Himbara Cetak Cuan Jumbo, Transformasi BUMN Dalam Naungan Danantara Makin Menyala!
astakom.com, Jakarta - Capaian kinerja keuangan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), PT Pegadaian, dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) pada Kuartal I-2026 mendapat apresiasi dari Komisi XI DPR RI yang membidangi sektor keuangan, perencanaan pembangunan nasional, moneter, dan sektor jasa keuangan.
Pada periode tersebut, Himbara berhasil mengantongi laba gabungan jumbo sebesar Rp39,92 triliun.
Angka ini bahkan bakal makin melesat kalau digabungkan sama pencapaian lembaga keuangan Ultra Mikro (UMi) seperti PNM dan Pegadaian. Pegadaian sendiri berhasil mencetak laba hingga Rp4,38 triliun pada Kuartal I-2026, sementara PNM tercatat sukses melayani 23,1 juta nasabah yang tersebar di seluruh Indonesia.
Transformasi BUMN di bawah naungan Danantara
Menurut Ketua Komisi XI DPR RI, Misbakhun lompatan pertumbuhan laba, penyaluran kredit, penghimpunan dana masyarakat, hingga perluasan layanan pemberdayaan masyarakat ini jadi bukti nyata bahwa langkah transformasi BUMN Himbara dan UMi di bawah naungan Danantara mulai menunjukkan hasil yang real.
“Kinerja positif Himbara, Pegadaian, dan PNM pada kuartal pertama 2026 menunjukkan transformasi BUMN Himbara dan UMi yang dijalankan Danantara berada pada jalur yang tepat. Yang kita lihat bukan sekadar peningkatan laba, tetapi juga penguatan efisiensi, kualitas pertumbuhan, dan perluasan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Ini adalah indikator penting bahwa transformasi yang dilakukan mampu menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan,” kata Misbakhun dalam keterangan tertulisnya, dikutip astakom.com pada Senin (10/8/2026).
Rincian rapor hijau Bank Himbara
Sepanjang kuartal I-2026, lima bank Himbara sukses menorehkan performa yang sangat solid:
Bank Mandiri: Berhasil mengamankan laba bersih sebesar Rp15,4 triliun dengan lonjakan pertumbuhan kredit mencapai 17,4 persen secara tahunan (year-on-year).
BRI: Meraih laba bersih Rp15,5 triliun atau tumbuh 13,7 persen yoy, yang didorong oleh penyaluran kredit masif sebesar Rp1.562 triliun dan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp1.555 triliun. Tren positif ini melanjutkan hasil impresif sepanjang 2025, saat BRI membukukan laba konsolidasian Rp57,13 triliun serta membagikan dividen tunai sebesar Rp52,1 triliun.
BNI: Mencetak laba Rp5,66 triliun dengan pertumbuhan penyaluran kredit hingga 20,1 persen menjadi Rp919,3 triliun. Per akhir Mei 2026, total aset BNI berada di angka Rp1.365,36 triliun, DPK Rp1.063,92 triliun, serta ekuitas Rp160,99 triliun. Kinerja ciamik ini disokong oleh transformasi digital. Terbukti dari pengguna platform Wondr by BNI yang menembus 12 juta nasabah dan transaksi BNIdirect yang melonjak lebih dari 25 persen secara tahunan.
BTN tumbuh tinggi
BSI: Mengantongi laba Rp2,2 triliun atau melejit 17,1 persen dibandingkan periode sama tahun lalu. Pertumbuhan ini disokong oleh peningkatan dana murah, moncernya bisnis emas, serta ekosistem digital yang makin kuat.
BTN: Menjadi juara pertumbuhan laba tertinggi sebesar 55,84 persen dengan raihan keuntungan Rp1,16 triliun, seiring dengan makin kuatnya fungsi intermediasi di sektor perumahan.
Pegadaian dan Peran Strategis Danantara
Di ranah BUMN UMi, Pegadaian mencatatkan kenaikan yang signifikan dengan laba bersih Rp4,38 triliun atau pertumbuhan labanya meroket 87,2 persen dibanding Kuartal I-2025 yang saat itu naiknya sebesar Rp2,34 triliun. Akselerasi bisnis Pegadaian juga terlihat dari total asetnya yang kini menyentuh Rp183,8 triliun, alias naik 56 persen dari posisi tahun lalu sebesar Rp117,8 triliun.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, ngespill kalau total kapitalisasi pasar Himbara kini telah menembus sekitar Rp1.100 triliun, atau menyumbang sekitar 10 persen dari total nilai pasar modal di Indonesia. Rosan menegaskan bahwa perbankan Himbara didorong untuk tidak sekadar berfokus pada urusan komersial semata.
"Perbankan tidak semata-mata mengejar laba, tetapi juga harus dirasakan kehadirannya oleh masyarakat, mulai dari UMKM, komersial, hingga korporasi," kata Rosan, beberapa waktu lalu, dikutip astakom.com pada Senin (10/8/2026).
Peran Himbara
Hal senada diungkapkan oleh Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menilai Himbara memegang peranan kunci dalam menggerakkan roda perekonomian nasional.
"Perbankan BUMN memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Dukungan pembiayaan harus terus diarahkan kepada sektor-sektor produktif yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya saing, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat," kata Dony.
Fondasi kuat untuk masa depan ekonomi RI
Bagi Misbakhun, deretan pencapaian manis ini membuktikan bahwa BUMN mampu menjaga profitabilitas sekaligus menjalankan peran strategisnya sebagai mesin penggerak ekonomi negara. Kehadiran Danantara sebagai pengelola investasi dan motor transformasi terbukti memicu sinergi yang makin solid antara entitas Himbara dan UMi.
Langkah ini diharapkan dapat mendongkrak efektivitas pengelolaan aset negara sekaligus memastikan BUMN tetap on-track menjalankan mandat pembangunan dari pemerintah. Keberhasilan pada awal 2026 ini pun menjadi fondasi kokoh untuk memperkuat tingkat kepercayaan publik.
“Kinerja ini harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan BUMN. Tujuan akhirnya bukan hanya mencetak keuntungan, tetapi memastikan bahwa setiap rupiah yang dikelola BUMN mampu memberikan manfaat ekonomi yang sebesar-besarnya bagi masyarakat dan negara,” kata Misbakhun. (Shnty/aNs)
Gen Z Takeaway
Himbara lagi on fire, cetak laba jumbo Rp39,92 triliun pada Kuartal I-2026, ditambah Pegadaian Rp4,38 triliun. Kinerja ini dinilai jadi proof of progress transformasi BUMN di bawah Danantara yang bukan cuma ngejar profit, tapi juga memperluas pembiayaan dan manfaat ekonomi. Singkatnya, BUMN makin cuan, impact ke masyarakat juga di-push makin gede.









