BNPB Tambah Kekuatan Udara, Upayakan Penanganan Karhutla di 6 Provinsi Prioritas
astakom.com, Jakarta - Musim kemarau belum benar-benar lewat, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) justru masih muncul di sejumlah wilayah. Pemerintah pun memperkuat penanganan dengan mengerahkan operasi udara di enam provinsi yang menjadi wilayah prioritas.
Melansir dari keterangan resmi yang diterima astakom.com pada Jumat, (21/08/2026) dalam perkembangan terbaru, BNPB mengoperasikan puluhan helikopter untuk mendukung penanganan karhutla di Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.
Armada tersebut digunakan untuk patroli udara, operasi modifikasi cuaca (OMC), hingga pemadaman melalui water bombing.
39 helikopter dikerahkan di 6 provinsi
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan penguatan operasi udara dilakukan untuk mempercepat respons ketika titik kebakaran muncul sekaligus menopang pemadaman yang dilakukan dari darat.
"Selain penguatan satgas darat, BNPB juga melakukan penguatan penanganan karhutla melalui satgas udara di enam provinsi prioritas," ujar Berton dalam keterangan resminya, Jumat (21/08/2026).
Rinciannya, BNPB menempatkan tujuh helikopter di Riau yang terdiri atas satu unit untuk patroli, satu unit untuk OMC, dan lima unit untuk water bombing.
Di Jambi terdapat empat unit, masing-masing satu helikopter patroli, satu untuk OMC, serta dua untuk water bombing. Sementara Sumatera Selatan mendapat sembilan unit, dengan komposisi satu patroli, satu OMC, dan tujuh unit pemadaman udara.
Untuk wilayah Kalimantan, BNPB menyiapkan lima helikopter di Kalimantan Selatan, enam unit di Kalimantan Tengah, serta delapan unit di Kalimantan Barat.
Jika dijumlahkan, terdapat 39 unit helikopter yang digunakan untuk mendukung operasi udara di enam provinsi prioritas tersebut.
"Selanjutnya di Sumatra Selatan, BNPB menurunkan satu unit heli untuk patroli udara, satu unit untuk operasi modifikasi cuaca (OMC), dan tujuh unit heli untuk melakukan water bombing," ujarnya.
Karhutla baru muncul di Kalimantan
Penguatan operasi udara ini dilakukan ketika sejumlah kejadian karhutla baru masih terdeteksi, khususnya di wilayah Kalimantan.
BNPB mencatat kebakaran baru di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, pada Rabu (19/8/2026). Titik kebakaran berada di Kecamatan Tanah Grogot, Batu Sopang, dan Batu Engau dengan area terdampak sekitar 25,29 hektare.
BPBD Kabupaten Paser kemudian melakukan pemadaman dari jalur darat. Api berhasil dikendalikan sehari setelah kejadian dan dilanjutkan dengan pemantauan pascapemadaman.
Karhutla juga tercatat di Kabupaten Kutai Kartanegara dengan total area terbakar mencapai 49,55 hektare. Tim Reaksi Cepat BPBD bersama relawan dan petugas pemadam kebakaran dikerahkan ke sejumlah titik yang masih dapat dijangkau.
Berdasarkan pemantauan visual pada Kamis (20/8/2026), sebagian besar titik api di wilayah tersebut telah berhasil dipadamkan. Namun, kebakaran di Kelurahan Pendingin masih menjadi perhatian.
"Penanganan karhutla di Pulau Kalimantan masih menjadi prioritas utama pemerintah saat ini," jelasnya.
Kondisi tersebut sejalan dengan pemantauan BNPB sebelumnya yang menempatkan Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan sebagai enam wilayah prioritas penanganan karhutla.
OMC jadi strategi tambahan
Selain pemadaman langsung, BNPB juga menggunakan OMC sebagai bagian dari strategi penanganan. Operasi ini dilakukan dengan memanfaatkan potensi awan hujan agar dapat membantu membasahi wilayah yang berisiko terbakar.
"Pengoperasian helikopter tersebut akan terus disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Sementara untuk OMC, BNPB berkolaborasi dengan BMKG untuk memantau pertumbuhan potensi awan hujan yang dapat dimanfaatkan untuk OMC," ujarnya.
Langkah tersebut bukan pendekatan baru dalam penanganan karhutla. Data BMKG menunjukkan operasi modifikasi cuaca untuk pembasahan gambut dan penanganan karhutla telah dilakukan di sejumlah wilayah sepanjang 2026, termasuk Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
BNPB juga meminta pemerintah daerah tidak hanya fokus ketika api sudah muncul. Kesiapsiagaan, pemantauan titik rawan, deteksi dini, serta kesiapan sarana pemadaman tetap perlu diperkuat selama musim kemarau.
Masyarakat pun diminta ikut mencegah munculnya titik kebakaran dengan tidak melakukan pembakaran di area yang rawan terbakar. Jika menemukan kebakaran, warga diimbau segera melaporkannya kepada otoritas setempat agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat. (deA/aNs)
Gen Z takeaway
Karhutla bukan cuma soal api yang membakar hutan. Asapnya bisa berdampak ke kualitas udara, aktivitas warga, hingga lingkungan. Jadi, ketika pemerintah sudah mengerahkan puluhan helikopter, langkah paling basic dari masyarakat tetap sama: jangan asal bakar lahan dan segera laporkan kalau menemukan titik api.









