Dua Ekskavator Diangkut KMP Ile Ape ke Palue, Kemenhub Dorong Pemulihan Akses Pascagempa NTT

Penulis: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Anri Syaiful
Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:01 WIB
Dua Ekskavator Diangkut KMP Ile Ape ke Palue, Kemenhub Dorong Pemulihan Akses Pascagempa NTT
Dua Ekskavator Diangkut KMP Ile Ape ke Palue, Kemenhub Dorong Pemulihan Akses Pascagempa NTT [kemenhub]

astakom.com, Jakarta - Pemulihan wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah gempa kini mulai masuk ke tahap pembukaan kembali akses yang sempat terganggu. Transportasi penyeberangan ikut digenjot untuk membawa peralatan yang dibutuhkan di lapangan, sekaligus menjaga distribusi bantuan dan mobilitas petugas tetap berjalan.

Melansir dari keterangan resmi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang diterima astakom.com, perkembangan terbaru datang dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan. Pada Selasa(18/08/2026), Kemenhub mengoptimalkan layanan angkutan penyeberangan dan bus perintis untuk mendukung penanganan dampak gempa di sejumlah wilayah NTT.

Langkah tersebut salah satunya dilakukan dengan mengirimkan alat berat menuju Palue, Kabupaten Sikka. Peralatan ini dibutuhkan untuk membantu membersihkan material longsor yang sempat menghambat akses jalan dan berdampak pada konektivitas antarwilayah.

KMP Ile Ape bawa alat berat

Pengiriman bantuan tak hanya mengandalkan jalur darat. KMP Ile Ape turut dikerahkan untuk mengangkut dua unit ekskavator menuju wilayah Palue.

"Pada hari ini, melalui KMP Ile Ape, telah mengangkut dua unit alat berat excavator untuk bantuan evakuasi material akibat bencana gempa di wilayah Palue Kabupaten Sikka, NTT. Selain itu, kapal juga memuat penumpang anggota Polres Sikka dan lima orang dokter," ungkap Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (18/8/2026), kepada astakom.com, mengutip dari keterangan resmi Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan.

Penggunaan kapal penyeberangan ini menjadi bagian dari upaya mempercepat penanganan material yang menutup badan jalan. Dengan akses yang kembali terbuka, jalur konektivitas di wilayah terdampak diharapkan bisa berfungsi lebih optimal dan distribusi bantuan tidak semakin tersendat.

Di sisi lain, Ditjen Perhubungan Darat melalui Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II NTT juga memperbantukan bus perintis. Moda tersebut dimanfaatkan untuk membantu pergerakan bantuan sekaligus mendukung pembukaan akses jalan dan lintasan penyeberangan.

Trans Flores mulai bisa diakses

Pemulihan akses juga menyasar jalur Trans Flores yang sebelumnya sempat mengalami gangguan total akibat kondisi pascabencana. Berdasarkan pemantauan dan verifikasi lapangan yang dilakukan, ruas tersebut kini sudah dapat dilalui kembali.

Kondisi ini menjadi perkembangan penting karena akses jalan menjadi salah satu penopang utama mobilitas masyarakat sekaligus jalur distribusi bantuan menuju wilayah terdampak.

"Kami terus berupaya untuk melayani lintasan penyeberangan perintis yang vital bagi Kabupaten Ende dan mendukung mobilitas dan distribusi bantuan/logistik pasca bencana," ujarnya.

Kemenhub juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan penanganan transportasi tetap berjalan. Upaya tersebut diarahkan agar jalur yang mulai pulih dapat segera dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat dan distribusi logistik.

Selain mobilitas dan logistik, bantuan langsung untuk warga terdampak juga disalurkan. Kemenhub menyerahkan kebutuhan pokok ke posko pengungsian Gelora Samador, Maumere.

Bantuan pokok ikut disalurkan

Bantuan yang diberikan mencakup ratusan paket beras dengan berat lima kilogram, makanan kaleng, ratusan dus mi instan, serta air mineral kemasan 1,5 liter.

"Pada kesempatan ini pun Kementerian Perhubungan menyalurkan bantuan kebutuhan pokok bagi masyarakat yang terdampak di posko pengungsian Gelora Samador Maumere," imbuh Dirjen Aan.

Rangkaian langkah tersebut menunjukkan bahwa penanganan pascagempa tidak berhenti pada respons darurat, tetapi mulai diarahkan pada pemulihan akses dan kelancaran konektivitas. Kehadiran alat berat, pengoperasian angkutan penyeberangan, bus perintis, hingga distribusi kebutuhan pokok menjadi bagian dari dukungan transportasi terhadap proses pemulihan di NTT.

Kemenhub berharap optimalisasi sarana dan prasarana transportasi darat serta penyeberangan dapat membantu mempercepat pemulihan wilayah terdampak sekaligus membuat distribusi bantuan kepada masyarakat berjalan lebih lancar. (deA/aNs)

Gen Z Takeaway

Pascagempa, yang dikejar bukan cuma bantuan sampai ke lokasi, tetapi juga bagaimana aksesnya bisa kembali kebuka. Dua excavator yang dikirim lewat KMP Ile Ape jadi salah satu upaya buat membereskan material penghambat jalan, sementara bus perintis dan jalur Trans Flores yang mulai bisa diakses kembali ikut menjaga mobilitas dan distribusi logistik tetap jalan.

Pascagempa NTT Gempa NTT NTT kemenhub Gempa Bumi

Infografis

Terkini