6 Bandara di Flores Terdampak Gempa NTT, Kemenhub Pastikan Penerbangan Tetap Jalan
astakom.com, Jakarta - Gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/08/2026) tidak menghentikan aktivitas penerbangan di Flores dan sekitarnya. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan seluruh bandara di wilayah tersebut tetap melayani penerbangan.
Kepastian itu disampaikan setelah Direktorat Jenderal Perhubungan Udara melakukan pemantauan dan pemeriksaan di sejumlah bandara. Meski terdapat kerusakan pada beberapa fasilitas, tidak ada bandara yang ditutup akibat gempa.
Operasional penerbangan tetap berjalan untuk mendukung mobilitas masyarakat, bantuan kemanusiaan, distribusi logistik, serta kebutuhan penanganan pascabencana. Area yang dinilai berisiko juga dibatasi sebagai langkah mitigasi keselamatan.
Enam bandara tetap beroperasi
Meski terdapat kerusakan di sejumlah fasilitas, operasional penerbangan tetap berjalan. Berikut kondisi singkat enam bandara:
- Bandara Komodo, Labuan Bajo: Kerusakan plafon, dinding, fire station, dan Taxiway A.
- Bandara H. Hasan Aroeboesman, Ende: Kerusakan plafon, dinding PKP-PK, dan tower.
- Bandara Umbu Mehang Kunda, Waingapu: Kerusakan partisi dinding kaca terminal lantai 2.
- Bandara Frans Sales Lega, Ruteng: Kerusakan bagian terminal, kantor, PKP-PK, dan tower.
- Bandara Fransiskus Xaverius Seda, Maumere: Kerusakan ringan pada plafon dan kaca terminal.
- Bandara Soa Bajawa: Kerusakan plafon, kaca, dinding, kolom bangunan, serta retakan pada runway.
Seluruh bandara tetap beroperasi dengan mitigasi dan pembatasan akses pada area yang berpotensi berisiko.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa mengatakan keselamatan menjadi prioritas dalam menjaga aktivitas penerbangan.
“Kami memastikan seluruh bandara di Flores dan sekitarnya tetap beroperasi normal. Aspek keselamatan menjadi prioritas utama. Terhadap area-area yang berpotensi memiliki risiko, kami melakukan mitigasi dengan membatasi akses pengguna jasa pada area tersebut, tanpa mengganggu kelancaran operasional penerbangan,” ujar Lukman.
Penerbangan bisa disesuaikan
Kemenhub memastikan kondisi bandara terus dipantau dan langkah pengamanan dilakukan sesuai situasi di lapangan. Di sejumlah lokasi, petugas juga menerapkan skema komunikasi dan pengamanan alternatif untuk menjaga layanan penerbangan.
Meski bandara tetap beroperasi, maskapai tetap memiliki kewenangan untuk mengevaluasi penerbangan berdasarkan kondisi aktual dan hasil pemeriksaan internal.
“Bandar udara tetap beroperasi, namun keselamatan penerbangan merupakan prioritas utama. Selain itu, maskapai penerbangan memiliki kewenangan untuk melakukan evaluasi operasional dan penyesuaian penerbangan berdasarkan kondisi aktual di lapangan, termasuk apabila hasil assessment internal menunjukkan perlunya penundaan atau pembatalan penerbangan untuk memastikan keselamatan,” ujar Lukman.
Koordinasi pascagempa berlanjut
Pemantauan dilakukan Kemenhub bersama Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV, AirNav Indonesia, TNI/Polri, BNPB, Basarnas, dan pemerintah daerah.
Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan keselamatan penerbangan sekaligus menjaga kesiapan bandara dalam mendukung kebutuhan masyarakat dan penanganan dampak gempa.
Kemenhub juga mengimbau pengguna jasa mengikuti arahan petugas dan tidak memasuki area yang telah dibatasi demi keselamatan bersama. (deA/aNs)
Gen Z Takeaway
Gempa Flores memang membuat sejumlah fasilitas bandara mengalami kerusakan, tetapi aktivitas penerbangan tetap berjalan. Area berisiko dibatasi dan kondisi bandara terus dipantau agar mobilitas masyarakat serta bantuan tetap bisa bergerak dengan aman.









