Mengenal Arrmanatha Nasir, Menlu RI Baru Pemimpin Nahkoda Diplomasi Indonesia
astakom.com, Jakarta – Di balik dinamika politik nasional yang makin seru, ada kabar besar dari Kementerian Luar Negeri. Presiden Prabowo Subianto secara sah melantik Arrmanatha Nasir sebagai Menteri Luar Negeri RI yang baru. Ia mengisi posisi Sugiono, yang kini dipercaya memegang amanat baru sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK).
Prosesi pelantikan sosok yang akrab disapa Tata ini dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (01/10/2026). Langkah ini menandai babak baru bagi pimpinan tertinggi di Gedung Pejambon.
Sah dilantik Presiden
"Bahwa saya, akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945, serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab," tutur Prabowo sembari memandu sumpah jabatan yang diikuti oleh Tata.
Sebelum ditunjuk menjadi Menlu RI, Tata sebenarnya sudah in touch dengan jajaran pimpinan Kabinet Merah Putih sebagai Wakil Menteri Luar Negeri. Rekam jejaknya di kancah internasional pun tak perlu diragukan lagi.
Rekam jejak global
Sebelum masuk ke jajaran kementerian, ia bertugas sebagai Duta Besar RI untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta Otoritas Dasar Laut Internasional di New York sepanjang 2021–2024. Rekam jejak diplomasi diplomat senior ini juga mencakup masa bakti sebagai Duta Besar RI untuk Prancis, Andorra, Monako, dan UNESCO pada periode 2019–2021.
Buat publik, wajah Tata tentu sudah sangat familiar. Ia pernah menjabat sebagai Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI pada 2014–2019, menjadikannya salah satu figur utama yang mempresentasikan arah kebijakan luar negeri Indonesia ke dunia luar.
Paham isu ekonomi
Pengalaman panjang di PBB menjadi modal krusial bagi Tata dalam memimpin diplomasi Indonesia saat ini. Pada 2008–2012, ia mengemban tugas sebagai Konselor pada Perutusan Tetap RI untuk PBB di New York, fokus menangani isu ekonomi dan pembangunan di Komite Kedua Majelis Umum PBB serta Dewan Ekonomi dan Sosial.
Dalam rentang waktu tersebut, Tata aktif terlibat dalam negosiasi yang mewakili Kelompok 77 dan China terkait sejumlah resolusi. Keahliannya membuat ia dipercaya menjadi penasihat bidang ekonomi dan negara-negara kurang berkembang bagi Presiden Majelis Umum PBB sesi ke-65 pada 2010–2011.
Karier dari bawah
Sebelum mencapai posisi puncak di Kemlu, karier diplomasi pria bernama lengkap Arrmanatha Christiawan Nasir ini dirintis dari bawah sejak bergabung dengan Kementerian Luar Negeri pada 1997. Ia pernah menjadi negosiator WTO dan bertugas di PBB di Jenewa pada 2001–2005. Menariknya, sebelum masuk ke dunia diplomasi, Tata sempat menjajal dunia perbankan pada 1995–1997.
Di berbagai forum internasional, ia konsisten menyuarakan posisi Indonesia mengenai pentingnya multilateralisme dan penyelesaian konflik secara damai.
Pria kelahiran Bangkok, Thailand, pada 30 Desember 1971 ini menempuh pendidikan sarjananya di Universitas Buckingham, Inggris. Ia kemudian melanjutkan studi jenjang S2 di Universitas Leicester dan Universitas Indonesia.
Perjalanan kariernya merangkak dari Sekretaris Kedua dan negosiator Organisasi Perdagangan Dunia, hingga sempat menjabat sebagai Direktur Jenderal Urusan Multilateral Kementerian Luar Negeri RI.
Perjalanannya terus berlanjut saat dipercaya menjadi Sekretaris Kedua Perutusan Tetap Indonesia (PTRI) untuk PBB di Jenewa, lalu bergeser menjadi Sekretaris Pertama PTRI untuk PBB di New York.
Sebelum diangkat sebagai Wamenlu dan kini Menlu, posisi terakhirnya adalah Duta Besar Indonesia untuk PBB, setelah sebelumnya juga sempat bertugas di Prancis, Andorra, Monako, dan UNESCO.
Atas dedikasi dan kontribusinya di dunia internasional, Tata meraih penghargaan prestisius Commander of the Legion of Honour dari Pemerintah Prancis (Legion d’Honneur) pada tahun 2021. (nAD/aNs)
Gen Z Takeaway
Plot twist keren di Kemlu! Dari eks perbankan lalu ngerintis karier diplomat dari nol sejak 1997, 'Pak Tata' Arrmanatha Nasir resmi naik kelas jadi Menlu RI. Modal jam terbang level PBB plus koneksi globalnya bikin nahkoda baru diplomasi Indonesia ini siap bikin posisi RI makin diperhitungkan di panggung dunia!








