Menkeu Purbaya Spill Strategi Likuiditas: Ekonomi Indonesia Makin Menyala!
astakom.com, Jakarta - Pemerintah lagi all out banget nih buat mastiin ekonomi negara kita makin melesat. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kalau pemerintah gercep memastikan ketersediaan likuiditas uang biar perekonomian tetap bergerak lincah dan tumbuh lebih cepat.
"Saya akan memastikan perekonomian tumbuh semakin cepat lagi. Jadi bapak-bapak dan ibu-ibu enggak usah khawatir," kata Purbaya, dalam keterangannya beberapa waktu lalu di Jakarta, dikutip oleh astakom.com pada Selasa (11/08/2026).
Menkeu Purbaya juga menyoroti perbaikan indikator manufaktur yang jadi sinyal positif buat ekonomi kita. Dia sempat spill kalau Purchasing Managers' Index (PMI) emang sempat melemah sejak awal tahun sampai menyentuh titik terendahnya di bulan Mei.
PMI meningkat
Tapi untungnya, grafik langsung berbalik naik setelah pemerintah memperkuat likuiditas ke sistem keuangan.
"Saat ini PMI sudah meningkat. Hal itu menunjukkan sektor manufaktur berpotensi kembali memasuki fase ekspansi dalam waktu dekat. Kami akan memastikan tren peningkatan tersebut terus berlanjut," katanya.
Faktanya, data dari S&P Global mencatat PMI Manufaktur Indonesia sukses melompat ke level 50,3 pada Juli 2026, setelah sebelumnya sempat jeblok di angka 46,9 pada Juni 2026.
Kenaikan ini otomatis memutus tren buruk tiga bulan berturut-turut di zona kontraksi. Artinya, aktivitas manufaktur kita resmi comeback dan masuk lagi ke fase ekspansi. Menurut Purbaya, perbaikan PMI ini jadi indikasi awal kalau sektor manufaktur dan permintaan domestik bakal makin kuat di paruh kedua tahun ini.
Guyur dana ratusan triliun jaga daya beli
Selain manufaktur yang lagi naik, daya beli masyarakat juga terpantau masih terjaga. Buktinya bisa dilihat dari angka penjualan motor dan mobil yang mulai bangkit sejak Juni ini.
Peningkatan keren ini terjadi setelah pemerintah mengevaluasi efektivitas penempatan dana Rp200 triliun dari rekening pemerintah di Bank Indonesia (BI) ke perbankan pada awal tahun demi menjaga likuiditas. Purbaya juga sempat menyentil pihak-pihak yang sempat meragukan kebijakan ini.
"Banyak orang bilang itu enggak ada gunanya. Kalau ada yang ngomong begitu, Anda harus mengerti bahwa dia enggak mengerti ekonomi. Karena begitu kita gelontorkan (penempatan dana di Bank Himbara), ini mulai naik nih (penjualan mobil)," kata Purbaya.
Ditambah Rp200 triliun lagi
Melihat hasilnya yang nyata, pemerintah nggak mau setengah-setengah. Mereka memutuskan buat mempertahankan penempatan dana Rp200 triliun itu sampai akhir tahun, plus ditambah lagi Rp200 triliun. Jadi, total dana yang ditempatkan di angka Rp400 triliun.
"Mungkin akan saya perpanjang sampai tahun depan. Terus saya tambah lagi Rp200 triliun dari uang saya yang ada di BI yang nganggur. Itu untuk memastikan daya beli masyarakat terjaga dan sistem finansial kita bisa mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat," katanya.
Bagi Purbaya, langkah berani ini adalah bentuk sinergi nyata antara kebijakan fiskal dan moneter demi menjaga permintaan domestik tetap stabil dan aman terkendali. (Shnty/aNs)
Gen Z Takeaway
Purbaya lagi gaspol jaga likuiditas biar ekonomi makin ngebut, salah satunya lewat penempatan dana pemerintah ke perbankan. Efeknya mulai kelihatan dari PMI manufaktur dan penjualan kendaraan yang ikut rebound. Pemerintah bahkan siap tambah Rp200 triliun lagi buat ngejaga daya beli dan bikin growth ekonomi makin solid.








