MBG Auto Expired? BGN Wajibkan Label 'Best Before' di Ompreng Biar Gak Ada Cerita Keracunan
astakom.com, Jakarta – Kabar penting buat yang dapet Makan Bergizi Gratis (MBG)! Badan Gizi Nasional (BGN) baru aja bikin aturan anyar: Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib mencantumkan batas waktu konsumsi di setiap ompreng MBG mulai pekan depan.
Langkah ini diambil demi memperkuat keamanan pangan biar nggak ada lagi kejadian makanan spoiled alias basi.
Dalam keterangan resminya di Jakarta pada Minggu, 9 Agustus 2026, Kepala BGN, Sudaryono atau yang akrab disapa Mas Dar menjelaskan bahwa label batas waktu ini bakal jadi penanda krusial buat guru dan siswa biar tahu pasti kapan makanan masih aman disantap.
Satu jam lewat, auto skip! Guru & siswa dilarang anyep
Mas Dar menekankan pentingnya peran guru di sekolah untuk memantau jam makan ini. Makanan yang udah kelewat jamnya mending pass alias jangan disentuh sama sekali.
"Selain itu, mulai minggu depan, kami akan memberlakukan kewajiban untuk menuliskan di setiap omprengnya ada tanda atau peringatan untuk makanan harus dikonsumsi sebelum jam berapa, gitu. Jadi, ini peran bapak/ibu guru sangat penting," kata Kepala BGN, dikutip astakom.com pada Senin (10/08/2026).
"Kalau memang jamnya di dalam ompreng itu sudah melebihi jam yang tertera di dalam omprengnya, kami minta tidak dikonsumsi. Bapak/ibu guru tidak boleh mengkonsumsi, apalagi peserta didik atau anak didiknya juga tidak boleh mengkonsumsi apabila sudah melewati batas dari jam yang ditentukan," tegas Mas Dar.
Fresh food tanpa pengawet, cuma aman 4 jam
Alasan di balik aturan ketat ini sebenarnya simpel: makanan MBG itu dimasak fresh dan disajikan tanpa bahan pengawet atau proses ultra-olahan. Jadi, masa simpannya emang ada time limit-nya.
"Sesuai dengan penyajian makanan yang normal, setelah matang itu maksimal empat jam harus dimakan karena makanan ini tidak ada pengawetnya. Memang betul-betul dimasak dengan tidak ultra-proses, sehingga betul-betul barang ini fresh (segar) sehingga ada window-nya, ada jendela kapan dia aman untuk dikonsumsi," tuturnya.
Jangan dibawa pulang, dine-in di kelas aja biar aman
Selain urusan jam, BGN juga melarang keras siswa buat membawa pulang ompreng MBG ke rumah. Makanan wajib langsung di-dine in di kelas pada jam yang udah ditentukan. Kebiasaan membawa pulang makanan ini rupanya jadi pemicu utama kasus keracunan di beberapa daerah.
"Kami mohon sesuai dengan petunjuk teknis, bapak/ibu semua MBG sebaiknya tidak dibawa pulang. Pastikan makannya satu, dimakan di situ, dikonsumsi di kelas itu di jam yang memang diperbolehkan, dan sebaiknya tidak dibawa pulang," imbuhnya.
Sifat tenggang rasa siswa yang ingin berbagi ke orang rumah justru sering berujung apes karena makanan udah terlalu lama disimpan dan jadi basi.
"Memang ini saya paham sekali, saya juga kemarin di satu SD yang di Bogor yang saya datangi itu kemudian dibelah dua, dia bilang dia teringat ibunya di rumah. Ini menjadi satu kasus keracunan di beberapa titik, bahkan yang keracunan bukan hanya siswanya, tetapi bapak, ibu orang tua di rumah ikut keracunan karena makanan yang dibawa pulang tadi," pungkas Kepala BGN. (aNs)
Gen Z Takeaway
BGN resmi ngewajibin SPPG buat nempel batas waktu konsumsi di ompreng Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai pekan depan biar kejadian food poisoning gara-gara makanan basi nggak terulang lagi. Makanan MBG itu beneran fresh food tanpa pengawet atau ultra-proses, jadi cuma punya time limit maksimal 4 jam setelah matang—kalau udah kelewat jamnya, guru sama siswa wajib pass alias nggak boleh nyentuh sama sekali. Selain itu, BGN juga ngewajibin makanan di-dine in langsung di kelas dan ngelarang keras dibawa pulang ke rumah karena kebiasaan take away ini yang sering bikin makanan spoiled dan memicu kasus keracunan sampai ke orang tua siswa.








