Update! Pasca-Gempa NTT, Kemenhub Perketat Pemeriksaan Infrastruktur Pelabuhan Prioritas Keselamatan

Penulis: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Anri Syaiful
Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:18 WIB
Update! Pasca-Gempa NTT, Kemenhub Perketat Pemeriksaan Infrastruktur Pelabuhan Prioritas Keselamatan
Update! Pasca Gempa NTT, Kemenhub Perketat Pemeriksaan Infrastruktur Pelabuhan Prioritas Keselamatan [Kemenhub]

astakom.com, Jakarta - Guncangan gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) berdampak pada sejumlah fasilitas transportasi. Kementerian Perhubungan memperketat pemeriksaan infrastruktur pelabuhan untuk memastikan aktivitas transportasi laut tetap aman.

Mengutip keterangan resmi Kementerian Perhubungan yang diterima astakom.com, Minggu, (16/8/2026), Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menginstruksikan pemeriksaan menyeluruh terhadap fasilitas transportasi terdampak, termasuk pelabuhan, terminal, hingga bandara.

“Kami turut berduka cita dan prihatin atas peristiwa gempa bumi yang terjadi di wilayah NTT. Kami telah menginstruksikan seluruh unit kerja terkait untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap fasilitas-fasilitas transportasi terdampak, baik pelabuhan, terminal hingga bandara, guna memastikan seluruh sarana dan prasarana berada dalam kondisi aman pasca terjadinya gempa bumi. Keselamatan penumpang dan seluruh petugas harus tetap jadi prioritas utama,” ujar Menhub Dudy.

Pelabuhan dipantau 24–48 jam

Khusus transportasi laut, Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub meminta seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) di wilayah terdampak meningkatkan monitoring sekurang-kurangnya 24–48 jam.

“Kami terus melakukan pemantauan dan pemeriksaan terhadap fasilitas pelabuhan yang terdampak gempa. Prioritas saat ini adalah memastikan keselamatan masyarakat dan petugas, serta memastikan fasilitas yang digunakan untuk pelayanan transportasi laut berada dalam kondisi aman,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud.

Pemeriksaan mencakup struktur dermaga, trestle, apron, fender, bollard, terminal penumpang, fasilitas listrik/BBM, peralatan bongkar muat, alur pelayaran, hingga akses menuju pelabuhan.

Tiga titik terdampak

Berdasarkan laporan UPT Ditjen Perhubungan Laut, tiga kelompok pelabuhan yang terdampak meliputi:

  • Pelabuhan Laurentius Say/Maumere: Bagian dermaga dan bangunan terminal penumpang roboh. Saat kejadian, KM Bukit Siguntang sedang sandar. Pengamanan terhadap kapal, penumpang, awak kapal, petugas, dan area terdampak telah dilakukan.
  • Pelabuhan Labuan Bajo: Pelabuhan Marina Labuan Bajo mengalami keretakan tembok dan dermaga. Pelabuhan Multipurpose Wae Kelambu mengalami keretakan pada tembok kantor dan gudang. Beberapa perjalanan wisata sempat dibatalkan, tetapi pelayaran telah dibuka kembali setelah peringatan dini tsunami dicabut dan fasilitas dapat digunakan dengan aman.
  • Pelabuhan Marapokot: Causeway dan dermaga eksisting mengalami penurunan elevasi, sedangkan pagar pembatas mengalami keruntuhan.

Pelabuhan Reo, Ende, dan Waingapu juga mengalami kerusakan ringan hingga sedang. Sementara Pelabuhan Larantuka dilaporkan aman tanpa kerusakan.

Fasilitas rusak tak dipakai

Kemenhub menegaskan fasilitas dengan indikasi kerusakan struktural tidak boleh digunakan sebelum dinyatakan aman melalui pemeriksaan teknis.

“Fasilitas yang mengalami keretakan, deformasi, atau indikasi kerusakan struktural, tidak dioperasikan sebelum dinyatakan aman melalui pemeriksaan teknis,” tegas Masyhud.

Dampak gempa juga ditemukan di Bandar Udara Komodo, berupa kerusakan pada Gedung PKP-PK, terminal sisi darat, gedung administrasi, serta kerusakan minor pada fasilitas sisi udara. Bandara tetap beroperasi dengan pembatasan.

Gempa yang mengguncang wilayah Flores pada Sabtu, (15/8/2026) pukul 04.58 WIB tersebut dimutakhirkan BMKG menjadi magnitudo 7,7. Peringatan dini tsunami berakhir pada pukul 07.30 WIB.

Kemenhub meminta masyarakat mengikuti arahan petugas dan informasi resmi selama pemeriksaan fasilitas transportasi masih berlangsung. (deA/aNs)

Gen Z takeaway

Pelabuhan terdampak tidak langsung digenjot normal. Infrastruktur dicek dulu, fasilitas berisiko ditahan, lalu operasional dilanjutkan setelah dinyatakan aman.

Pelabuhan kemenhub Gempa NTT NTT Gempa Bumi nusa tenggara timur

Infografis

Terkini