Dampak Karhutla Meluas, Pemerintah Soroti Asap Menyeberang hingga ke Malaysia

Pewarta: Alfian Tegar
Editor: Anri Syaiful
Selasa, 11 Agustus 2026 | 13:01 WIB
Dampak Karhutla Meluas, Pemerintah Soroti Asap Menyeberang hingga ke Malaysia
Rapat koordinasi yang dipimpin Menko Polkam, Djamari Chaniago, di kantor Kemenko Polkam, Jakarta [Dok. BNPB]

astakom.com, Jakarta – Peningkatan kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kalimantan tidak hanya berdampak secara lokal, tetapi juga mulai memicu potensi ancaman asap lintas batas.

Berdasarkan laporan resmi BNPB yang diterima astakom.com, dikonfirmasi Selasa (11/08/2026), dalam Rapat Koordinasi Penanganan Darurat Karhutla di Jakarta, kemarin, pemerintah menyoroti peralihan musim yang menyebabkan arah angin membawa asap keluar wilayah Indonesia.

Peralihan musim saat ini membuat angin dominan bertiup dari arah tenggara menuju barat. Kondisi pergerakan angin tersebut berpotensi besar membawa sebaran asap karhutla dari pulau Kalimantan menuju negara tetangga, Malaysia.

Satelit Catat Asap Terdeteksi Menyeberang Sejak Awal Agustus

Berdasarkan pemantauan citra satelit terbaru, BNPB mengonfirmasi bahwa sebaran asap karhutla telah terdeteksi menyeberang ke wilayah Malaysia yang berbatasan langsung dengan Kalimantan Barat.

"Berdasarkan pantauan citra satelit, asap terpantau menyeberang ke wilayah Malaysia yang berbatasan dengan Kalimantan Barat pada 4 serta 6–9 Agustus 2026," tulis laporan resmi dari BNPB tersebut.

Hingga 9 Agustus 2026, luasan lahan terbakar di Kalimantan Barat sendiri tercatat sebagai yang terluas di antara enam provinsi prioritas, yakni mencapai 28.680,47 hektare.

Kualitas Udara Pontianak Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat

Selain ancaman asap lintas batas, dampak karhutla merusak kualitas udara di dalam negeri secara drastis. Data pemantauan kualitas udara per 9 Agustus 2026 menunjukkan sejumlah wilayah di Kalimantan berada pada kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif hingga sangat tidak sehat.

Nilai Indeks Kualitas Udara (Air Quality Index/AQI) tertinggi tercatat di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, yang menembus angka 193. Kondisi udara yang buruk ini meningkatkan risiko gangguan pernapasan akut, terutama bagi kelompok rentan seperti balita, anak-anak, dan lansia.

Penegakan Hukum dan Penertiban Aturan Pembakaran Lahan

Menanggapi situasi ini, pemerintah mendorong langkah tegas dengan menertibkan aturan daerah yang masih memberikan celah bagi masyarakat untuk membuka lahan menggunakan metode membakar.

Penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan juga terus ditingkatkan mengingat mayoritas pemicu api berasal dari aktivitas manusia.

"Kita belajar dari kejadian tahun-tahun sebelumnya. Karena itu, jangan menunggu kebakaran meluas. Kesiapsiagaan harus diperkuat sejak sekarang melalui pencegahan, operasi darat, operasi udara, dan penegakan hukum," ungkap Kepala BNPB, Suharyanto.

Pemerintah mengimbau masyarakat di seluruh wilayah rawan karhutla untuk menghentikan praktik pembakaran lahan dalam bentuk apa pun, mengingat kondisi cuaca yang sangat kering membuat api cepat membesar dan sulit dikendalikan. (aLf/aNs)

Gen Z Takeaway

Karhutla di Kalimantan kini bukan lagi sekadar persoalan lokal. Pergerakan angin mulai membawa asap hingga Malaysia, sementara kualitas udara Pontianak sudah masuk kategori sangat tidak sehat. Pemerintah perlu memperkuat pencegahan, penegakan hukum, serta operasi darat dan udara agar dampaknya tidak makin meluas.

Karhutla Kebakaran Hutan dan Lahan BNPB Kalimantan Kalimantan Barat

Infografis

Terkini