Ngeri! Kopilot Flydubai Aksi Teror Pakai Kapak, Pesawat Terjun Bebas hingga 17.000 Kaki
astakom.com, Jakarta – Sebuah insiden luar biasa mencekam baru saja terjadi di dalam kokpit pesawat Flydubai penerbangan FZ1073. Pihak berwenang Uni Emirat Arab (UEA) mengonfirmasi kalau aksi nekat sang kopilot yang menyerang kapten kapten pesawat menggunakan kapak darurat masuk dalam kategori dugaan tindakan terorisme.
Dugaan terorisme
Jaksa Agung UEA, Hamad Saif al-Shamsi, mengungkapkan kalau insiden mengerikan yang terjadi pada pertengahan pekan lalu itu merupakan bentuk upaya pengambilalihan kendali penerbangan secara paksa. Saat ini, otoritas setempat masih terus bergerak cepat untuk membongkar motif di balik aksi brutal tersebut.
“untuk mengungkap semua keadaan insiden tersebut, motifnya, dan hubungan terkait, di samping menyelesaikan pemeriksaan teknis dan memeriksa bukti fisik dan digital”. ujar al-Shamsi saat membeberkan proses penyelidikan yang sedang berjalan dilansir dari Al Jazeera pada Senin, (5/10/2026).
"Hasil akhir akan diumumkan segera setelah prosedur yang diperlukan selesai." ungkapnya menegaskan.
Kronologi mencekam
Peristiwa dramatis ini bermula saat pesawat berpenumpang 174 orang tersebut sedang menempuh rute dari Dubai menuju Tel Aviv, Israel. Di tengah perjalanan, sang kopilot mendadak menyerang pilot utama asal India, Smit Machchhar, menggunakan kapak darurat fasilitas standar kokpit yang sejatinya difungsikan untuk situasi krisis.
Dalam kondisi terluka, Machchhar berhasil membuka pintu kokpit untuk meminta pertolongan. Situasi di dalam kabin makin bikin shock ketika burung besi itu sempat terjun bebas sejauh 17.000 kaki (sekitar 5.180 meter). Beruntung, kepanikan berhasil dikendalikan setelah para penumpang dan awak kabin bergerak cepat melumpuhkan pelaku. Kendali terbang kemudian diambil alih oleh pasangan pilot cadangan.
Pendaratan darurat
Meski pihak berwenang belum merilis identitas pelaku secara resmi, spekulasi yang beredar di berbagai media menyebutkan kalau pria tersebut merupakan warga negara Oman bernama Hamam al-Hammami.
Penerbangan penuh teror tersebut akhirnya, dialihkan dan berhasil melakukan pendaratan darurat di Bandara Internasional Pangeran Sultan bin Abdulaziz yang berlokasi di Tabuk, Arab Saudi. Pelaku yang sempat diamankan otoritas Saudi kini sudah diserahkan kembali ke UEA sebagai pemegang komando penyelidikan.
Reaksi keras pun datang dari Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Ia menegaskan bahwa pihak intelijennya ikut turun tangan menyelidiki apakah ada dalang lain di balik aksi nekat sang kopilot, seraya memberi peringatan bahwa siapa pun yang terlibat bakal membayar "harga yang mahal".
Penerbangan lumpuh
Buntut dari kejadian ini, operasional penerbangan langsung kena imbas besar. Flydubai menghentikan sementara seluruh rute menuju Israel, disusul maskapai El Al yang turut membatalkan penerbangannya. Alhasil, sejumlah warga Israel sempat stuck dan terlantar di UEA.
Proses pemulangan baru dimulai ketika pesawat repatriasi pertama milik maskapai Arkia berhasil mendarat selamat di Bandara Ben Gurion, Tel Aviv, pada Jumat malam waktu setempat. (nAD/RaM)
Gen Z Takeaway
Plot twist penerbangan Flydubai FZ1073 beneran bikin merinding! Kopilotnya mendadak acting out nyerang kapten pakai kapak di tengah jalan, bikin pesawat langsung terjun bebas 17.000 kaki dan penumpang auto-panic. Untung aja kru sama penumpang clutch banget berhasil ngelumpuhin pelaku sampai pendaratan darurat di Arab Saudi. Kasus ini langsung ditangani sebagai dugaan aksi terorisme, dan imbasnya flight rute UEA-Israel sempat paralyzed total. Lesson learned: bahaya insider threat itu nyata dan keberanian kolektif pas situasi krisis itu penentu keselamatan!









