Kepala Bakom Syahganda Gaspol buat 2 Langkah Awal Usai Dilantik Presiden Jabat Watimpres
astakom.com, Jakarta – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI yang baru dilantik, Syahganda Nainggolan, langsung spill rencana kerjanya usai resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10). Bakal mengeksekusi tugas besar bareng Wakil Kepala Bakom RI Fadli Tri Hartono, Syahganda menyiapkan dua langkah awal yang akan langsung dijalankan.
Dua langkah awal Kepala Bakom: meneruskan program dan pelajari algoritma
Demi mengeksekusi tugas dari Presiden, Syahganda bakal bekerja bergandengan tangan dengan Fadli Tri Hartono. Ada dua poin utama yang bakal langsung disikat sama duet pimpinan Bakom RI ini.
“Jadi, sebenarnya saya dan Pak Fadli, Wakil Bakom, nanti akan bekerja sama. Pertama, meneruskan program-program yang sudah ada. Yang kedua, kita akan mempelajari soal algoritma,” ujar Syahganda.
Jadikan komunikasi sebagai instrumen utama persatuan nasional
Di samping dua langkah awal tersebut, Syahganda juga spill arahan khusus yang diberikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Ke depannya, komunikasi bakal dijadikan instrumen utama buat memperkuat persatuan nasional.
“Kalau arahan Presiden yang disampaikan beliau kepada saya itu adalah bagaimana caranya komunikasi ini menjadi alat persatuan nasional,” ungkap Syahganda. Tugas Bakom RI nggak cuma sebatas nyampein program yang lagi berjalan di era pemerintahan Presiden Prabowo, tapi juga buat menjembatani pemikiran Presiden biar bisa dipahami masyarakat secara lebih utuh.
Tantangan nyata: menjelaskan pemikiran dasar di balik kebijakan Presiden
Meskipun merasa selama ini udah banyak bantu mengomunikasikan berbagai gagasan maupun program Presiden ke publik, Syahganda menilai ada tantangan yang jauh lebih real. Tantangan terbesar itu adalah gimana caranya menjelaskan pemikiran dasar yang jadi landasan dari setiap kebijakan Presiden.
Menurutnya, masyarakat emang relatif lebih gampang nemu bukti pas sebuah program udah berjalan. Namun di sisi lain, gagasan dan pemikiran di balik kebijakan tersebut kadang nggak sepenuhnya nyampe ke publik. “Ya, karena yang paling susah ditangkap oleh rakyat itu adalah pikiran Presiden,” katanya.
Komunikasi harus relate karena pemikiran Presiden murni konstitusional
Syahganda menegaskan kalau pemikiran Presiden Prabowo yang mau dikomunikasikan ke masyarakat itu murni berangkat dari konstitusi. Makanya, penting banget buat pemerintah membangun pola komunikasi yang relate dan mampu menjelaskan arah pemikiran tersebut ke semua lapisan masyarakat.
“Nah, pikiran-pikiran beliau itu adalah pikiran-pikiran konstitusional. Dan itu penting rakyat tahu semua,” tegas Kepala Bakom RI yang baru tersebut. (aLf/RaM)
Gen Z Takeaway
Komunikasi pemerintah ke depan bukan cuma soal menyampaikan program, tapi juga menjembatani gagasan Presiden agar lebih mudah dipahami publik. Dengan menjadikan komunikasi sebagai alat persatuan nasional, Bakom dituntut membangun pola komunikasi yang lebih relate, konstitusional, dan mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat.









