Update Short Selling BEI yang Resmi Gaspol! 50 Investor Sudah Buka Rekening

Penulis: Shintya
Editor: Henni Rachma Sari
Sabtu, 3 Oktober 2026 | 12:02 WIB
Update Short Selling BEI yang Resmi Gaspol! 50 Investor Sudah Buka Rekening
Short Selling BEI Resmi Gaspol! 50 Investor Sudah Buka Rekening (Foto: Wikipedia)

astakom.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi memberlakukan mekanisme perdagangan short selling pada tanggal 1 Oktober kemarin. Diketahui, pada penerapan instrumen transaksi baru ini menjadi langkah strategis bursa dalam menyelami likuiditas pasar modal sekaligus menyediakan sarana lindung nilai atau hedging yang terukur bagi kalangan investor.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik ngespill kalau minat awal pelaku pasar mulai terpetakan seiring puluhan pemodal yang telah menyelesaikan registrasi akun khusus transaksi itu. Pada peluncuran perdananya kemarin, aktivitas transaksi terpantau masih bergerak selektif pada portofolio efek yang udah diizinkan.

"Informasi yang kami dapat sudah ada sekitar 50 investor yang membuka rekening short selling. Dari pantauan kami terhadap lima saham yang masuk dalam daftar, baru ada satu saham yang ditransaksikan hari ini," katanya di Gedung BEI, Jakarta, dikutip astakom.com pada Jumat (02/10/2026).

Short selling di saham tertentu

Berdasarkan laman IDX, di tahap awal ini, Jeffrey ngespill kalau BEI membatasi fasilitas short selling cuma di lima saham berkapitalisasi pasar (market cap) besar dan berlikuiditas tinggi yaitu PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).

Selanjutkan fasilitas perdagangan baru disediakan sama dua Anggota Bursa (AB) perintis yang udah kantongi izin yakni PT Semesta Indovest Sekuritas dan PT Ajaib Sekuritas Asia.

Saham yang ditransaksikan belum bisa dispill

Menurut Jeffrey, implementasi instrumen lindung nilai ini udah dibentengi oleh sistem mitigasi risiko yang ketat dan terukur. Hal ini dilakukan demi menjaga stabilitas pasar.

Regulasi pembatasan harga ini disiapin supaya transaksi penjualan efek tanpa kepemilikan awal itu nggak bikin gejolak penurunan yang signifikan di pasar reguler.

"Terkait saham apa yang ditransaksikan, tentu belum bisa kami sampaikan karena perdagangan masih berjalan, tetapi tujuannya sebagai strategi investasi yang tidak menekan harga," katanya.

"Karena ada mekanisme manajemen risiko yang kita terapkan, saham-saham dalam daftar tidak mengalami penurunan tajam, bahkan pagi tadi sempat naik atau relatif tidak berubah sehingga pelaksanaannya berjalan lancar," ungkap Jeffrey.

BEI punya rencana memperluas daftar saham

Diketahui skema perdagangan short selling ini dirancang sebagai masa uji coba terbatas sampe akhir 2026 buat mematangkan kesiapan infrastruktur perdagangan dan edukasi risiko buat nasabah.

Pasca menjalani fase uji cobanya selesai, BEI punya rencana buat memperluas daftar saham dan penambahan pialang yang terlibat secara bertahap atau step by step pada awal 2027.

Ekspansi jumlah perantara pedagang efek berizin diyakini bakal memperluas aksesibilitas produk buat pemodal berpengalaman di berbagai sekuritas. Meskipun begitu, regulator tetap memprioritaskan pemenuhan tata kelola dan keandalan di sistem operasional sebelum ngasih izin.

"Saat ini ada dua AB lagi di dalam pipeline kami yang sedang diproses untuk melayani short selling. Uji coba ini akan berjalan sampai akhir tahun sebelum dibuka lebih luas di awal tahun depan, dan kami belum menetapkan target kuantitatif jumlah investor karena kegiatan pemasarannya diserahkan kepada Anggota Bursa," jelasnya. (Shnty/RaM)

Gen Z Takeaway

BEI resmi ngegas short selling mulai 1 Oktober 2026 sebagai instrumen investasi sekaligus hedging yang lebih terukur. Di tahap awal, sekitar 50 investor sudah buka rekening khusus, tapi transaksi masih selektif karena baru lima saham yang bisa diperdagangkan lewat dua sekuritas perintis. Sistemnya juga dibekali manajemen risiko ketat, sementara masa uji coba berlangsung sampai akhir 2026 sebelum aksesnya diperluas pada awal 2027.

Bursa Saham Indonesia (BEI) short selling transaksi saham Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik

Infografis

Terkini