Menteri Israel Sebut Tepi Barat Milik Mereka, Ancam Ratakan Palestina

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Henni Rachma Sari
Senin, 5 Oktober 2026 | 21:33 WIB
Menteri Israel Sebut Tepi Barat Milik Mereka, Ancam Ratakan Palestina
Menteri Israel Sebut Tepi Barat Milik Mereka, Ancam Ratakan Palestina (Ilustrasi gemini)

astakom.com, Jakarta – Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, bikin geger lagi usai nyatain kalau seluruh wilayah Tepi Barat yang diduduki itu pure milik Israel. Klaim sepihak ini terang-terangan menabrak Kesepakatan Oslo yang selama ini jadi pijakan legal hubungan Israel dan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO).

Padahal dalam Oslo II Accord tahun 1995, Tepi Barat dibagi jadi 3 zona yaitu Area A (kontrol penuh Palestina), Area B (kontrol sipil Palestina dan keamanan Israel), serta Area C (kontrol penuh Israel mencakup 60% wilayah). Tapi buat Ben-Gvir, skema itu udah nggak valid.

Kesepakatan Oslo

“Tidak ada perbedaan antara Area A, B, dan C. Seluruh tanah ini milik kita. Ini adalah negara kita,” tegas Ben-Gvir kepada Channel 14 sayap kanan Israel dilansir dari Anadolu Ajansi pada Senin, (05/10/2026).

Gak berhenti di situ, politisi radikal ini juga spill rencananya kalau nanti berhasil menduduki kursi Menteri Pertahanan Israel. Ia mengancam bakal meratakan Otoritas Palestina dan 'memobilisasi' pengusiran warga Palestina dari tanah kelahiran mereka di Tepi Barat maupun Jalur Gaza.

Ia berdalih ada sekitar 60% warga Palestina yang mau "beremigrasi", meski klaim angka itu berseberangan dengan fakta di lapangan

"Saya akan meluangkan waktu untuk ini, dan saya akan mengelola prosesnya secara berkelanjutan. Setiap minggu, saya akan mengadakan diskusi yang melibatkan semua pihak terkait," ungkapnya.

Otw longgarkan aturan tembak

Saat disentil soal keterbatasan personel militer Israel untuk menjaga Tepi Barat dan Gaza sekaligus, Ben-Gvir punya jalan pintas yang tergolong ekstrem. Menurutnya, makin dibebaskan tentara bertindak keras, makin sedikit pasukan yang dibutuhkan.

“Sangat sederhana: Semakin Anda mengizinkan tentara untuk menembak dan menggunakan kekerasan, semakin sedikit tenaga kerja yang Anda butuhkan.”cetusnya.

Ia juga fix berniat melonggarkan aturan penggunaan senjata buat militer.

“Saya akan mencabut pembatasan terhadap tentara kita. Saat ini, aturan keterlibatan polisi jauh lebih longgar daripada aturan keterlibatan tentara,” sambungnya, mengacu pada penggunaan tembakan oleh polisi atas rakyat Palestina.

Sindir Netanyahu lambat

Meskipun Perdana Menteri Benjamin Netanyahu beberapa kali pernah melontarkan wacana pemindahan warga Palestina, Ben-Gvir  menganggap sang PM gak cukup membutuhkannya serta dinilai lambat dalam mengeksekusi kebijakan tersebut.

Panas jelang pemilu

Gertakan dan manuver Ben-Gvir ini mengudara tepat di tengah panasnya persaingan menjelang pemilu Knesset pada 27 Oktober mendatang. Sejumlah hasil survei menunjukkan elektabilitas koalisi pemerintah mulai kendor, sementara kubu oposisi makin meroket.

Demi mengumpulkan suara, Ben-Gvir belakangan ini makin rajin menebar provokasi terhadap warga Palestina. Selain rajin flexing pernyataan keras, ia juga berulang kali mendatangi kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki dan menggelar ritual Talmud di Tembok Barat. (nAD/RaM)

Gen Z Takeaway

Menteri Israel, Itamar Ben-Gvir, kembali bikin geger usai nge-klaim Tepi Barat full milik Israel dan terang-terangan abusive mau ngusir warga Palestina plus melonggarkan aturan penembakan militer. Manuver super radikal ini sengaja ditiupkan bukan cuma buat nabrak Kesepakatan Oslo, tapi juga demi flexing kekuasaan dan nyari panggung politik instan jelang Pemilu Knesset Oktober mendatang.

israel Israel Gaza Update Konflik Palesina Israel Palestine Update

Infografis

Terkini