Saudi dan Koalisi Tekankan Tak Akan Mundur Hadapi Houthi di Yaman
astakom.com, Jakarta – Koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman menekankan bakal terus berdiri di belakang pemerintah dan angkatan bersenjata Yaman. Targetnya jelas yaitu memulihkan institusi negara dan mengakhiri pengambilalihan wilayah oleh kelompok Houthi.
Janji Koalisi Saudi ke Yaman
Lewat pernyataan pada Minggu, (4/10/2026), juru bicara koalisi Turki al-Maliki menyebut serangan Houthi terhadap warga Yaman sebagai perbuatan yang secara jelas dan sudah membawa bencana dan penderitaan bagi rakyat Yaman selama bertahun-tahun.
Tudingan untuk Houthi
Al-Maliki juga nenduga Houthi memberlakukan blokade internal, dan memaksa warga mengungsi, menjarah sumber daya, lalu mengalihkannya untuk mengusahakan perang. Tak berhenti di situ, kelompok itu dituduh merekrut anak-anak dan merusak sistem sosial Yaman.
Menurut al-Maliki, serangan Houthi ke Arab Saudi, termasuk upaya menyasar Makkah dan Madinah, jadi alasan koalisi terus melakukan langkah pencegahan.
“Serangan Houthi terhadap Arab Saudi, termasuk upaya menargetkan Makkah dan Madinah, menjadi alasan bagi koalisi untuk terus mengambil langkah-langkah pencegahan terhadap kelompok tersebut,” ungkap Al-Maliki, dilansir dari Anadolu pada Senin, (5/10/2026).
Ia merinci, serangan juga diarahkan ke Riyadh, Abha, Khamis Mushait, Jazan, Najran, Taif, dan Yanbu.
Laut Merah Ikut Terancam
Al-Maliki juga menyoroti manuver Houthi yang membidik kapal-kapal Saudi di bagian selatan Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb. Buat dia, aksi ini bukan masalah kecil, sebab sudah jadi ancaman atas keamanan regional dan internasional, kebebasan navigasi, dan juga perdagangan internasional
Al-Maliki menekankan Arab Saudi punya hak yang melekat buat membela kedaulatan, melindungi keamanan, sekaligus mengambil langkah operasional guna mencegah Houthi dan memberhentikan total pelanggaran yang dituduhkan kepada mereka.
Ia menambahkan, Arab Saudi dan koalisi bakalan terus menemani Yaman sampai institusi negara pulih. Support itu, katanya, bakal berlanjut hingga ancaman Houthi terhadap navigasi maritim di Laut Merah bagian selatan dan Selat Bab el-Mandeb benar-benar berakhir.
Yaman Gelar Operasi Besar
Di hari yang sama, Ketua Dewan Kepemimpinan Presiden Yaman Rashad al-Alimi mempublikasikan operasi militer komprehensif terhadap Houthi demi merebut kembali wilayah yang masih dikuasai kelompok itu.
Militer Yaman pun menyatakan dimulainya operasi yang mereka juluki pertempuran pembebasan, dengan misi mengembalikan institusi negara dan mengakhiri atas ambil alih oleh Houthi. (nAD/RaM)
Gen Z Takeaway
Intinya, Arab Saudi dan koalisinya bilang mereka gak bakal ghosting Yaman. Mereka janji terus nemenin sampai pemerintah Yaman bener-bener bisa berdiri lagi. Houthi dituding bikin banyak masalah, mulai dari blokade, menjarah sumber daya, sampai ngincar kapal di Laut Merah yang jalurnya penting buat perdagangan dunia. Di saat yang sama, Yaman udah gaspol dengan operasi militer besar buat merebut balik wilayahnya. Tapi ingat, semua tudingan ke Houthi ini datang dari pihak koalisi, jadi tetap perlu dibaca dengan kritis.









