Update Harga Pangan Hari Ini: Bawang Turun, Cabai Rawit Ngegas 2,67%
astakom.com, Jakarta - Laporan harian Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional oleh Bank Indonesia mencatat dinamika pergerakan harga komoditas pangan pokok yang cukup signifikan di pasar-pasar tradisional seluruh Indonesia hari ini atau Senin (10/08/2026).
Berdasarkan pantauan astakom.com harga pangan nasional rata-rata tren pergerakan harga pangan menunjukkan variasi yang kontras, di mana komoditas bumbu dapur jenis bawang mengalami penurunan drastis, sementara kelompok cabai rawit dan daging ayam justru melambung tinggi.
Harga komoditas bawang putih dan bawang merah mengalami penurunan paling dalam dibandingkan bahan pokok lainnya. Bawang putih ukuran sedang tercatat mengalami penurunan harga terbesar, yaitu turun sebesar 2,16% atau berkurang Rp 900, sehingga kini harganya Rp 40.700 per kg.
Harga bawang merah turun
Komoditas bawang merah ukuran sedang juga harganya turut merosot sebesar 2,12% atau turun Rp850 menjadi Rp39.300 per kg.
Komoditas bumbu dan protein lain seperti cabai merah serta daging sapi juga terpantau melandai. Cabai merah besar turun 1,12% (Rp 550) menjadi Rp48.500 per kg, disusul cabai merah keriting yang terkoreksi 0,60% (Rp 300) menjadi Rp49.600 per kg.
Penurunan harga juga dinikmati konsumen daging sapi kualitas 2 yang melandai 0,46% (Rp650) ke angka Rp141.500 per kg, serta daging sapi kualitas 1 yang tipis melemah 0,20% (Rp300) di harga Rp150.850 per kg.
Cabai rawit ngegas
Sebaliknya, tekanan lonjakan harga pangan dialami oleh konsumen cabai rawit merah dan daging ayam segar. Cabai rawit merah menjadi komoditas dengan kenaikan persentase tertinggi, melonjak hingga 2,67% atau naik Rp1.550 hingga menembus angka Rp59.650 per kg.
Fenomena kenaikan ini juga dibuntuti oleh daging ayam ras segar yang naik 1,62% atau bertambah Rp650 menjadi Rp40.800 per kg, serta cabai rawit hijau yang merangkak naik 1,24% (Rp 650) ke posisi Rp52.950 per kg.
Sektor bahan pangan olahan dan kebutuhan pokok harian seperti minyak goreng dan gula pasir juga menunjukkan pergerakan harga yang condong variatif. Minyak goreng kemasan bermerk 1 tercatat mengalami penurunan 0,41% (Rp100) menjadi Rp24.200 per kg, sedangkan gula pasir lokal mengalami penurunan tipis 0,26% (Rp50) ke level Rp 19.050 per kg.
Harga minyak goreng naik
Namun di sisi lain, minyak goreng curah justru merangkak naik sebesar 0,49% (Rp 100) menjadi Rp 20.550 per kg, diiringi minyak goreng kemasan bermerk 2 yang menguat 0,21% (Rp 50) menjadi Rp 23.500 per kg.
Untuk komoditas beras, rata-rata varian kualitas menengah ke bawah terpantau mengalami penyesuaian kenaikan harga. Beras kualitas bawah II naik sebesar 0,69% (Rp100) menjadi Rp14.650 per kg.
Sementara itu, beras kualitas bawah I dan beras kualitas medium II masing-masing turut mengalami kenaikan seragam sebesar Rp50, di mana beras kualitas bawah I naik 0,34% menjadi Rp14.800 per kg dan beras kualitas medium II menguat 0,31% menjadi Rp16.250 per kg.
Komoditas dengan harga stabil
Di tengah fluktuasi komoditas pangan pokok tersebut, beberapa jenis bahan makanan strategis lainnya tercatat masih bertahan stabil di harga penutupan sebelumnya.
Komoditas seperti beras kualitas medium I dan beras kualitas super I masing-masing konsisten di harga Rp16.400 per kg dan Rp17.700 per kg. Demikian pula dengan beras kualitas super II yang tidak bergeming dari kisaran harga Rp17.150 per kg.
Selanjutnya, sektor gula dan protein harian tidak mencatatkan perubahan harga. Gula pasir kualitas premium tetap diperdagangkan pada angka Rp20.300 per kg, sementara pasokan pasaran untuk telur ayam ras segar tercatat konsisten dan stabil bertahan di harga Rp29.500 per kg. (Shnty/aNs)
Gen Z Takeaway
Harga pangan hari ini cukup mixed: bawang putih dan merah drop paling dalam, masing-masing lebih dari 2%. Tapi cabai rawit merah justru ngegas 2,67% ke Rp59.650/kg, disusul ayam segar yang naik 1,62%. Jadi, price movement pangan masih cukup volatile ada yang bikin dompet lega, ada juga yang bikin auto mikir dua kali.








