Kinerja Saham Sepekan: IHSG Turun 3,28%, BEI Lakukan Penyesuaian, Terapkan Kebijakan Baru

Penulis: Shintya
Editor: Anri Syaiful
Minggu, 4 Oktober 2026 | 13:03 WIB
Kinerja Saham Sepekan: IHSG Turun 3,28%, BEI Lakukan Penyesuaian, Terapkan Kebijakan Baru
Kinerja Saham Sepekan: IHSG Turun 3,28%, BEI Lakukan Penyesuaian, Terapkan Kebijakan Baru (Dok. TrenAsia)

astakom.com, Jakarta - Pekan penutupan akhir September hingga awal Oktober 2026 kemarin kayaknya bikin sebagian investor overthinking. Soalnya, kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) terkena koreksi sebesar 3,28 persen dan terpaksa parkir di level 6.036,888.

Buat kamu yang penasaran sama vibes pasar sepekan kemarin (28 September - 2 Oktober 2026), posisi IHSG ini jelas mengalami penyesuaian yang cukup kerasa kalau dibandingin sama penutupan pekan sebelumnya yang lebih baik yaitu di level 6.241,892.

Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Elsierra Putri Yosita, ngasih penjelasan lewat keterangan resminya pada Jumat (02/10/2026) malam, dia bilang kalau IHSG memang lagi mengalami penyesuaian.

IHSG mengalami penyesuaian

"Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 6.036,888, berubah 3,28 persen dibandingkan posisi penutupan pekan sebelumnya sebesar 6.241,892," katanya dalam keterangan tertulis dikutip astakom.com pada Sabtu (03/10/2026).

Seiring dengan pergerakan indeks tersebut, kapitalisasi pasar bursa ikut berubah 2,55 persen dari yang tadinya Rp10.905 triliun, turun jadi Rp10.627 triliun. Frekuensi transaksi harian juga sempat terkoreksi 7,54 persen jadi 1,68 juta kali transaksi dari sebelumnya 1,82 juta kali transaksi.

Transaksi saham justru lagi naik

Tapi jangan panik dulu! Di balik penurunan frekuensi, aktivitas transaksi saham justru auto naik dari sisi volume dan nilai harian. 

Rata-rata volume transaksi harian melonjak hingga 72,51 persen menjadi 50,37 miliar saham dari pekan sebelumnya sebesar 29,20 miliar saham. Selain itu, rata-rata nilai transaksi harian turut meningkat 5,40 persen menjadi Rp12,63 triliun dari Rp11,98 triliun.

Aksi asing masih suka "ghosting" pasar

Meskipun aktivitas transaksi lagi hits, tekanan dari investor asing tampaknya masih terus membayangi market kita. Pada perdagangan Jumat (02/10/2026), investor asing tercatat membukukan nilai jual bersih (net sell) sebesar Rp1,27 triliun.

Kalau dihitung secara kumulatif sepanjang tahun 2026 ini, aksi net sell oleh investor asing bahkan udah nembus angka fantastis sebesar Rp82,55 triliun.

Di tengah dinamika perdagangan pasar saham yang naik-turun ini, BEI gak tinggal diam. Mereka resmi memberlakukan serangkaian penyempurnaan kebijakan untuk mengokohkan mekanisme transaksi, memperdalam pasar modal, sekaligus ningkatin fleksibilitas para pelaku pasar.

Kebijakan baru BEI: biar makin fleksibel!

Elsierra menambahkan dalam keterangannya, kalau penyempurnaan kebijakan itu mencakup penyesuaian batas harga dan Auto Rejection, penyempurnaan kriteria Papan Pemantauan Khusus, serta penerapan Short Selling dan Intraday Short Selling (IDSS).

"BEI melakukan sejumlah penyempurnaan kebijakan yang mencakup penyesuaian batas harga dan Auto Rejection, penyempurnaan kriteria Papan Pemantauan Khusus, serta penerapan Short Selling dan Intraday Short Selling (IDSS)," kata Elsierra.

Sejak Senin (28/9/2026), BEI resmi melakukan update dengan menyesuaikan batas harga minimum Efek Bersifat Ekuitas dan Dana Investasi Infrastruktur (DINFRA) dari yang tadinya Rp50 sekarang jadi Rp1.

Update batas minimum harga

Kebijakan ini langsung diikuti oleh penyesuaian batas Auto Rejection (AR). Saham dengan rentang harga Rp1 sampai Rp10 sekarang punya batas Auto Rejection Atas (ARA) dan Auto Rejection Bawah (ARB) sebesar Rp1.

Sementara itu, buat saham dengan harga di atas Rp10, ketentuan ARB asimetris 15 persen tetap berlaku sampai tanggal 31 Desember 2026. Nah, untuk instrumen DINFRA dengan harga Rp1-Rp10, batas ARA dan ARB ditetapkan Rp1, sedangkan untuk harga di atas Rp10 masing-masing ditetapkan sebesar 10 persen.

Dengan adanya penyempurnaan aturan ini, semoga ke depannya pasar modal Indonesia makin sehat, transparan, dan bergerak positif. (Shnty/aNs)

Gen Z Takeaway

IHSG pekan lalu lagi kena koreksi 3,28% ke level 6.036,888, tapi bukan berarti market sepi. Volume transaksi malah melonjak 72,51% dan nilai transaksi harian naik 5,40%, meski investor asing masih mencatat net sell Rp1,27 triliun pada Jumat. Di saat yang sama, BEI juga mulai menerapkan sejumlah aturan baru, termasuk batas minimum harga Rp1 serta penyesuaian Auto Rejection dan penerapan short selling.

IHSG sepekan IHSG Bursa Saham Indonesia (BEI) short selling

Infografis

Terkini