Eskalasi Memanas: Houthi Klaim Serang Jantung Minyak Saudi
astakom.com, Jakarta – Situasi di Timur Tengah makin memanas. Kelompok pemberontak Houthi dari Yaman, pada Minggu, (4/10/2026), mengaku sebagai dalang serangan terkoordinasi memakai rudal dan drone. Targetnya fasilitas milik raksasa minyak Arab Saudi, Aramco, di Riyadh dan kawasan Khurais, di sisi timur ibu kota.
Klaim Dua Operasi
Pengakuan itu disampaikan juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, lewat video yang diposting pada platform X. Menurutnya, kelompoknya menjalankan 2 operasi militer terhadap perusahaan tersebut.
"Kedua operasi berhasil mencapai tujuannya," ungkap Saree, dilansir dari Yeni Safak, Senin (5/10/2026).
Saree juga menyebut serangan itu memicu kebakaran besar di lokasi-lokasi sasaran. Ini masih sebatas klaim sepihak dari Houthi.
Dalih Balasan
Menurut Saree, serangan ini adalah jawaban atas tindakan militer Saudi. Ia menduga Riyadh melancarkan 50 serangan udara dan serangan rudal dalam 12 jam terakhir. Sasarannya Sanaa serta provinsi Al-Jawf, Taiz, Amran, Hajjah, dan Saada
Saree juga menyatakan jumlah total serangan udara Saudi sejak eskalasi dimulai sudah mencapai 1.460 kali. Tapi ia tidak menjelaskan kapan hitungan itu mulai dihitung, jadi angkanya belum bisa dipastikan.
Saudi Masih Hening
Sampai berita ini diturunkan, pihak berwenang Saudi maupun Aramco belum memberikan komentar langsung soal klaim Houthi tersebut.
Ancaman Berlanjut
Houthi tidak berhenti di situ. Saree melontarkan ancaman akan melancarkan serangan rudal dan drone tambahan ke lokasi serta fasilitas minyak Saudi. Ia memperingatkan operasi akan terus berlanjut sampai serangan terhadap mereka dihentikan dan "blokade" atas Yaman dicabut.
Pengumuman Houthi ini muncul setelah Ketua Dewan Kepemimpinan Presiden Yaman, Rashad al-Alimi, bicara soal operasi militer menyeluruh terhadap Houthi. Tujuannya merebut kembali wilayah yang masih dikuasai kelompok tersebut. (nAD/RaM)
Gen Z Takeaway
Intinya, konflik Houthi vs Saudi makin panas dan sekarang nyasar ke sektor minyak, urat nadi ekonomi Saudi. Tapi inget, soal kebakaran besar dan "sukses besar" itu masih klaim sepihak Houthi, belum ada konfirmasi dari Saudi maupun Aramco. Sambil nunggu kabar resmi, jangan telan mentah-mentah semua narasi yang beredar, karena di situasi kayak gini info bisa berubah cepet banget.









