berjalan.
Harmonisasi agenda masa depan
Timing pertemuan ini terbilang pas banget. Di satu sisi Tiongkok baru aja mau memulai Rencana Lima Tahun ke-15 mereka. Di sisi lain, Indonesia juga lagi tancap gas menjalankan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 demi merealisasikan visi Indonesia Emas 2045.
Makanya, perjumpaan perdana CSD ini dimanfaatkan kedua negara buat evaluasi total kolaborasi yang sudah ada, memperdalam kerja sama, ngeset prioritas strategis, sampai mengeksekusi arahan kedua kepala negara jadi hasil nyata yang saling menguntungkan.
Wang Yi sambut positif
Merespons hal tersebut, Menlu Tiongkok Wang Yi menyambut hangat hadirnya wadah CSD ini. Menurutnya, langkah ini penting banget buat mewujudkan komitmen yang udah disepakati oleh Presiden Indonesia dan Presiden Tiongkok.
“Pembentukan mekanisme Dialog Strategis Komprehensif juga merupakan langkah penting yang diambil kedua pihak. Untuk mengimplementasikan kesepakatan kedua kepala negara,” ucap Wang Yi.
Wang Yi menambahkan keberadaan CSD bakal memperkokoh fondasi kelembagaan pada kerja sama 5 pilar kedua negara, sekaligus mempercepat terbangunnya komunitas Tiongkok-Indonesia dengan masa depan bersama. Ia juga menggarisbawahi krusialnya komunikasi dan koordinasi yang intensif di saat kondisi geopolitik global yang serba dinamis dan penuh gejolak. (nAD/aNs)









