Sekolah Garuda Kembangkan Talenta Lokal Siap Kuasai Pasar Dunia

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 01:08 WIB
Sekolah Garuda Kembangkan Talenta Lokal Siap Kuasai Pasar Dunia
Sekolah Garuda Kembangkan Talenta Lokal Siap Kuasai Pasar Dunia (Bakom)

astakom.com, Jakarta – Pemerintah lewat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi pasang strategi jangka panjang buat memastikan anak muda Indonesia nggak cuma jago kandang, tapi juga siap dan jadi pemain utama di kancah internasional. Langkah keren ini punya landasan hukum yang kuat, yaitu Peraturan Presiden Nomor 37 Tahun 2026 tentang Rencana Induk Ekonomi Kreatif Tahun 2026–2045.

Landasan hukum

Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif Kemdiktisaintek, Ardi Findyartini, menegaskan kalau masa depan Indonesia itu nggak bisa cuma mengandalkan kekayaan alam aja. Kunci utamanya ada di kualitas sumber daya manusia, kreativitas, ilmu pengetahuan, sains, hingga teknologi. Maka dari itu, Kemdiktisaintek mengambil peran penting dalam membangun ekosistem pendidikan, teknologi dan sains demi melahirkan talenta unggulan serta inovasi yang berdampak nyata.

“Melalui semangat Diktisaintek Berdampak, pendidikan tinggi tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi menjadi ruang untuk mengembangkan talenta, menghasilkan riset, melahirkan inovasi, mengembangkan teknologi, serta mendorong hilirisasi hasil penelitian menjadi solusi dan nilai tambah bagi masyarakat,” tutur Ardi dalam keterangannya pada Jumat, (21/08/2026).

Fungsi kampus

Ardi menambahkan kalau perguruan tinggi adalah landasan utama pencetak para peneliti, inovatif, entrepreneur, hingga creative talent yang bakal jadi penggerak roda ekonomi Indonesia di masa depan. Maka dari itu, membangun ekonomi kreatif itu ya sama saja dengan membangun manusianya.

Sekolah Garuda

Menyusun sumber daya berkualitas nggak bisa mendadak. Langkah konkretnya dimulai sejak dini lewat Program SMA Unggul Garuda. Program ini memberikan ruang dan kesempatan makin luas buat generasi muda berprestasi agar bisa mengakses pendidikan berkualitas tinggi, tumbuh jadi SDM unggul, serta siap lanjut ke jenjang perguruan tinggi demi berkontribusi buat bangsa.

Dari ekosistem inilah, talenta muda bakal tumbuh, berkolaborasi, bikin riset, menciptakan inovasi hingga menetaskan karya yang nggak cuma menjawab kebutuhan warga lokal, tapi juga tembus pasar global.

“Dari talenta lahirlah gagasan, dari pendidikan tumbuhlah kompetensi, dari riset lahirlah inovasi, dari kreativitas terciptalah karya, dan dari karya itulah hadir dampak,” sambung Ardi.

Semangat Dikti Saintek pada dasarnya hadir buat menghubungkan seluruh titik mulai dari pendidikan, sains, teknologi, riset, inovasi beserta talenta supaya bisa memberikan dampak nyata buat masyarakat sekaligus memperkokoh daya saing Indonesia di tingkat dunia.

Pemain global

Kemendiktisaintek juga mengingatkan kalau pentingnya mindset atau ubah pola pikir dalam peta perekonomian global. Indonesia harus stop cuma dijadikan sasaran empuk pasar produk asing.

“Indonesia tidak cukup hanya menjadi pasar. Indonesia harus menjadi bangsa yang menciptakan, berinovasi, dan menjadi pemain utama di pasar dunia,” tutup Ardi. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Generasi kita udah bukan zamannya cuma jadi konsumen brand luar atau penonton di negeri sendiri. Lewat dorongan Perpres Ekraf 2026–2045 dan Sekolah Unggul Garuda, pemerintah ngasih green light buat Gen Z ngembangin skill, riset, dan karya kreatif dari sekolah sampai perguruan tinggi. Ini momentum emas buat ubah mindset dari sekadar 'pembeli' jadi 'pencipta' (creator) yang karyanya diakui dan nembus pasar global!

Sekolah Garuda Sekolah Unggul Garuda Kemendiktisaintek Kemendikti Saintek

Infografis

Terkini