Kemenkes Bangun RS Lapangan untuk Pulihkan Layanan Kesehatan Pascagempa NTT

Penulis: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Anri Syaiful
Jumat, 21 Agustus 2026 | 06:08 WIB
Kemenkes Bangun RS Lapangan untuk Pulihkan Layanan Kesehatan Pascagempa NTT
Kemenkes Bangun RS Lapangan untuk Pulihkan Layanan Kesehatan Pascagempa NTT [Kemenkes]

astakom.com, Jakarta - Gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) membuat layanan kesehatan di sejumlah wilayah ikut terdampak. Di tengah kondisi tersebut, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bergerak dengan menyiapkan rumah sakit (RS) lapangan agar pelayanan medis bagi masyarakat tetap berjalan.

Melansir laman resmi Kemenkes pada Kamis, (20/08/2026), respons tersebut dilakukan dengan mendirikan RS lapangan di RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, dan RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat layanan kesehatan sekaligus menjaga agar pasien tetap mendapat penanganan setelah fasilitas kesehatan terdampak gempa.

Tak berhenti pada pembangunan fasilitas, Kemenkes pada 19 Agustus 2026 memastikan RS lapangan di Ruteng sudah mulai berfungsi. Bahkan, tindakan operasi terhadap pasien anak telah dilakukan dan berjalan lancar.

Dua RS lapangan disiapkan di lokasi terdampak

Kemenkes mendirikan dua RS lapangan sebagai respons terhadap gangguan layanan kesehatan pascagempa. Fasilitas tersebut ditempatkan di sekitar RSUD Ruteng dan RSUD Aeramo untuk mendukung pelayanan medis di wilayah terdampak.

Sebelumnya, berdasarkan laporan situasi Kemenkes per 15 Agustus 2026, gempa berdampak pada delapan kabupaten/kota di NTT. RSUD Nagekeo dan RSUD Ruteng termasuk fasilitas kesehatan yang menjadi perhatian dalam upaya pemulihan layanan.

Kemenkes menyebut pembangunan RS lapangan menjadi bagian dari respons kegawatdaruratan kesehatan agar pelayanan kepada masyarakat tidak terhenti meski fasilitas utama mengalami dampak gempa.

RS Lapangan Ruteng dilengkapi ruang operasi

Untuk RS lapangan di Ruteng, Kemenkes mempercepat pembangunan fasilitas di kawasan Stadion Golo Dukal, Kabupaten Manggarai.

Fasilitas tersebut disiapkan dengan ruang operasi dan kapasitas hingga 100 tempat tidur. Kehadiran fasilitas ini ditujukan untuk memastikan layanan medis, termasuk tindakan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, tetap bisa dilakukan selama kondisi RSUD Ruteng belum sepenuhnya pulih.

Kondisi ini penting karena bangunan RSUD Ruteng terdampak gempa sehingga sebagian pelayanan harus disesuaikan. Kemenkes sebelumnya menyebut tindakan medis tetap dilakukan dengan memanfaatkan tenda darurat di luar gedung rumah sakit.

Sudah berfungsi, operasi pasien anak berjalan

Perkembangan terbaru datang pada 19 Agustus 2026. Kemenkes memastikan RS lapangan Ruteng sudah mulai digunakan untuk pelayanan kesehatan.

Salah satu layanan yang telah berjalan adalah tindakan operasi terhadap pasien anak. Kemenkes menyatakan operasi tersebut berlangsung lancar, menandakan fasilitas darurat tersebut sudah mulai menjalankan fungsi medisnya, bukan hanya berada pada tahap pembangunan.

Dengan beroperasinya RS lapangan, layanan kesehatan bagi warga terdampak diharapkan tetap tersedia sambil proses pemulihan fasilitas kesehatan utama terus dilakukan. Kemenkes sendiri telah menerbitkan sejumlah pembaruan terkait respons gempa NTT sejak 16 Agustus 2026, mulai dari pengerahan tim medis hingga pembangunan fasilitas kesehatan darurat. (deA/aNs)

Gen Z Takeaway

Gempa memang bikin banyak hal harus kembali ditata, tapi layanan kesehatan nggak boleh ikut berhenti. Kemenkes memilih gerak cepat dengan menghadirkan RS lapangan di Ruteng dan Aeramo, lengkap dengan dukungan layanan medis untuk kondisi darurat. Yang paling penting, RS lapangan Ruteng kini sudah mulai berfungsi dan bahkan sudah digunakan untuk operasi pasien anak. Jadi, responsnya bukan cuma soal bangun fasilitas, tapi memastikan warga tetap bisa mendapat pertolongan saat situasi belum sepenuhnya pulih.

NTT Gempa NTT Pascagempa NTT Korban Gempa NTT RS Lapangan Kemenkes

Infografis

Terkini